Last Letter merupakan kumpulan surat-surat yang ditulis Kito Aya kepada teman-temannya setelah ia pindah ke sekolah khusus untuk anak berkebutuhan Khusus.
Aya Kitō (木藤亜也, July 19, 1962 – May 23, 1988) was a Japanese diarist. She wrote about her personal experiences living with spinocerebellar ataxia which was later published in the book 1 Litre no Namida.
Legacy Her diary, entitled 1 Litre no Namida (1リットルの涙 Ichi Rittoru no Namida, lit. "1 Litre of Tears"), was first published in her native Japan on February 25, 1986, more than two years before her death at the age of 25. Her mother, Shioka Kitō, convinced her to publicize her diary in order to give hope to others, since Aya had always wanted to be able to help others.
Her diary was later adapted into a 2004 film, as well as a 2005 television drama series from Fuji TV in which Erika Sawajiri portrayed Kitō.
A good book and really sad because its a story of a girl that have a disease that makes her cant do things like a normal people, its not a full story its full of letter or message about her and her friends, very inspiring :D
hmm agak ngantuk sih pas bacanya, karena terjemah yang kurang begitu dipahami jadi mesti mikir ataupun baca ulang. Interestnya pas di akhir surat. Keep it up!
Buku ini untuk memenuhi New Author Reading Challenge 2015 dan Yuk Baca Buku Non Fiksi 2015
3,1 dari 5 bintang!
Buku ini mengisahkan kisah surat-menyurat yang dilakukan oleh Aya Kitou kepada sahabat-sahabatnya yaitu Yoko-Chan, Ako-Chan dan Yoshiko-Chan disaat Aya harus keluar dari SMA Higashi dan harus pindah ke sekolah kebutuhan khusus. Hal ini merupakan hal yang membuat Aya sedih pada awalnya namun ia tahu ia masih bisa ditemani oleh sahabat-sahabatnya yang selalu mensupport kondisi kesehatannya yang semakin memburuk.
saya saja dibuat menangis menonton film dorama jepangnya yang berjudul 1 litre of Tears (Asli itu film sedihh banget!) Kalo saya berada di posisi Aya akankah bisa sekuat dan setegar itu? *Sedihhh >___<
Lanjutan dari 1 Liter of Tears. Buku ini berisi kumpulan surat yang ditulis oleh Aya untuk ketiga teman sekolahnya. Tentu saja bisa dibaca terpisah dengan buku sebelumnya, tapi akan lebih baik kalau membaca buku pertamanya dahulu baru buku ini, lebih 'masuk' feel-nya.
Awalnya, isi buku ini lebih kepada tulisan-tulisan Aya yang menceritakan hidupnya sehari-hari di asrama sekolah khusus. Surat-surat Aya ditujukan kepada ketiga temannya semasa di SMA. Namun seiring dengan hari yang terlewati, surat-surat Aya membuat kita memahami daya juang seorang Aya Kito. :)
Bagus sih, tapi mungkin sedikit membosankan. Tapi dari surat-surat Aya ke temannya terlihat sekali bahwa dia gadis yang tegar. Dia tidak memperlihatkan kesakitan dan penderitaannya didalam suratnya. Walaupun dalam keadaan sakit dia tetap tabah dan terus berusaha untuk sembuh.
Surat-surat Aya untuk ketiga sahabatnya. Menunjukkan ketegaran dan usaha keras Aya untuk tampak baik-baik saja. Kupikir kalau surat-surat dari teman-temannya dilampirkan juga akan tampak lebih 'hidup', tapi mungkin ada alasan untuk tidak mencantumkannya.