Prolog (bukan bagian dari cerita Miiko) Pada abad 20 yang lalu, ada seorang anak kelas 1 SMP yang senang membaca apa saja.
Pada sebuah majalah remaja cewek yang ngetop masa itu, ada artikel tentang remaja2 di Jepang yang menuliskan nama cewek/cowok yang ditaksirnya di bagian dalam lengannya. Lalu tulisan nama cewek/cowok taksiran itu ditutup dengan plester. Nanti cewek/cowok yang ditaksir itu bakalan naksir kita juga, katanya.
Ah-ha! Anak SMP yang senang membaca itu jadi dapat inspirasi. Dia menuliskan nama cowok taksirannya di lengan sebelah dalam, ditutupinya dengan Band-Aid, dan pergi ke sekolah dengan deg2an. Bertemulah dia dengan si cowok pujaan... dan segudang teman2 lain yang ga henti bertanya,
"Tangan lo kenapa, tuh?" "Kok bisa sih tangan lo luka di bagian itu?" "Kemaren pas tawuran, lo nangkis bacokan dari anak SMP dekat pasar... Kok yang luka tangan bagian dalam?" "Gigitan nyamuk bisa bikin korengan, ya?" "Mendadak bisulan yaaa???" "Wiiih... plesternya keren, agak2 transparan gitu. Beli di mana?" "Lo ngumpetin tato bunga mawar ya?"
Siakek! Semprul! Nyebelin! Norak banget ni anak2! Dasar pada ga punya wawasan global! Ga gaul, beraninya cuma sama anak2 SMP dekat pasar! Emangnya cewek keren hobi baca buku yang kadang2 ikut tawuran ga boleh jatuh cinta, apa???
What I learned from Hai Miiko 18 (akhirnya!) Nggak bisa enggak, saya jadi inget fragmen masa lalu saat saya hanya dua tahun lebih tua dari Miiko dan teman2nya. Antara naksir cowok sekaligus malu kalau ketahuan. Masa2 ketika kita punya rahasia yang berasa pentiing banget. Masa2 ketika kita cemas sekaligus tak sabar menghadapi masa depan. Masa2 saat sahabat setia adalah aspek paling penting dalam hidup...
Masa yang kalau sekarang dipikir2, bisa bikin kita malu lagi, mungkin agak menyesal, atau bahkan terkekeh-kekeh...
semuanya deh menarik. Mulai dari kisah Miho yang memberikan cokelat ke Tappei, Mamanya miiko hamil, dll
Tapi yang paling aku suka adalah saat temannya Miiko meramal jari tangan.
awalnya dia menyuruh kenta memilih satu jarinya Yukko. Dan Kenta pun memilih jari telunjuk Yukko.
Katanya,itu berarti Kenta cuma suka sama Yukko, nggak lebih, hehe.
Kalo memilih ibu jari, artinya cinta, Telunjuk = sangat suka, tengah=suka, jari manis= tidak suka, kelingking = benci.
Miiiko pun semangat pengen coba juga. tepat waktu itu Tappei masuk ke kelas. Langsung ajja deh Miiko meminta Tappei memilih jarinya. Dan santainya Tappei memilih Ibu jari tanpa maksud apa-apa.
Jelas ajja satu kelas jadi heboh semua dan mengolok mereka berdua. Muka Tappei sampai merah banget, hihihi ><
Berharap satu komik full dengan adegan mesra Tappei - Miiko. <--- my favourite couple!!!
Paling suka bab Ramalannya Tepat! Aduuuh, Tappei-nya manis banget. Bikin gemes. Cokelat Aneh juga bagus. Secara, ada Miiko-Tappei-nya. But, kasihan sih si Miho tapi ah biarin deh! >.<
Secara keseluruhan, komik ini tetap asik buat dinikmati.
Suka cerita: - Cokelat Aneh -> Kasian sama Miiko di sini yang sedih karna Tappei lebih akrab sama Miho dan ga ngata-ngatain Miiko lagi. Untung akhirnya Tappei balik lagi usil sama Miiko X))
- Yoshida Ganti Penampilan -> kasian Yoshida sampe ganti penampilan jadi gawl abis biar Miiko perhatiin dia.
- Ramalannya Tepat -> OMG, INI SWEET ABISSS. Ini dialog favorit: Tappei: "Kau betul-betul pergi ke Osaka ya.." Miiko: "Mama bilang untuk kehidupan yang baru aku dan Mamoru sudah besar pasti bisa mengerti, katanya..." *nangis* Tappei: "Aku... akan pergi menemuimu!" Miiko: "Betul nih?" Tappei: "Kan cuma 2 jam 36 menit!"
SWEET BANGET KAN YAAA, HARUS DIBACA SENDIRI DEH. INI BACANYA AJA SAMPE GULING-GULING. Tappei :'''')))))))))
komik ini selalu ada dalam laci meja kantor gue, untuk dibaca saat kepala udah mau pecah gara2 deadline.
mau dibaca berapa kalipun, buat gue cerita miiko selalu menyenangkan. belum lagi karakter miiko yang lovable dan ga menyebalkan kayak nobita makin bikin gue menikmati buku ini.
tadi malem akhirnya dapet juga yang no.19 tapi karena di GR belum ada yang upload, dan gue lagi sangat2 males, nunggu orang lain masukkin aja deh, hahaha.
yang pasti, mau sampai no berapa pun pasti gue ikutin terus. tapi walau adeknya dan lahir, dan dah bisa duduk segala, kenapa miiko ttp kelas 5 yaa,hehehe.
Miiko dan Mamoru salah sangka! Karena menguping pembicaraan orang tua mereka yang membicarakan sesuatu, mereka jadi mengira kalau Papa akan dimutasi ke Osaka. Miiko sudah kasitau ke teman-temannya dan mereka jadi sedih. Mereka cari cara supaya Miiko tidak usah pindah, yaitu Miiko dan Mamoru bisa tinggal di rumah Nenek di Tokyo, sedangkan Papa dan Mama saja yang pindah ke Osaka. Mereka semua sudah bersepakat dan mengatakan itu pada orangtua Miiko. Tau gak, ternyata bukan pindahan, yang didiskusikan Mama dan Papa waktu Miiko dan Mamoru nguping adalah mengenai Mama yang sedang hamil adik mereka! Hahahaha ya ampunnnnn, salah sangkanya jauh sekali XD
Kadar ke-uwu-an Tappei dan Miiko makin bikin senyum-senyum sendiri :3 Mulai dari ramalan sampai kabar Miiko bakal pindah ke Osaka ≧◡≦. Liat Tappei yang salting terus, jadi pengen cengcengin hahaha XD
Di vol.kali ini juga Miiko bakal kehadiran keluarga baru. Udah pernah baca di best selectionnya sih ^_^
Seperti biasa, komik ini slalu bkin aku bahagia bacanya. Di volume ini paling suka chapter "Cokelat Aneh" bagian awal dan akhir krna di chapter itu momen antara Miiko-Tappei gemes polll😫🤏🤏💛
Huehehe, gara-gara tugas karangan Mamoru dari sekolah, Miiko tiba-tiba bersikap baik layaknya seorang kakak pada Mamoru agar ditulis yang baik-baik dalam tugas karangan itu (Episode: Aku ini kakak!). Selain itu cerita yang saya suka Yoshida ganti penampilan?!. Demi mendapat perhatian Miiko Yoshida rela berpenampilan trendi! Dengan dibantu Marichan menata rambut dengan gel dan memilih baju-baju trendi.
Paling kocak dan manis pada bagian "Ramalan Tepat?! (bagian awal)" pas Miiko minta Tappei pilih satu jari dari lima jari tangannya. Tappei pilih ibu jari yang berarti .... sesuai dengan ucapan Uranai si peramal kelas Miiko yang berkata "Tiap jari mewakili perasaan manusia" yang dipercayai teman-teman terdekat Miiko. Bagian yang membuat saya senyum-senyum sendiri dengan gelinya haha. Komik yang menghibur.