Maudya Wirasesa, aktris A-list yang selalu menempati trending topic, disukai oleh netizen berkat perannya di film bersama Ragil Adriano, hingga netizen menjuluki mereka sebagai Nation’s Favorite Couple.
Handi Fachriansyah, psikolog dan presenter program acara kesehatan mental ‘PsyLife’, berhasil mencuri hati netizen sebagai idola baru kaum hawa berkat ketampanan dan kepiawaiannya dalam memahami perasaan orang lain. Namun, bagaimana jika Handi tidak hanya mencuri hati netizen, tetapi juga hati Maudya Wirasesa?
Sayangnya, netizen tak menyukai kedekatan mereka. Netizen lebih menginginkan Maudy tetap bersama Ragil, dan menyingkirkan Handi dari fantasi mereka terhadap Maudy dan Ragil.
Lantas, apakah Maudy dan Handi harus merelakan cinta mereka demi mengikuti kemauan netizen? Atau justru rela dibenci demi kehidupan yang mereka inginkan?
“Luka di tangan dan kaki itu adalah contoh dari luka fisik. Kita bisa melihat wujudnya. Kita bisa melihat dampaknya bagaimana— “Tapi rasa trauma yang ditinggalkan, itulah salah satu bagian dari luka batin. Apa kita bisa melihat wujudnya? Enggak bisa. Dan sebagian orang, well, let’s say, tidak cukup beruntung untuk menyadari luka batin yang mereka miliki. Percaya atau tidak, luka batin kita itu lebih banyak dialihkan. Ada yang bisa tebak apa contoh sederhananya dalam dunia nyata?” (Hal 55). . Selesaiiiii! Dan sukaaa 🤩🤩🤩. Ini novel pertama Kak Niallgina yang aku baca. Cukup suka cara berceritanya, lucuu pasti, manis, hangat, bikin gregetan juga bikin sesak. Halaman awal sempat bikin aku ragu, (karena aku bukan penggemar novel yang bahasanya campur) tapi ternyata aku nggak salah pilih bacaan 🥰. Ada sih beberapa bagian yang bikin gimana gitu tapi tetap nggak mengurangi nilai cerita. Novel ini bercerita tentang Maudya Wirasesa, aktris A-list yang selalu menempati trending topic, yang disukai oleh netizen berkat perannya di film bersama Ragil Adriano. Tentang Maudy yang lebih suka menyebut dirinya sebagai boneka alih-alih artis papan atas. Tentang bagaimana luka batin bisa terbentuk. Tentang jangan menelan mentah-mentah semua yang kita dengar, jangan buat asumsi sendiri tanpa tahu kebenarannya, jangan sebarkan asumsi yang kita buat. Tentang terkadang kita terlalu fokus mengabadikan momen dibandingkan menikmati momennya. Tentang kunci. . Aku cukup suka dengan Maudya tapi juga gregetan dengan kesabarannya menghadapi Farras. Aku cukup suka Handi, cara dia mengingatkan Maudya agar jangan larut dengan apa yang sudah berlalu. Semoga kita dijauhkan dari cowok macam Farras 😖. Pokoknya kalau suka romance stranger to lover jangan lupa baca ini yaa 😊. Ada rekomen novel stranger to lover yang lain? . “If only they knew that schizophrenia is like the cancer of mental ilness. Kalau aja mereka paham, mungkin mereka akan merasa kasihan dibandingkan takut. Enggak bisa bedakn mana fantasi dan realita, gimana kira-kira rasanya?” (Hal 126). . “Ada beberapa orang yang menemukan kebahagiaan dengan kontribusi terhadap sesama.” (Hal 127). . “Maudya, tidak berjodoh itu karena ada pemilik kunci yang lebih tepat untuk hati kita. Saat gembok dan kunci yang bukan pasangan dipaksa untuk dibuka, bukan pintu yang berhasil terbuka, melainkan dua-duanya justru jadi rusak. Dan saat dua hati dipaksa untuk bersama, bukan bahagia yang didapat, melainkan dua-duanya jadi terluka.” (Hal 188). . “…. Hanya karena luka batin tidak terlihat, bukan berarti luka itu tidak ada. Kita bisa mengalihkan perasaan kita, tapi bukan berarti perasaan itu hilang begitu saja. You know, our mind is like an iceberg. Apa yang terlihat di permukaan itu mewakili alam sadar kita, our concious mind. Tapi di bawah permukaan itu, kita sebenarnya masih memiliki alam bawah sadar. And it goes deeped that what we can see. Ketika kita berusaha menekan emosi itu, artinya kita menekannya dari alam sadar kita ke alam bawah sadar.” (Hal 56).
Nation's Favorite Couple, Nation's Philanthropist Couple. Aaaa gemes banget Maudy Handi 😍😍
Menceritakan Maudya Wirasesa, seorang aktris yang sering menempati trending topic, disukai oleh netizen berkat perannya. Berkat film yang diperankan bersama dengan Ragil, Maudy dan Ragil harus mengikuti settingan sebagai pasangan. Dan Farras aka Ayas, CEO Ruang Didik adalah pasangan sesungguhnya Maudy yang selama ini tidak terekspos publik. Perkenalannya dengan Handi, seorang psikolog bisa dibilang natural, tidak dibuat-buat. Saya suka sama part Maudy dan Handi beserta teman-temannya pergi ke daerah Baduy, seakan ikut liburan dan jadi sedikit paham adat-adat di sana. Meskipun kalo dipikir-pikir agak seperti terlalu cepat Handi mengajak Maudy pergi dengan status mereka sebagai stranger. Farras Soraya bener-bener udah gila sih, temen satu circle tapi ga gitu jugaaa. Duhh semoga dijauhkan dari orang-orang manipulatif seperti mereka. Saya suka Maudy yang tiba-tiba ada di apartemen Farras tanpa menghidupkan lampu. Itu telak sih buat Farras. Hidup Maudy sebagai seorang aktris, tidak lepas dari gosip, fitnah yang bisa muncul dari mana saja, even orang yang sudah dipercaya sekalipun. Kedekatan Maudy dengan Handi juga berimbas pada karier Handi. Fans fanatik dari pasangan sebuah peran, hingga meracuni, tidak suka dengan kedekatan idolanya dengan orang lain itu emang gila sih, tapi nyata. Ikutan patah hati pas Handi bilang ke Maudy bilang dunia mereka tidak sama 😭 dan lagi -lagi karena Farras, perkataan Farras melukai pride Handi. Ahhh. Dan kejadian di Greys Brewery cabang Bali, agak dejavu dengan pertemuan pertama mereka. Meskipun agak terkesan dipaksakan tapi yaudahdeh gapapa, yang penting Maudy Handi-ku berlayar 😍😍 hahaha
Baca ini lumayan cepet, novel kedua kak Niallgina yang dibaca, bukan semata-mata karena jalan ceritanya, tapi karena akun perlambe-lambean yang semakin lama semakin edan. Agak deg-degan setiap pergantian bab, kaya takut sama gosip apalagi habis ini dari mereka. Jadi lumayan tahu hal-hal di belakang layar para aktris. Darimana gosip itu beredar, kenapa tiba-tiba yang jadi peran di satu film diganti. Maudy kayaknya tipe orang yang menganggap semua orang baik, ga merasa bahwa sedang dimanfaatkan atau ada orang lain yang menusuk dia. Dan gemes banget sama Farras, udah dibantuin jadi CEO Ruang Didik, tapi memperlakukan Maudy kaya gitu. Ahh. Soraya? Katanya temen baik, tapi yahh. Sama Handi aja dia sempet agresif. Dan of course, saya suka karakter Handi, apalagi pas di part Handi ketemu sama papanya Maudy. Tipe lelaki yang bisa mencari obrolan menarik dengan mertua. Meskipun ada sedikit part Khansa dan Andina, tapi Handi tidak banyak drama. Malah Handi beliin jam yang sama dengan Khansa biar ga cemburu. Ahh gemesss sih hahaha Ohh untuk Dian, dia adalah gambaran netizen yang tiba-tiba melempar gosip trus pas diusut dia hanya akan minta maaf.
-Hanya karena luka batin tidak terlihat, bukan berarti luka itu tidak ada. Kita bisa mengalihkan perasaan kita, tapi bukan berarti perasaan itu hilang begitu saja. You know, our mind is like an iceberg. Apa yang terlihat di permukaan itu mewakili alam sadar kita, our concious mind. Tapi di bawah permukaan itu, kita sebenarnya masih memiliki alam bawah sadar. And it goes deeper than what we can see. Ketika kita berusaha menekan emosi itu, artinya kita menekannya dari alam sadar kita ke alam bawah sadar. Page 56 -Ada baiknya kamu menyaring dengan siapa kamu berteman mulai dari sekarang, karena tidak semua orang akan membalas perbuatan baik kamu dengan perbuatan baik juga. Beberapa orang hatinya tertutup dan memilih untuk membalas air susu dengan air tuba. Page 154 -Maudya, tidak berjodoh itu karena ada pemilik kunci yang lebih tepat untuk hati kita. Saat gembok dan kunci yang bukan pasangan dipaksa untuk dibuka, bukan pintu yang berhasil terbuka, melainkan dua-duanya justru jadi rusak. Dan saat dua hati dipaksa untuk bersana, bukan bahagia yang didapat, melainkan dua-duanya jadi terluka. Page 188
Jatuh cinta sama Handi, sama pemikiran dan leluconnya. ( I Love Him at the first meet)
Meet Handi, seorang psikolog yang hidupnya dibelakang layar, mendapat tawaran menjadi pembicara kesehatan mental di TV nasional. Namanya melejit dan ketenanganpun hilang. (Ada minusnya juga beliau, tapi udah minta maaf. Readers maafin kan?🤭)
Meet Maudya, aktris papan atas, langganan berita 'lambe ceunah' rumor dan fitnah sudah tak terkendali. Semenjak ada Handi, Maudya punya sosok penasehat yang bisa diandalkan.
Awalnya alur agak ketebak, tapi keakhir dar der dor, makin panas konfliknya.
💕Aku suka ups and down tiap karakter, berasa realistis. 💕 Suka storytelling penulis yang menyelipkan kata-kata bijak lewat tokohnya. 💕 Suka penyelesaian akhir konflik. 💕 Aku suka bagian tracking ke Suku Badui. 💗 Last but not Least, suka semua pembahasannya. Ilmu psikologi ada. Bijaksana bersosial media juga bisa diambil pelajaran.
Di era digital, penerbit berita semakin beragam, pilihlah yang punya kredibilitas. Jangan mudah termakan judul palsu, bedakan rumor, opini dan fakta.
⚠️Triger Warning : Cheating
Aku terhibur banget baca kisah mereka. Highly Recommended!
Reviu lebih niat menyusul~ Sekarang cuma mau bilang, aku menikmati tulisannya, tapi eksekusi ceritanya masih bisa dipoles. Aku juga bersyukur karena teknisnya agak rapi, bikin trauma beberapa cetakan GPU tuh beberapa waktu terakhir.
Maudya Wirasesa seorang artis yang sedang naik daun, dan bersama pasangan mainnya di sebuah film, Ragil Adriano, dinobatkan sebagai Nation's Favorite Couple. Banyak yang mengidolakan mereka, dan berita bahwa keduanya benar memiliki hubungan sudah menjadi santapan umum di media. Bisa terhitung dengan jari tangan yang mengetahui pacar Maudya sesungguhnya adalah Farras, CEO Ruang Didik, sebuah platform pendidikan.
Maudya dan Farras telah berpacaran selama enam tahun. Bahkan Maudya berperan sebagai pemodal utama untuk start-up Ruang Didik yang didirikan oleh Farras. Tapi ketika Maudya mengajukan rencana pernikahan ke Farras, selalu ditolak dengan berbagai alasan oleh Farras. Di saat bersamaan, hadirlah Handi Fachriansyah, seorang osikolog dan presenter acara berbasis psikologi. Pertemuan tanpa sengaja berlanjut ke pertemuan-pertemuan berikutnya. Maudya tidak menampik bahwa dia tertarik dengan Handi, tapi dia tetap berusaha menjaga hati untuk Farras. Hanya saja, enam tahun hubungan mereka menjadi sia-sia karena Farras ternyata berselingkuh dengan Soraya, salah satu teman dekat Maudya yang juga seorang artis.
Saat pertama kali melihat novel ini, saya sempat berpikir kalau ini novel terjemahan. Sampulnya mengingatkan saya pada series Crazy Rich Asian- Kevin Kwan. Ternyata novel ini masuk dalam lini metropop dari GPU. Membaca beberapa halaman pertama yang bertaburan kalimat dalam bahasa Inggris, mengingatkan saya pada karya penulis yang buku-bukunya banyak diadaptasi menjadi film layar lebar belakangan ini.
Ceritanya mengalir dengan cepat, beberapa penjelasan terkait psikologi dan kesehatan mental menjadi nilai tambah bagi novel ini. Saya suka dengan karakter Maudya, yang tangguh dan lebih mengutamakan logika. Bagian terbaik dari novel ini menurut saya adalah ketika Maudya bisa memahami dan menyikapi kelakuan para pria yang pernah ada di dekatnya dengan dewasa.
Btw, kalau masih belum puas dengan Uda-Uya, ada lanjutannya di IG-nya Niallgina
Wow, aku beneran namatin dalam semalam? Astagaaa. Tapi emang bukunya page-turner plus aslinya kesel aja sih, sama akun lambe-lambean dan sensasi medsos yang bikin darting. Gedeg banget, lah.
Kesan pertama pas baca; tulisannya enak buat dibaca. Terus sempet mikir pas baca blurb, kalo emang Maudya udah jadian sama Uda, terus nanti alur dan konfliknya bakal berkembang ke arah mana? Ternyata, start-nya nggak dimulai dari situ dan aku cukup puas dengan jungkir balik hubungan asmara Maudya. Beneran, kalo bangunannya nggak anti badai udah bye beneran kali, ya.
Ilustrasi sampulnya kelihatan mewah gitu, ya, eh apa sih istilahnya. Pokoknya berkelas gitu, lah, tapi ternyata sosok Maudya sendiri malah enjoy aja diajak ke tempat-tempat yang kalo orang lihat bakal refleks bilang, "eh, serius dia di situ?" dan thanks to penulisnya nggak bikin banyak drama atau sifat menye di diri Maudya. Well, menye atau manja sekalian nggak masalah sih, toh dia begitu ke mas pacar.
Hal yang aku syukuri lagi, voice Uda nggak meleber. Yah, ada beberapa bagian yang intinya kayak serius dia begitu? Tapi kayaknya karena (lagi-lagi) pemilihan dialog tag/dialog aksinya aja, kebanyakan oke. Aura cowok cool udah ada, kalo dingin? Hmmm kayaknya enggak ya, toh dia dalam ranah profesional juga bisa hangat ke klien. Kalo karakter Maudya nggak ada yang kukomentarin, sih, kayaknya ya udah pas aja.
Ini mungkin bagian yang agak sayang aja ya, kayak kenapa para villain nggak dikasih background lebih proper. Pas aku pikir ulang ada 2 kemungkinan, karakter ini emang diciptakan jahat gitu aja (no reason) atau emang berengsek dari lahir aja, sih, tapi kependem jadinya pas blangsak nggak bisa ditolerir begitu.
Btw, kemistri Uda sama Uya ini gemesin banget, plislaaaah, lama-lama kugelundungin juga ini bumi >.< oh iya, yang demen sama cerita sat-set, kayak langsung kelihatan dampak dari perbuatan buruk alias karma, baca ini, deh, rasanya puassss banget hahahaha.
Ps: buat akun @.tukangfitnah, semoga cepet tobat lu, ye, sebelum jempol lu keriting!
Ceritanya seru jadi pengen cepet-cepet baca tanpa jeda, karakternya "kalangan atas" tapi konfliknya sangat mungkin terjadi di kita-kita tapi semoga kita dijauhkan yaa dari laki mokondo macem Alfaras.
Ada beberapa part yang bikin geleng-geleng sedih tapi karena dibawakan lucu jadi yaa ketawa-ketawa aja, kaya hidup aja getir tapi tetep aja kita bisa lewatinnya haha.
Cocok banget dibaca pas weekend biar langsung kelar dan gak penasaran .
Selamat baca Trending Topic emosinya jatuh bangun banget. Sebentar ketawa, senyum-senyum salting eh, sebentar lagi udah dibuat kesal sama beberapa tokoh di dalam novel ini.
"Saya coba sampai mana saya bisa. Kamu boleh menyerah sama saya di tengah jalan, tapi saya enggak akan membuat kamu menyerah begitu aja. Kamu boleh ambil satu langkah mundur, tapi saya akan ambil dua langkah maju untuk kamu. Biar saya berjuang sendirian, asal kamu yang saya perjuangin." —Handi, Hal. 217
Makin bertambah aja daftar pria bendera hijau di daftarku. Handi is THE standard. Haha, semuanya aja ku sebut begitu :D
Trending Topic berkisah tentang Maudya Wirasesa, seorang aktris papan atas yang hidupnya selalu masuk ke dalam trending topic. Setiap tingkah, laku, dan ucapan, pasti jadi sorot media dan warganet. Dia lalu bertemu dengan Handi Fachriansyah, uda asal Padang, seorang psikolog yang mengisi acara kesehatan mental 'PsyLife' di televisi.
Buku ini memperlihatkan betapa glamor sekaligus njelimet dunia selebriti. Tak terkecuali sadisnya ketikan warganet, cyber bullying & harrasment, etika psikolog, dan etika wartawan, kerasnya dunia artis sampai orang terdekat justru bisa jadi musuh tak terlihat, semua numpuk jadi satu di sini. "Panasnya" ini buku mulai kerasa setelah bab 20 ke atas (total ada 28 bab + prolog + epilog). Saking panasnya sampai gerah banget. Kesel sama semua orang. Fitnahnya nggak habis-habis, boo. Sukses penulisnya menggonjang-ganjingkan perasaanku :""
Di sini nggak hanya bahas soal dunia artis dan segala dinamikanya, tetapi sisi psikologinya juga. Beberapa adegan Handi saat mengisi acara PsyLife ditampilkan detail di buku ini.
Balik lagi ke hal yang kesel dan gerah, buku ini mengajarkan bahwa semua hal yang ada di internet dan akun-akun lambe nan anonim itu bisa jadi hanya fitnah. Makanya, penting untuk melihat dari dua sisi dan cover both side.
Yang aku suka dari buku ini adalah tektok Maudya dan Handi. Mereka itu bisa manisss banget, ngeselin banget, bahkan bisa bikin ketawa karena jokes Handi dan segala kebetulan yang mereka alami. Misalnya pas lagi di mobil, terus dengerin radio, eh radionya malah bahas hal yang bikin kikuk yang dialami Maudya maupun Handi. Apalagi pas Maudya dapat naskah yang sesuai dengan yang dia alami, haha. Ini keselnya beneran pool, wkwk.
Bagian mereka hiking ke Baduy Dalam yang menjadi turning point hubungan Maudya dan Handi, manis banget. Lalu, pas ke Bali lihat pantai itu double impact dari pas di Baduy Dalam. Bener-bener sukses bikin aku gemes sendiri hihi. Dan tokoh Handi, male lead-nya, nggak dibuat greenest among green flag. Sangat realistis menurutku pas menjelang akhir. Dia bisa salah, bisa khilaf, bisa cemburu, tapi yang terpenting adalah mau minta maaf, menyesali, dan menjadi lebih baik. Karena biasanya male lead di novel romance kalau nggak green flag banget ya red flag banget, tapi Handi ini sungguh manusiawi sebagai pria green flag.
Sedikit highlight, seperti biasa kalau menjelang akhir, selalu dibuat serba cepat. Andrian, Ragil, Farras, Soraya, kek langsung udah dibuat selesai aja. Terus aku kadang bingung dengan panggilan Farras > Ayas, Soraya > Aya, Maudya > Uya yang tiba-tiba ada gitu. Maksudnya nggak dijelasin dulu awalnya kenapa panggilannya demikian. Lalu, narasinya kadang Farras kadang Ayas. Dan kenapa disebut Uda Uya couple ini? Uya kan sebenarnya panggilan Farras untuk Maudya, sementara Handi nggak pernah panggil Uya (kalau Maudya panggil Handi, Uda). Aku nggak tahu mungkin ada backtrack story nama couple ini saat masih dalam bentuk wattpad karena aku hanya membaca versi GPU ini.
Akhir kata, Trending Topic adalah buku yang bikin rollercoaster in good way. Aku suka buku ini bahkan diselesaikan hanya dalam 1 hari saking semangat dan page turner-nya. Dan aku sukaaaaa banget sama desain sampulnya. Cantik warnanya, cantik gambarnya, pokoknyaaa suka.
Ps. Selamat untuk debut bukunya. Akan meluncur menuju instagram untuk membaca additional story dari Maudya dan Handi, our philantrophy couple ♡
Berhubung aku pernah baca tulisan penulis dengan cerita yang berbeda di Wattpad, aku merasa pas baca novel ini ... kurang kenyang?
First thing first, novel ini menyenangkan. Tokohnya bekerja sebagai artis dan satunya sebagai psikolog. Tokohnya kalangan atas tapi konfliknya sungguh sangat membumi, membuat kita bisa bilang, "Oh, manusia old money nan terkenal kayak Handi dan Maudy aja bisa patah hati kayak kita, ya?"
As a psikolog, Handi diajak jadi host sebuah program televisi, Psylife. Di sini, dibedah tentang psikologi sederhana yang banyak kita temukan sehari-hari. Bahasa yang dijelaskan Handi--atau penulis--disajikan dengan ringan tapi mengena. Juga dunia perartisan yang kejam, dengan para netizen yang maha benar.
Salahku, dua buku yang kubaca sebelum ini memiliki premis yang hampir mirip dengan Trending Topic. Yang satu, tokohnya artis yang digosipkan dengan artis lain tapi pacar aslinya disembunyikan biar gak digoreng netizen, yang satu membahas perselingkuhan tapi terekspos ke dunia luar adalah si mantan pacar dan si selingkuhan seolah dipertemukan oleh si korban. Jadi aku agak kurang semangat mengikuti kasus Maudy yang hampir mirip, aku lebih semangat lihatin Uda sama Uya manis-manisaan, tolooong 😂
Uda Handi jelas one of kind, aku yakin dia ganteng, udah gitu kaya, baik hati dan tidak sombong, juga tipikal cowok gentleman yang nggak segan memperlakukan perempuan bak dia manusia paling berharga di muka bumi. Bisa-bisanya dia dengerin curhatan Maudy dan ngajak Maudy refreshing demi menghilangkan penatnya padahal mereka baru kurang dari lima kali ketemu? Maka nikmat Tuhan manalagi yang kamu dustakan?
Sayang aja dia nggak nyata :')
As I said, buatku novel ini "kurang kenyang". Kayak kamu ngunyah makanan tapi nggak 32 kali, cuma 10 kali. Padahal kalau dikunyah 30 kali mungkin akan terasa nikmatnya karena aku menghayati makannya. To be honest, aku bilang gini karena aku pernah baca cerita penulis dan aku tahu bagaimana dia menjahit sebuah cerita: rapi, pelan tapi pasti dengan clue-clue yang menggiring alur dengan baik. Yah, karena hasil editing juga kali ya? Meski bagiku ada beberapa bagian yang sebenarnya bisa dibridging dan ditambah bumbu supaya "makan"-nya lebih enak.
Yang agak ganjel lainnya, kemana Ragil dan Ardian di akhir-akhir? Seolah ngilang gitu aja, tanpa minta maaf ke Maudy. Penyelesaian kegalauan Handi yang menurutku agak buru-buru juga. Dan yang paling ganjel dan yang paling penting dan yang paling aku inginkan tapi gak ada di novel ini: toloooong, aku butuh scene mereka tunangan! 🤣
Saya lagi baca novel lain, baru di halaman 118 sih. Tapi mata ini ga tau kenapa sering memandang Trending Topic yang terpajang di Rak buku. Saya kan penasaran yaa sama Trending Topic versi novel tuh gimana isinya. Saya cobalah bacanya se Bab. Ehh terlalu menikmati sampe ga sadar selesai baca ini dalam kurun waktu 3 hari (5 jam/hari). Orang lain mungkin cuma butuh 1 hari saking page turning-nya cerita ini. Tapi saya masih butuh istirahat (sedang belajar mengurangi waktu begadang), makan, mandi, kerja dan ibadah. Trending Topic cocok sekali untuk menemani hari liburmu🤍
Memutuskan ikut PO karena sejatuh cinta itu dan baca beberapa kali ceritanya di Wattpad. Dan waktu Kak Gina spoiler promosi di IG, sempet nebak juga bakal terbit dan sama GPU karena cerita ini cocok bgt masuk metropop GPU.
Cukup, curhat alesan beli bukunya dan mau review isi bukunya. Selesai dalam satu kali baca dan memutuskan ngasih bintang 4 karena sejujurnya lbh suka versi Wattpad karena lebih dapet menurutku, krn yg di buku tiba-tiba yg setelah jadian udah masalah ini masalah itu kayak buru-buru banget.
Aku gak bilang ini gak bagus, tetep seru uda sama uya cuma permasalahan mereka kayak jadi tiba-tiba banget, kurang kerasa gregetnya. Apalagi yg masalah mamanya jatuh, itu sebelumnya aku ngerasa dapet banget kenapa Handi sampai emosi krn emg dari sebelumnya kena mulu tp di novel kayak semuanya tiba-tiba muncul masalah dia kena sidak dari tim yg mau dicabut izinnya.
Mungkin krn sebelumnya sempet baca wattpad kali ya, klo di wattpad kan adiknya ada masalah jd kyk semuanya ngena dan nggak buru-buru juga jatuhnya tp yg di buku kayak tiba-tiba banget masalahnya muncul but its okay mungkin krn proses editing novel juga.
Aku tetep jatuh cinta sama uda n uya dan buat semuanya JANGAN LUPA BACA AIDAN N AIRA ANAK UDA SAMA UYA DI IG KAKAK AUTHOR Y KRN GEMES SEKALI HEHEHEH.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Karena sudah pernah baca versi wattpad, mungkin versi buku lebih diringkas dan lebih cepet alurnya. Menurutku, lebih banyak bagian Maudy ketimbang Handi di versi buku, membuat pembaca lebih banyak tahu dunia Maudy. Padahal aku suka bagaimana Handi yang ragu, bimbang, dan ngeselin kayak waktu dia ngelamar Maudy untuk pertama kalinya. Rasa deg deg an ketika baca itu tetap ada. Keseruannya masih aku rasakan tiap konflik muncul. Tapi banyak sekali part yang disayangkan tidak masuk ke buku. Meski begitu, punya buku fisiknya tetap menjadi yang paling menyenangkan karena bisa peluk langsung hehehe. Sukses selalu Kak Niallgina🥰🥰💗💗
“Makan apa kamu?” “Hujatan netizen.” “Pantas. Saya gendong kamu berasa mikul dosa.”
actual rating: 3.5/5
Zaman sekarang tuh, makin sering lihat fenomena “jodoh di tangan netizen”. Netizen berlomba-lomba shipperin public figure, bahkan nggak jarang sampai nyinyir kalau lihat ada sosok lain yang mepet dan berpotensi bikin kapal yang ditumpanginya karam. Pokoknya, harus netizen yang merestui!
Duh netizen, kayak yang yakin aja deh kapal kalian bukan kapal gaib 🤭👻 [lah kok aku malah ikutan julid, ketularan Lambe Ceunah nih...]
Selalu menyenangkan bagiku membaca novel dari lini Metropop! Kali ini, lewat Trending Topic, kita kenalan sama Maudy, aktris A-list yang jadi couple kesayangan netizen sampai punya shipper “Raudy” bareng Ragil. Tapi, apa yakin mereka bukan settingan semata? 👀
Issue yang diangkat oleh Niallgina terasa sangat dekat dan dikemas dengan begitu nyata. Jujur sampai ngerasain mereka ini beneran asli saking seringnya kejadian-kejadian di buku ini ditemuin ketika lagi berselancar di media sosial 😂. Mulai dari akun julid, shipper fanatik, cocoklogi sana-sini, sampai kehadiran netizen yang bawa berita burung bersumber “Katanya sepupu cicit nenek temen SD gue” yang menyebar begitu aja dan langsung dipercayai sebagian orang.
Aku sangat menikmati buku ini! Entertaining banget. Yang paling pertama, narasinya ngalir jadi nggak berasa eh udah di pertengahan aja. Terus baca komentar netizen tuh menghibur meskipun sungguh di luar nalar 😂. Penggambaran dunia entertainment-nya menurutku sudah solid, aku bisa mengerti kenapa Maudy bisa ada di puncak karir, bahkan alasan Handi bisa mendapatkan spotlight tepat setelah kemunculannya.
Pengemasannya semakin menarik dengan menampilkan cuitan netizen juga trending topic beserta keywords yang muncul tepat setelah kejadian-kejadian yang menggemparkan publik! Kasian banget mereka nggak bisa leluasa karena pada kenyataannya nggak semudah itu untuk tidak memedulikan komentar orang-orang. Aku suka sisi ini, terasa realistis sebab nggak semua orang akan tahan jika setiap langkahnya diikuti oleh banyak mata yang siap menghakimi. Hanya saja menjelang akhir, aku merasa temponya jadi fast paced gitu yang mana terkesan terburu-buru.
Overall, Tending Topic tentunya nggak bisa dilewatkan begitu saja buat kalian pencinta Metropop. Melalui buku ini, kita diperlihatkan gimana sih jahatnya framing media bisa merusak hidup seseorang. Jadi netizen, kurang-kurangin lah ya jari-jari jahatnya, takutnya nanti kalau diambil tindakan hukum malah ketahuan beraninya cuma ngetik aja 🤐
Very sweet, enganging from start to finish, doesn't feel like reading a novel that comes from whatapp. I enjoyed Maudy's love life a lot! albeit we can predict some of things that happens in the book.
"Makan Apa Kamu?" "Hujatan Netizen" "Pantas. Saya gendong kamu berasa mikul dosa" (Hal.209) . 📽️Berawal dari wishlist dan menjadi salah satu bacaan di tahun 2024 yang menurut saya perlu kalian coba baca. Seru dan mungkin bagi beberapa pembaca terasa relate meskipun universe yang digambarkan seputar dinamika dunia para publik figur
📽️ Kisah bermula dari seorang aktris bernama Maudy Wirasesa yang kerap kali menjadi trending topic. Sosok ini menjadi semakin dicintai setelah perannya bersama aktor Ragil Adriano membuat keduanya dijuluki netizen sebagai Nation's Favourite Couple. Namun, apakah ekspektasi terhadap pasangan favorit nasional versi netizen ini akan tetap bertahan dengan kehadiran Handi yang merupakan psikolog dan presenter program acara kesehatan mental 'PsyLife' dalam hidup seorang Maudy?
📽️ Salut dengan siapa saja yang kemudian mengusulkan pergantian judul dari versi wattpad ke versi cetak yang berbeda. Judul yang digunakan pada saat naskah ini di publikasikan melalui Wattpad menurut saya juga cukup bagus, dan ketika naskah ini diterbitkan menjadi buku dengan judul yang berbeda, menjadi terasa lebih klop antara judul dengan isi bukunya!
📽️Fakta tentang Ragil membuat saya tercengang namun akhirnya terpikirkan bagaimana hal ini sebetulnya ada di masyarakat namun takkan lepas dari pro-kontra.
📽️ Saya menyukai bagaimana pertemuan Handi dan Maudy yang sekilas berbeda latar belakang namun tak lepas dari sorot kamera serta bidikan infotainment ini dinarasikan oleh kak Gina. Rasanya mengalir meskipun bahasanya semi baku. Mungkin, saya juga bersepakat dengan beberapa pembaca yang mengatakan bahwa teknik menulis kak Gina untuk Trending Topic ini terbilang cukup rapi. Demikian, namun saya merasakan beberapa bagian menghadirkan konflik yang rasanya muncul secara tiba-tiba, akan tetapi beberapa pembaca setia kak Gina di wattpad sangat membantu dalam menginformasikan bahwa pada versi wattpad, semua konflik yang muncul dijelaskan dengan detail sebabnya sehingga pembaca menjadi mengerti alasan dibaliknya. Bagi kami pembaca cetak yang tidak sempat membaca versi wattpadnya, secara jujur cukup menyayangkan alasan konflik tersebut muncul kemudian terpangkas. Meskipun begitu, saya pikir baik kak Gina dan editor telah berupaya sebaik yang dimampu dalam melakukan seleksi bagian yang perlu dimasukkan dalam buku (selain karena berupaya memangkas halaman untuk menekan biaya cetak). Terima kasih tuk pembaca setia kak Gina dan semua yang sudah terlibat dalam proses penerbitan naskah ini.
📽️ Secara pribadi, saya menyenangi novel ini karena berhasil memperkenalkan ranah yang dapat dijangkau seorang yang berprofesi sebagai psikolog. Edukasi versi profesi ini juga mengikuti perkembangan zaman, sehingga tidak lagi terbatas hanya di ranah akademik seperti perkuliahan dan seminar terkait kompetensi psikolog. Menurut saya pribadi, dalam beberapa novel yang menghadirkan tokoh dengan profesi psikolog, cukup banyak yang mendeskripsikan profesi ini terbatas dalam ranah pendidikan formal (dosen misalnya), dan praktisi (memberikan pelayanan psikologis berupa terapi kepada klien), bahkan jarang menghadirkan psikolog yang menjadi pembicara dalam seminar hihi. Mungkin bagi sebagian yang berkuliah di psikologi (bukan profesi) rasanya pekerjaan yang dapat dikerjakan oleh lulusan Psikologi terlalu meluas hingga sulit menemukan spesifikasinya, ataupun rasanya masih sulit memetakkan ranah keilmuan psikologi dan job desknya terutama di tanah air, sehingga menurut saya pribadi ini seperti berhasil menambah khazanah kita tentang ranah kerja psikolog. Profesi seorang Handi sebagai psikolog, juga kode etik yang mengatur, memberikan batasan, serta menetapkan wewenang pekerjaan psikolog pun dideskripsikan dengan baik sehingga nyawa Handi Psikolog terasa di naskah ini termasuk bagaimana ketika seseorang yang berprofesi sebagai psikolog melanggar kode etik. Good job, kak Gina!
📽️Pada beberapa bagian, saya masih mendapati cara kak Gina menuliskan penjelasan terkait teori dan hal yang bersinggungan dengan psikologi, masih dijelaskan dengan bahasa yang mungkin bagi teman-teman yang berkuliah di Psikologi rasanya familiar namun mungkin tidak selalu berlaku bagi teman-teman pembaca yang tidak berkuliah psikologi.
📽️Selain tentang profesi psikolog, kebiasaan ngehipper idola itu rasanya akan relate terutama dengan seseorang yang mengidolakan sosok publik figur (terutama idol dari berbagai negara) yang terkadang begitu menyenangi apabila idolanya dipasangkan kendatipun mungkin dalam kehidupan nyata mereka menjalin hubungan dengan seseorang yang bukan pilihan netijen. Saya pribadi merasa "ih ini gue banget" pas baca bagian soal Maudy-Ragil wkwk.
📽️ Cukup banyak yang menilai sosok Handi sebagai si tokoh fiksi green flag bahkan hijau hutan. Bagii saya pribadi, sosok Handi ini rasanya bisa merepresentasikan bagaimana manusia itu: takkan bisa sempurna. Alasan terkuatnya, mungkin karena tokoh ini walaupun tidak melanggar pasal dalam kode etik profesi Psikologi terkait hubungan antara klien dengan psikolog, namun memang beberapa bagian dalam novel ini secara tak sengaja membuat Handi seperti akan menjurus kearah sana. Juga, pada salah satu bagian, saya melihat bagaimana konflik yang terjadi pada saat praktik seperti menggambarkan bagaimana permasalahan dalam hidup memengaruhi performa dalam berpraktik kendatipun yang saya tahu selama ini bahwa psikolog berhak bahkan wajib rasanya untuk mengalihkan pemberian layanan apabila dirasa sulit untuk ia tangani (terkait kompetensi) dan kesadaran akan kondisi psikolognya pada saat itu.
📽️ Huru hara di dunia publik figur berhasil digambarkan dengan apik oleh kak Gina, termasuk dinamika serta emosi dari masing-masing tokoh. Demikian, namun pada beberapa bagian, menurut saya pribadi terasa berkembang menjadi kisah yang cukup dramatis namun serunya masih tetap terasa. Sepertinya kak Gina melakukan semacam riset akan hal ini? Atau ilmu observasi dan wawancaranya di bidang ilmu yang dikuliahi berhasil mengasah kemampuan mengamati dan meramu informasi terkait dunia publik figur?
📽️ Penyuka kisah romance dan kisah yang khas metropop, kalian harus coba baca novel ini!
"Ada baiknya kamu menyaring dengan siapa kamu berteman mulai dari sekarang, karena tidak semua orang akan membalas perbuatan baik kamu dengan perbuatan baik juga. Beberapa orang hatinya tertutup dan memilih untuk membalas air susu dengan air tuba." Hal 154 - Trending Topic Niallgina Penerbit Gramedia, 2024 Tebal 328 Halaman Pinjam di Perpusberjalan - "Handi menggeleng tak mengerti. Kenapa bisa ada pekerjaan yang tugasnya mengganggu privasi orang? Masih banyak topik lain yang pantas dikhawatirkan di negeri ini daripada hubungan asmaranya." Hal 268 - Woah, buku ini naikin mood banget. Seru. Dominan dialog di beberapa bab awal lebih didominasi bahasa inggris dan asyik. Aku pinjam buku kece ini di @perpusberjalan semua koleksinya menggoda iman. - Dibuka dengan Maudya seorang aktris papan atas yang menjadi trending topic panas karena memiliki hubungan asmaranya dengan lawan mainnya Ragil. Semua netizen bahagia karena keinginan mereka tercapai sebagai couple gol favorit. Sayangnya semua itu hanya gimmick semata, karena ulah netizen dan demi mendongkrak film yang dibintangi Ragil-Maudya. Kenyataannya Maudya memiliki kekasih yang juga merupakan entertain dan jelas bukan Ragil. Ragil pun tahu siapa kekasih Maudya. Hingga Maudya kesulitan untuk mengungkapkan sosok yang dicintainya ke publik. Netizen bisa sangat menggangu dan menyeramkan. Jempol mereka jauh lebih cepat dibandingkan cara kerja otak mereka dalam berpikir dan menelaah. - Kehadiran Psikolog tampan— Handi Fachriansyah, yang mengisi acara Reality show kesehatan menjadi trending topic berikutnya. Seolah ada takdir yang tanpa sengaja mempertemukan Maudya dan Handi. Maudya tanpa sadar nyaman saat berbicara dengan Handi hingga keengganannya pada kisah asmara yang berujung membuat jarak antara dia dan kekasih jadi sulit terbuka. Handi memberikan solusi pada Maudya dan selalu menjadi titik buntu akan komunikasinya dengan sang kekasih. Sampai satu kejadian membuat Maudya terkejut akan hal yang selama ini disembunyikan sang kekasih. Kepercayaan yang disalahgunakan - Konflik-konflik yang dihadirikan penulis sangat realistis seperti yang terjadi pada kehidupan aktris saat ini. Gimmick, perang antar netizen karena aktris idola, fitnah, konspirasi dan lainnya yang membuat kehidupan para aktris jadi bahan gibahan bak minum obat tiga kali sehari bahkan lebih. Karakter Handi yang berkharisma, ramah meski wajahnya kadang dingin, tapi berubah lembut di depan Maudya itu manis banget. Karakter Maudya sejak awal udah independen woman banget. Berkembang hingga akhir, cuma pikiran dia selalu ke distraksi sama sikap kekasihnya yang kadang ambigu. Sulit dihubungi, tapi bisa sangat luwes dengan pemeran perempuan lainnya. Tipikal bad boy sih pacar Maudya ini. Ngeselin. Tokoh penggerak cerita lainnya juga asyik dan seru, nggak jarang bikin ketawa. Baca komentar netizen kala sedang huru-hara juga seru. Perkembangan cerita sejak awal diajak naik pelan-pelan dan boom di banyak bagian. Banyak kutipan cantik bertebaran di dalam cerita dan pastinya seru. Penyelesaiannya juga sesuai ekspektasi. Meski sempat berharap cemas kalau terulang kembali, nyatanya aku sukaaa. Jadi buku ini recommended banget buat kalian pecinta romance.
"Tidak berjodoh itu berarti karena ada pemilik kunci yang lebih tepat untuk hati kita."
Punya karir cemerlang, dapat julukan Nation's Fav Couple bersama lawan mainnya di film, nyatanya tak membuat Maudya merasa bahagia dengan kehidupannya. Dia harus berpura-pura pacaran dengan Ragil, demi mendongkrak rating film yg mereka bintangi, dan harus menyembunyikan hubungannya dengan Farras yg sudah berjalan lima tahun.
Membaca novel ini tuh bikin kita lihat sisi lain dari dunia selebritas. Apa yg kita lihat di layar kaca, belum tentu aslinya memang begitu. Banyak juga artis yg mengalami struggle dalam kehidupan pribadinya, seperti Maudya. Belum lagi berurusan dengan hujatan netizen yg ampun banget, kayak udah paling bener aja mereka. Ketikan-ketikannya bisa nyakitin banget dan bikin down orang yg dihujat padahal semua yg mereka bilang belum tentu semua benar. Asli deh emosi banget baca cuitan-cuitan netizen di novel ini.
Konfliknya selain tentang kehidupan artis yg jauh dari kata privasi, juga terdapat konflik tentang perselingkuhan dan pengkhianatan. Bagaimana semua itu dapat mempengaruhi kesehatan mental, yg berkaitan dengan pekerjaan Handi sebagai psikolog disini. Informasi - informasi tentang kesehatan mental disini juga menambah pengetahuan kita untuk aware pada kesehatan mental.
Beberapa plot twist disini cukup bikin geregetan ya, ada yg memang udah ada hint-hint kesitu, dan walaupun ketebak tapi tetep bikin emosi bacanya. Dan ada juga yg ga ketebak dan lumayan bikin syok.
Untuk karakternya disini aku paling suka sama Maudy, dia tuh tahan banting banget, walaupun memang ada saat-saat dia down dan terpuruk banget tapi dia bisa bangkit dan melewati semua itu bahkan tanpa bantuan orang lain. Salut banget deh sama Maudy ini. Untuk karakter lain awalnya aku juga suka sama Handy, dia yg dari awal digambarkan green flag banget, tapi ada satu keputusan dia yg bikin aku lumayan kecewa. Yah walaupun memang saat itu memang berat juga bagi dia.
Penyelesaian konfliknya aku suka, walaupun menurutku kayak kurang menyakitkan buat para tokoh antagonisnya, kayak ga sebanding gitu penderitaan yg mereka alami sama yg Maudya alami. 🎥 Tapi extra chapter yg ada di akun kak Niallgina lumayan mengobati, suka banget aku sama extra chapternya puas banget bacanya. 🎥 Overall aku menikmati baca novel ini, tulisannya page turning, ceritanya juga menarik. Manis tapi ada part-part yg bikin emosi juga pas bacanya. Yg pengen tau seluk-beluk dunia artis dan pengen kenalan sama Maudya dan uda Handi boleh banget baca novel ini. Recommended 👍
“Apa ujung dari hubungan cinta tanpa tujuan? Apakah menjadi artis tidak berhak hidup bahagia?” Mengikuti trend, gimmick dan juga ego netizen mungkin sudah menjadi makanan sehari-harti artis yang sedang naik daun. Tidak hanya dipuja-puja oleh para penggemar namun pembencinya juga banyak. Tidak perlu menunggu skandal mereka pasti mencari berita apapun yang bisa menjatuhkan sang artis bahkan tidak segan membuat berita palsu (hoax). Tentunya sebagai penggemar kita juga harus memiliki pemikiran bijak dan sehat dalam mendukung mereka. Artis adalah manusia yang berhak menjalani kehidupan cinta tanpa harus mengikuti ego shipper keinginan netizen. Maudya Wirasesa adalah artis cantik yang selalu trending topic. Tidak hanya cantik paras namun juga peringainya yang apa adanya. Bersama Ragil, keduanya mendapatkan gelar Nation’s Favorite Couple banyak netizen mendoakan mereka menikah. Padahal apa yang terlihat di layar kaca dan di belakang layar jelas berbeda. Apa yang sengaja dibuat dan apa yang disembunyikan sebagai bentuk kehidupan privasi artis. Banyak penggemar tidak memahami batasan antara mengagumi dan mengikuti jalan hidup artis terlalu jauh sampai ingin tahu keluarga dan percintaan mereka. Mereka menganggap dirinya memiliki hak mengatur sehingga membebani pikiran sang artis. Percintaan Maudya yang asli tidak menemukan titik terang sampai akhirnya dia menemukan fakta pahit alasan di baliknya. Selanjutnya datanglah Handi dalam kehidupannya (seorang psikolog muda) yang memberikan nuansa hidup lebih menyenangkan. Akankah Maudya dan Handi mendapatkan restu netizen untuk bersama? Cerita yang unik menelisik pada kehidupan artis yang tidak mudah. Bukan hanya harus selalu tersenyum tegar di layar kaca namun mereka harus menghadapi para pembenci bahkan fitnah tiada henti. Belum lagi menuruti kemauan netizen dan tuntutan agensi untuk memberi makan ego penggemar seperti pasangan palsu dan sejenisnya. Alurnya cukup cepat dengan konflik ringan belum lagi interaksi Handi dan Maudya memang menggemaskan bikin pengen banting bukunya wkwkwkw. Tipe couple yang fresh yakni artis dan psikolog apalagi ditambah bumbu-bumbu konflik pasangan dan pelakor dari teman sendiri. Kita mungkin memang tak benar-benar tahu tentang apa yang terjadi sehingga kita tak memiliki hak menghakimi apa-apa yang tidak ada dalam ranah diri.
Kayaknya, semua yang melihat hanya dari layar kaca, pasti mendambakan hal - yang sekalian didapatkan - ketika menjadi terkenal : Dikagumi, punya banyak harta dan (mungkin) mudah mencari kerja?
Namun, roda terus berputar, tak melulu ada di atas. Entah bagaimana, selalu ada segelintir kaum yang sangat senang mendapati orang yang diatas sana terpuruk terperosok dan terjerembab hingga rodanya menjadi dibawah.
Sebuah kaum, yang eksis di sosial media, bermana : Netizen.
Gabungan dari kata Internet dan Citizen. Warganet.
Yang kadang, ucapan sepele (dan tendensius) yang ia tuliskan di media sosial, bisa saja disetir menjadi sebuah pemberitaan yang 'seakan' fakta, meski dengan bukti yang minim, kurang jelas, bahkan tidak ada.
Itulah yang menghiasi hari - hari Maudya, sesaat setelah ia dikhianati orang terdekatnya :
1. Pasangan settingannya memiliki skandal di luar negeri dan menghilang,
2. Kekasihnya tidak mau diajak menikah,
3. Rasa aneh yang muncul karena seorang psikolog tampan yang mencuri perhatiannya.
Kenapa ya, kadang warganet ini, seakan lebih tau dia ketimbang dirinya sendiri?
-
Ketimbang greget, karena romansa nya kurang manis lagi, aku lebih cenderung menunggu, ini bagian mana yang trending topicnya?
Sinopsis yang mengatakan shipper Maudya dan Ragil yang mencelakai Handi juga tidak terlalu di eksplorasi lebih jauh, malah lebih banyak porsi netizen maha benar, terlepas dari hubungan Maudya bersama Ragil, yang menempati porsi tersebut.
Overall, ini sebuah kisah cinta yang manis, dan jadi rumit karena Netizen maha benar dengan segala ketikan tidak bertanggung jawabnya.
Salut, mungkin beda sensasinya ya ketika membaca keseluruhan bab dibanding mengikutinya bab per bab, analoginya, seperti perbedaan pengalaman ketika menonton drama yang episodenya sudah rilis sekaligus hingga selesai dengan menonton drama on going.
Karena tidak merasakan galaunya, geramnya, uring uringannya (sampai episode berikutnya rilis) yang kadang bertahan hingga periode itu terganti sensasi campur aduk yang baru saat episode berikutnya rilis (dan menunggu lagi!!)
𝘔𝘢𝘳𝘳𝘪𝘢𝘨𝘦 𝘪𝘴𝘯'𝘵 𝘴𝘤𝘢𝘳𝘺, kalo calonnya Handi Fachriansyah, kayak...emang boleh se-𝘨𝘳𝘦𝘦𝘯𝘧𝘭𝘢𝘨 itu 🫠?
𖧷₊˚˖𓍢ִ🪞✧˚.✨༘⋆゚*
Dari konsep covernya udah bisalah ya nebak gimana isinya? Anw covernya masuk ke list cover fav aku😋, vibesnya yang elegan, real memikat hati ini✨. Tema yang diambil juga menarik, ini 𝘧𝘪𝘳𝘴𝘵 𝘵𝘪𝘮𝘦 aku baca novel tentang seluk-beluk dunia selebriti dan aktris.
Novelnya meskipun 𝗳𝗶𝗸𝘀𝗶, rasanya tetap 𝘳𝘦𝘭𝘢𝘵𝘦 sama kondisi sosial kita sekarang sih, ditambah campuran dari berbagai aspek dunia nyata, mulai dari latar hingga kejadiannya. Kayak kelakuan netizen disini yang mana bikin gedeg banget😊 (darah tinggi aku sampe mau banting bukunya😭). Sedikit menggambarkan bagaimana netizen di 𝘳𝘦𝘢𝘭 𝘭𝘪𝘧𝘦 yang asal telan berita mentah-mentah (ga semua tapi kebanyakan begitu).
𝗔𝗹𝘂𝗿𝗻𝘆𝗮 ternyata jauh lebih kompleks daripada yang terlihat di 𝘣𝘭𝘶𝘳𝘣 lhoo😭. Aku sebenarnya ga terlalu berekspektasi tinggi tapi jujur, ini berhasil melebihi harapan aku sebagai pembaca, 𝘣𝘪𝘨 𝘢𝘱𝘱𝘭𝘢𝘶𝘴𝘦 buat author🫠🫶.
Aku awalnya mengira pekerjaan Handi sebagai psikolog disini cuma sebagai title doang layaknya novel yang biasa aku baca, ternyata ada 𝗽𝗲𝗺𝗯𝗮𝗵𝗮𝘀𝗮𝗻 yang cukup mendalam dan sangat berguna untuk 𝗺𝗲𝗻𝗮𝗺𝗯𝗮𝗵 𝘄𝗮𝘄𝗮𝘀𝗮𝗻. 𝘉𝘺 𝘵𝘩𝘦 𝘸𝘢𝘺, novelnya tipe 𝗯𝗶𝗹𝗶𝗻𝗴𝘂𝗮𝗹, tapi ga terlalu sulit kok, aku yang Inggrisnya kurang bagus masih tau artinya😭✌. Dan banyak juga kosa-kata dan istilah baru yang aku dapatkan, jadi baca sekalian belajar😚.
Sukaaaa bangett aku sama gaya penulisan authornya walaupun aku butuh penyesuaian diri. Aku itu paling salfok sama penggambaran dunia entertainment-nya yang terasa hidup dan detail banget, sampai aku bisa ngebayangin ini layaknya sebuah film, mulai dari syutingnya, acara penghargaan, sampai rumor dan skandal yang selalu jadi sorotan, beneran realistis dan semenarik itu🫠. Penggambaran 𝗸𝗮𝗿𝗮𝗸𝘁𝗲𝗿𝗻𝘆𝗮 juga ga kalah keren, mereka punya pesona tersendiri dan ga ada yang sempurna dan menonjolkan salah satunya saja, 𝘱𝘦𝘳𝘧𝘦𝘤𝘵.
𝗙𝗲𝗲𝗹𝗶𝗻𝗴 aku kuat banget waktu baca ini sampe bisa nebak beberapa hal, yang pastinya sangat bikin aku shock sampe ngeblank. 𝗣𝗹𝗼𝘁 𝘁𝘄𝗶𝘀𝘁𝗻𝘆𝗮 menggemparkan jiwa dan raga.
𝗛𝘂𝗺𝗼𝗿 di novel ini juga ngalir dan gak terasa dipaksakan, malah menurut aku 𝗿𝗲𝗹𝗮𝘁𝗲𝗮𝗯𝗹𝗲 sama situasi sehari-hari kita😭👍. Yang kurang aku sukai hanya satu, 𝗽𝗲𝗿𝗮𝗹𝗶𝗵𝗮𝗻 𝘀𝗰𝗲𝗻𝗲-𝗻𝘆𝗮 yang terasa kurang mulus, pantesan aku terkadang ngerasa engga nyambung gitu, ternyata beda konteks toh😔.
Overall, ini sangat 𝗵𝗶𝗴𝗵𝗹𝘆 𝗿𝗲𝗰𝗼𝗺𝗺𝗲𝗻𝗱𝗲𝗱, terutama untuk yang doyan romcom, aku yakin kalian pasti bakal salting dan ngakak ga jelas🫠.
Seriously, I didn’t expect this book to be this good. I’ve read many Metropop novels and ended up disappointed, so my expectations were really low. Walau dari sinopsisnya udah rada ketebak keseluruhan alurnya gimana tapi justru disitulah poin plusnya. Ceritanya ringan dan terbilang lucu juga, ditambah banyak cuitan netizen yang familiar banget di dunia maya saat ini. Chemistry buat dua tokoh utama juga ga berlebihan dan ga bikin ilfeel, yah walau ada unsur micro cheating dikit sih. Tapi jujur karakter Maudy ini soo much better dari karakter tokoh utama di novel metropop lain, Handi juga ga cringe dan cukup profesional dengan profesinya walau saya sebel sama dia karna kominikasinya jelek banget sampai bikin mereka putus bentar. Tapi saya respect dengan kedewasaan dua tokoh utama disini, baik Handi yang mau maafin haters yang hamlir bikin hidup dan karirnya hancur, maupun Maudy yang dengan lapang dada maafin sahabatnya setelah semua yang dilakuin sahabatnya itu. Saya juga suka sih di cerita ini Maudy fokus nglampiasin marahnya ke Farras bukan cuma ke sahabatnya aja. Di cerita ini juga buat saya sadar kalau hubungan itu bisa jalan kalau dua orang itu SETARA ya ges ya. Oiya ini malah ceritanya ngingetin saya saya dracin Shine on Me. Buku ini pas banget dibaca pas lagi suntuk atau gamau baca bacaan berat karena saya baca ini pas lagi pusing mikirin skripsi dan baca ini dalam sekali duduk dan langsung kelar saking ringannya😭😭😭
This entire review has been hidden because of spoilers.