Jump to ratings and reviews
Rate this book

Sejuta Waktu untuk Mencintaimu

Rate this book
Pandemi Covid 19 menghantam kehidupan Andien Carissa Putri, tepat setelah calon suaminya berkhianat dan memilih perempuan yang lebih kaya. Dan di tengah luasnya Bumi ini, mereka justru tinggal berhadapan di kompleks yang sama.

Saat Andien berusaha mempertahankan kewarasannya, seorang pria asing tiba-tiba muncul. Ketika gadis itu bersiap menghajar sekuat tenaga, pria itu lantas menghilang, padahal kamar Andien terkunci rapat.

Pria asing itu bernama Danish Adelard dan dia mengaku datang dari masa depan ketika vaksin Covid 19 sudah ditemukan. Meski Andien berusaha menghindar, tapi Danish Adelard terus merangsek. Ketika Andien kehilangan pekerjaan, Danish orang pertama yang memberi perhatian. Ketika Andien ditawari menjadi istri kedua, Danishlah yang membela gadis itu. Ketika ekonomi Andien terpuruk, Danish mendukung karier baru Andien. Danish senantiasa memberikan sejuta waktunya untuk Andien.

Akankah Andien mampu memberikan sejuta waktunya untuk mencintai Danish, di saat dimensi waktu merentang memisahkan mereka?

416 pages, Paperback

Published August 28, 2024

22 people want to read

About the author

Achi TM

28 books25 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
2 (10%)
4 stars
8 (40%)
3 stars
8 (40%)
2 stars
2 (10%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 7 of 7 reviews
Profile Image for Liliyana Halim.
313 reviews246 followers
February 1, 2025
‘Saat ini banyak hal kecil yang dapat disyukuri. Tak perlu menyesali hari yang lalu atau mencemaskan masa depan’. (Hal 223).
.
Selesaiiiii! Aku suka kutipan-kutipan di dalam novel ini. Tapi sepertinya novel ini kurang cocok di aku. Aku kurang sreg dengan beberapa karakternya dan isi ceritanya. Jadi aku akan share kutipan yang aku suka. Jangan lupa baca novel ini, siapa tau kalian suka 😉.
.
“Suatu hari nanti, Allah akan menunjukkan alasannya. Yang pasti, semua yang terjadi adalah yang terbaik untukmu. Belajar mengikhlaskan takdir itu memang susah, tapi maafkanlah yang sudah terjadi. Terima itu sebagai bagian dari takdir-Nya. Dia yang memberikan pengaturan paling sempurna dalam hidupmu.” (Hal 62).
.
‘Sebenarnya, ketika seseorang bertemu orang lain, pasti ada maksud dan tujuan yang Allah tetapkan. Entah sebagai ujian, bantuan, atau apa pun itu, seseorang yang Allah hadirkan untuk kita pastilah memberikan petunjuk dan pengaruh pada masa depan kita’. (Hal 205).
.
“Setiap jiwa pasti akan berkumpul dengan jiwa sejenisnya. Jika jiwanya baik, dia akan condong pada jiwa baik pula. Nggak usah memusuhi atau membencinya, Dien. Kalaupun dia membencimu karena kamu berteman denganku, kamu nggak perlu menjauhiku. Kita bertemu karena Allah mengatur pertemuan ini. Kita bukan orang suci. Kita nggak pernah tahu rencana Allah dari kejadian ini. Rencana Allah untuk Karin pun kita nggak tahu. Kita hanya bisa mendoakannya. Mungkin Karin sekarang berbuat dosa, tapi di masa depan bisa jadi ibadahnya lebih baik daripada kita.” (Hal 280).
Profile Image for Harumichi Mizuki.
2,533 reviews76 followers
October 8, 2025
Perjalanan ke masa lalu adalah perjalanan paling jauh dan melelahkan.

*

Andien Carissa Putri baru saja pindah dari Jakarta ke Tangerang untuk menghapus kenangannya soal Renald Cahyadi, pacarnya yang meninggalkannya saat akad nikah. Renald kemudian malah menikah dengan orang lain. Andien kini tinggal di sebuah rumah di cluster Arumdalu milik PT Alam Indah Permai, perusahaan properti tempatnya bekerja sebagai marketing administrator. Karena ia sukses menjual banyak rumah, dia mendapat bonus, bisa mengambil rumah tanpa DP dengan cicilan yang ringan. Andien bisa bekerja di sana berkat bantuan Karin, sahabatnya yang merupakan anak dari pemilik perusahaan.

Novel ini mengambil seting di tahun 2020 ketika wabah COVID masih melanda. Hari itu Andien beres-beres rumah barunya bersama bersama teman-temannya dari geng Ciwi-Ciwi Gabut: Eva, Lily, dan Karin. Mereka mengomentari kebiasaan Andien yang suka menyimpan barang-barang bekas seperti kaus olahraga saat SMA. Andien memang senang menyimpan berbagai benda penuh kenangan dalam ruangan yang ia sebut Ruang Kenangan.

Andien memang tipikal orang yang berat sekali membuang barang bekas. Baginya, setiap benda memiliki momentum tersendiri. Kenangan tak bisa dibeli di mana pun. Baginya juga, kenangan merupakan salah satu jalan menunaikan kesepian.

(Bab 1)


Namun, mendadak Andien mendengar suara benda jatuh dari Ruang Kenangannya. Ternyata yang muncul malah seorang lelaki tampan yang tampak linglung. Ia mengaku namanya Danish Aderald. Danish kemudian pingsan, tetapi ketika Andien memanggil satpam, tiba-tiba lelaki itu menghilang begitu saja!

Dua belas hari kemudian, Danish kembali muncul di rumahnya. Lelaki itu masih tampak linglung. Danish mengaku dirinya adalah seorang pengusaha dan ilmuwan. Danish kemudian berkata bahwa dia baru ingat kalau Andien adalah tetangga depan rumahnya. Tentu saja Andien bingung. Namun, lagi-lagi lelaki itu menghilang ketika Andien ke toilet.

Andien pun menggedor-gedor pintu rumah di depan rumahnya untuk mencari Danish yang dia kira sudah mencuri ponselnya. Siapa sangka yang membukakannya ternyata malah Renald, mantan pacarnya! Rupanya itu rumah Renald dengan istrinya, Sandra Amaranta! Padahal, Andien sudah jauh-jauh pindah ke Tangerang untuk menghindari Renald.

Renald rupanya pindah ke Tangerang karena ia menghindari teman-temannya supaya ia tak dihina gara-gara bisnis keluarganya bangkrut. Menjelang pernikahannya dengan Andien dulu, lima cabang toko orangtua Renald bangkrut karena mereka kena tipu investasi bodong. Karena malu, Renald tak muncul di akad pernikahannya dengan Andien. Dia malah selingkuh, tapi selingkuhannya membawa kabur sisa-sisa emas batangan milik orangtua Renald dan kabur.

Orangtua Sandra dulu pernah dibantu orangtua Renald ketika bisnisnya hancur. Kebetulan saat itu Sandra sedang berduka karena suami yang baru dua bulan dia nikahi meninggal akibat sakit jantung. Orangtua Sandra pun menikahkan anaknya dengan Renald sebagai balas budi. Orangtua Renald berharap pernikahan anaknya dengan Sandra bisa memperbaiki perangai anak itu.

Namun, pernikahannya tidak bahagia, bahkan meski Sandra kini sudah hamil anak pertama. Renald yang ketakutan karena punya anak sebelum mapan, malah jadi sering menghabiskan waktu di kelab malam.

Sejujurnya Renald ingin mengakui bahwa Sandra perempuan cantik dan akan membuat siapa pun tergila-gila. Tapi ia terlalu malu dan merasa rendah diri di hadapan istrinya. Rasa kagum itu selalu ia tepis, merasa tak pantas dicintai perempuan salihah, cantik, cerdas, dan dari keluarga baik-baik.

(Bab 3)


Saking shock-nya, Andien langsung memutuskan menginap di apartemen Karin di Jakarta.

Bagaimana bisa cinta yang dirajut begitu lama sirna begitu saja? Mengapa mudah bagi seorang Renald untuk berpaling pada hati lain, sedangkan Andien menancapkan cintanya sedemikian dalam hingga ia lupa di mana ia bisa mencabutnya?

(Bab 3)


Karin kemudian meninggalkannya untuk menemani ibunya di rumah. Saat itu Danish Adelard tiba-tiba kembali muncul di hadapannya! Danish mengembalikan ponselnya. Rupanya lelaki itu mengambil ponsel Andien hanya untuk mengecek sekarang tahun berapa. Dia mengatakan ponsel Andien yang berasal dari dua puluh tahun itu rumit. Lho, berarti Danish dari masa depan? Yang paling mengejutkan, badan Danish bisa ditembus oleh Andien! Danish jatuh setelah Andien "memasukkan" tangan ke dadanya dan menyentuh jantungnya. Andien pun ikut pingsan.

Ketika pingsan, ingatan Danish memperlihatkan pamannya yang berkata mereka habis naik mesin waktu. Tubuh Danish bisa ditembus seperti jeli karena masih menyesuaikan diri dengan waktu di masa kini. Ingatannya yang terganggu juga efek dari perjalanan dengan mesin waktu. Pamannya ke masa lalu untuk menemui mendiang istrinya. Namun, ketika tiba di tahun 2020, tubuh pamannya berpisah dengan Danish. Mereka hanya bisa bertemu saat tidur di waktu yang sama karena memiliki frekuensi gelombang pikiran yang sama.

Begitu Andien sadar, dia dikeliingi oleh para sahabatnya dan Danish sudah kembali menghilang. Teman-temannya mengira Danish jin.

Andien tinggal di apartemen Karin selama sebulan sebelum akhirnya memutuskan untuk pulang. Kejutan baru menanti, Danish kini mengontrak di sebelah rumahnya! Narasi soal Danish pun mulai lebih dikuak. Dia berasal dari tahun 2045. Mesin waktu yang dia pakai bersama pamannya rusak. Danish rupanya juga tak mengerti mengapa dia selama ini selalu terdampar di tempat Andien. Pamannya mengatakan bahwa mereka akan muncul di tempat yang mereka inginkan. Namun, Danish tak mengerti mengapa ia selalu ingin bertemu dengan Andien. Dia sama sekali tak bisa mengingat jika ia dan Andien pernah bertemu di masa depan.

Selama Andien di apartemen Karin, setelah dirinya menghilang, ia beberapa kali muncul kembali di tempat itu, tapi memilih bersembunyi. Begitu juga saat Andien kembali ke rumah, ia muncul kembali di gudang. Di sana ia melihat-lihat album foto dan membaca diari-diari Andien karena terpesona dengan tulisan tangan yang indah. Di masa depan, orang lebih banyak menggunakan gadget untuk menulis sehingga tulisan mereka jelek.

Setelah itu Danish pergi dari rumah Andien dan menggadaikan emas-emas yang dia bawa di saku jasnya sehingga ia bisa mengontrak di sebelah rumah Andien. Badannya pun kini sudah memadat. Setelahnya, dengan alasan untuk memberi salam sebagai tetangga baru, Danish beberapa kali mengirimi Andien makanan. Para sahabatnya yang main ke rumahnya tiap akhir pekan pun ikut kecipratan rezeki.

"Eh... lo tahu nggak, Dien... gue rasa lo harus keukeup tuh cowok."

"Kali aja jodoh," cetus Eva.

"Kalau perlu lo ketekin!" timpal Lily.

(Bab 5)


Mereka mengira Danish naksir Andien. Namun, ke depan nanti akan ketahuan bahwa Danish mengirimi semua tetangganya makanan untuk menjalankan ajaran Islam dalam menghormati tetangga. Seperti biasa Achi TM selalu menyisipkan nilai-nilai Islam dalam tiap karyanya.

*

Sementara itu, Sandra, istri Renald terus tak bahagia. Renald sering menceritakan masa lalunya dengan Andien dan juga tiga sahabat Andi. Lelaki itu juga masih kerap pulang dini hari. Keluhannya hanya dijawab begini oleh ibunya:

"Jadilah istri yang baik," ujar Mama ketika suatu hari Sandra mengeluhkan kesendiriannya. lalu Sandra berhenti bicara. Ia lelah dengan jawaban yang sama.

Apakah mencurahkan kepedihan hati artinya tidak menjadi istri yang baik? tanya hati Sandra terus-menerus.

(Bab 6)


Malam itu Sandra muntah-muntah karena asam lambungnya naik. Andien dan para sahabatnya langsung membawa Sandra ke RS dengan mobil. Sementara itu Renald tak kunjung pulang karena mobilnya mogok. Danish yang memperbaiki mobilnya. Setelah Renald bisa pulang, Bu RT mengabari Sandra menelepon dari RS untuk mengatakan dirinya keguguran.

Di RS, semua sahabat Andien pulang karena ada urusan mendadak. Sandra meminta Andien menemaninya hingga orangtuanya datang. Tak diduga, Sandra malah curhat soal Renald yang tak mencintainya.

Beberapa lama kemudian ketika Renald kena COVID, Andien jadi makin sering ke rumah Sandra karena diamanahi Bu RT untuk mengantarkan makanan sahur dan berbuka, bergantian dengan Danish. Saat itu sudah Ramadan.

Selama Ramadan, Danish dan Andien sering saling mengirimi makanan berbuka. Andien jadi kerepotan karena Danish mengiriminya makanan-makanan mahal sehingga Andien merasa harus membalas pemberian itu dengan makanan berjenis sama. Danish mengatakan bahwa ia ilmuwan yang cukup sukses dan banyak membuat robot yang akhirnya dipatenkan sebagai pramusaji dan kasir. Tentu saja Andien mengira Danish gila. Dia sama sekali tak percaya cerita Danish soal masa depan.

Beberapa hari kemudian, Danish meminta Andien menemaninya mencari pamannya di pantai utara Tangerang. Namun, di pantai mereka malah bertengkar karena Andien menertawakan Danish yang terpaksa nembak KTP dan SIM padahal selama ini bersikap layaknya orang saleh. Danish sendiri rupanya melampiaskan rasa frustrasinya karena tak kunjung berhasil bertemu dengan pamannya. Di tengah pertengkaran yang semakin hebat, Andien menangis dan kelepasan curhat soal dirinya yang terluka karena diselingkuhi Renald. Akhirnya tahulah Danish soal masa lalu antara Renald dan Andien.

Beberapa hari setelahnya, di malam takbiran, Renald malah mengungkapkan perasaanya pada Andien. Dia bahkan bilang akan kembali pada Andien setelah dia berhasil mengelola toko yang diberikan orangtua Sandra sampai mendapat untung sehingga orangtuanya bisa hidup layak seperti dulu. Astaga. Apa memang lelaki seegois itu ya? Meski sudah berpasangan, mereka bisa enteng bilang cinta ke perempuan lain hanya untuk melegakan perasaan mereka? Iya elonya lega, tapi perempuan yang nerima pernyataan itu gak dipikirin perasaannya? Ah brengsek. Rasanya novel ini beneran bisa menggambarkan betapa nyata cara setan menggoda pasangan-pasangan yang sudah menikah. Dengan membuat orang di luar pernikahan mereka terlihat lebih indah. Naudzubillah. Andien sendiri sempat tergoda dengan kata-kata Renald, sampai Danish kemudian muncul dan mengembalikan Andien pada akal sehatnya.

"(...) Sebagai seorang lelaki, membayangkan jika aku punya anak perempuan, adik perempuan atau ibuku diperlakukan seperti kamu memperlakukan Mbak Sandra, rasanya itu tidak adil." Danish berdiri tepat di hadapan Renald, memunggungi Andien.

"Pak Renald yang terhormat," Danish kembali bicara. "Menurutku itu bukan cinta. Tapi Pak Renald hanya mencari pelarian atas ketidaknyamanan hidup bersama Bu Sandra. Andien juga perempuan yang punya hati dan harga diri. Meski belum mengenalnya dengan baik, aku tahu dia perempuan baik. Dia tidak pantas menjadi keset atas perasaanmu yang porak-poranda. Kehidupanmu yang hancur karena ketidakmampuanmu menahan hati dan nafsu.

"Dia telah melewati malam-malamnya yang penuh tangis. Ketika dia sudah berdiri dan menjalani kehidupannya lagi, Pak Renald mau menariknya kembali ke pelukan Bapak dan menghancurkan kehidupan Bu Sandra? Bagaimana jika nanti Pak Renald bertemu mantan selingkuhan Bapak? Apa Bapak akan jatuh cinta lagi padanya lalu meninggalkan Andien?"

(Bab 9)


Setelah itu Andien menghindari Renald dan Sandra. Namun, kemudian dia dipecat karena tidak bisa memenuhi target penjualan rumah. Perusahaan propertinya terkena efek buruk pandemi. Performa kerja Andien makin buruk karena sering galau soal masalah Renald. Dia bahkan sampai menolak prospek calon klien yang namanya juga Renald. Saat nelangsa, dirinya malah disuguhi interaksi mesra Renald dan Sandra dari balik rumah mereka.

Yang tidak Andien ketahui, kemesraan dalam rumah tangga tidak hanya tumbuh karena cinta, tapi juga dari peleburan dua raga yang telah sah secara agama. Dari sana terkadang muncul kenyamanan dan perasaan sulit meninggalkan.

(Bab 9)


Danish pun kembali menegur Andien:

Berhenti mengamati masa lalu dan pergilah ke masa depan. (...) Kalau terlalu terpaku dengan masa lalu, kamu akan makin menumpuk sampah di depan rumahmu. Bahkan di hatimu. Sampah-sampah kenangan."

Andien kebingungan. Tabungannya dia habiskan untuk membeli barang-barang secara online dengan alasan demi healing. Cicilan rumahnya belum lunas. Di masa genting, tak ada satu pun sahabatnya yang bisa membantu. Mereka seolah menjauh. Andien makin bingung karena dia baru tahu bahwa ibunya sudah menunggak utang di bank. Rupanya mereka meminjam uang untuk biaya pernikahan Andien dan Renald. Renald memang sudah mengganti biaya pelunasan, tapi tidak mengganti uang DP juga biaya seragam untuk saudara dan bunga-bunganya. Selain itu utang digunakan untuk membayar sekolah adik Andien. Usaha katering ibunya nyaris mandek selama pandemi. Andien membicarakan kesulitannya pada Danish. Namun, rupanya Danish sendiri sudah kehabisan uang karena semua uangnya sudah ia berikan pada kakek pemulung yang perlu memperbaiki rumahnya.

"Waktu kuliah, dosenku pernah bilang, kalau kita menemukan masalah yang berat, salah satu resepnya adalah kudalari. Kuhadapi, adaptasi, atau lari. Cuma aku nggak bisa berlari dan nggak bisa menghadapinya."

"Kalau begitu beradaptasilah," kata Danish.

"Kamu punya saran?"

(...)

"Entah kenapa aku teringat ucapan kakekku. Dia bilang, Allah itu sebaik-baiknya pengatur. Semua hal yang terjadi di dunia ini bukan kebetulan, melainkan rancanganNya yang Maha Sempurna. Jadi kalau Allah menempatkanmu dan Renald dalam kondisi ini, aku yakin Dia sedang merencanakan hal terbaik untukmu.

(...)

"Namanya hidup pasti penuh cobaan, kalau penuh cucian namanya laundry

(Bab 10)


Akhirnya Danish dan Andien memutuskan bekerja sama. Mereka akan membuat dan menjual donat bersama. Andien lalu teringat pada para sahabatnya yang tidak bisa membantunya.

"Setiap orang punya perjuangan masing-masing," kata Andien. "Mungkin saja kita nggak termasuk dalam perjuangan mereka, sehingga nggak perlu diperjuangkan. Soalnya medan perang kita beda-beda."

(Bab 11, Andien pada Danish, saat menggoreng donat bersama)


Donat-donat itu gosong. Mereka gagal kerja sama. Siapa sangka kemudian justru Renald dan Sandra yang mengulurkan tangan. Renald menawari Danish bekerja paruh waktu di toko elektroniknya. Sedangkan Sandra memberi informasi soal program prakerja. Namun, para sahabat Andien malah menjelekkan Sandra yang dianggap merebut Renald. Saat itu Sandra sendiri sudah hamil lagi. Renald berusaha memperbaiki hubungan dengannya.

Di saat Andien harus bertahan sendiri, Sandra muncul sebagai teman yang benar-benar mengulurkan bantuan secara nyata. Dia bahkan menawari Andien pekerjaan untuk membuat vlog promosi hotel milik temannya. Danish kemudian berinisiatif menjadi videografernya. Semakin lama keduanya pun makin saling menyukai. Sandra kemudian ikut menyusul ke hotel untuk merias Andien. Rupanya dulu Sandra pernah jadi MUA. Keduanya pun saling berbagi cerita. Aneh memang hubungan kedua perempuan ini. Mbak Achi berhasil menjalin kisah pertemanan yang penuh haru. Percakapan tulus keduanya benar-benar menyentuh hati. Saat itulah Andien minta dibantu agar bisa menghilangkan perasaannya pada Renald.

Danish lalu diminta pemilik hotel untuk tampil dalam video review Andien. Karena ketampanannya, video Andien langsung viral.

Tak dinyana, Sandra dan Danish kemudian datang ke rumah Andien untuk membantunya membuang barang-barang dari Renald di Ruang Kenangan. Tadinya Andien menolak.

"Kenangan dan ruangan tentang kenangan adalah milikku, Mbak. Kalian nggak boleh mencabutnya begitu saja," Andien bersikeras.

"Tapi kamu bilang mau melupakan Renald."

"Aku ingin melupakannya secara organik. Menerima istrinya sebagai teman dekat termasuk salah satu pupuk organiknya."

(...)

"Tapi hama juga bisa membunuh tumbuhan organik. Kamu harus menyingkirkan hama itu agar perasaan yang tumbuh dalam pertemanan kita memang tulus. Agar perjalanan persahabatan kita nanti tidak didatangi keirian atau kenangan yang mendadak datang dari barang-barang itu."

"Memang perjalana pertemanan kita akan sejauh apa sih, Mbak?"

"Sepanjang cicilan rumah," jawab Sandra tegas.

Andien menelan ludah pahit. "Tapi kenangan itu ada di kepala, Mbak, bukan di benda."

"Kenangan di kepala akan hilang karena kenangan baru, tapi jika melihat benda yang mengandung sejuta kenangan, kamu akan kelimpungan lagi dengan serbuan kenangan masa lalu."

"Aku setuju dengan Mbak Sandra. Terkadang kenangan masa lalu itu bisa menyakiti hati, membuat kita sulit melangkah maju. Kita harus membiarkan masa lalu tetap di masa lalu. Membawanya ke masa depan hanya akan membebanimu," Danish ikut berceramah.

(Bab 14)


Namun, perdebatan itu berakhir karena hujan turun deras dan Ruang Kenangan langsung dibanjiri air karena plafonnya jebol. Mereka buru-buru menyelamatkan berbagai barang. Namun, banyak barang yang sudah terlanjur rusak, terutama barang-barang pemberian Renald. Andien merasa berat membuangnya. Dia lalu cerita pada Danish alasan kenapa dirinya gemar menyimpan barang kenangan. Ini berhubungan dengan almarhum kakeknya yang alzheimer. Danish lalu membantu Andien memotret barang-barang itu untuk dimasukkan ke Google Drive. Danish pun makin menggantikan Renald di hati Andien.

Andien lalu mengembalikan diari Danish yang tertinggal lama di Ruang Kenangannya. Diari itu kosong. Namun, Danish akhirnya tahu bahwa dia sudah menulisi buku itu dengan tinta rahasia. Setelah membacanya, seluruh ingatannya pun kembali. Termasuk ingatannya soal Andien di masa depan.

Setelah itu, banyak yang terjadi. Sandra kembali keguguran setelah kena Covid lagi. Renald menyalahkannya yang ikut Andien dan Danish dalam perjalanan ke hotel-hotel untuk mereview. Hubungan mereka kembali mendingin. Lalu Andien akhirnya baru tahu kalau Karin ternyata sudah menjalin hubungan yang terlalu jauh dengan pacarnya. Karin tak suka Sandra yang semakin dekat dengan Andien. Persahabatannya dengan Karin, Eva, dan Lily pun tergoncang.

Puncaknya, Danish akhirnya pergi ke Yogya untuk mencari pamannya. Dia berniat segera kembali ke masa depan agar bisa menuntaskan urusannya dengan Andien di masa depan. Urusan apakah itu? Benarkah mereka akan bertemu di masa depan? Kenapa Danish menyuruhnya menunggu 23 tahun lagi? Siapakah sebenarnya Danish? Fakta yang mengejutkan terutama soal orangtua Danish akan dibuka menjelang penghujung cerita.

*

Kisah cinta yang melintasi ruang dan waktu ini dirangkai dengan apik. Membaca buku ini rasanya seperti menonton drama Korea versi syari'ah. Bagaimana tidak memunculkan kesan ala drama Korea? Ada konsep time traveller, lalu bitter banter para tokoh utamanya juga terasa begitu kuat chemistry-nya, plus adegan-adegan romansa slow burn yang bikin senyum-senyum sendiri. Saat pertama kali membaca endingnya, aku langsung menangis tersedu-sedu. Fakta soal jati diri Danish benar-benar mindblowing.

Lanjut di komentar.
Profile Image for Rossa Imaniar.
223 reviews5 followers
October 8, 2025
Kalau ditanya suka, aku jawabnya nggak terlalu suka. Tapi kalau ditanya apa aku bisa menikmati ceritanya, aku jawab iya lumayan. Jujur aku nggak nyangka kalau Mbak Achi Tm bikin ide cerita kayak gini, time travel. Terus terang aku agak kaget. Tapi, not bad ya. Cerita tetap bisa dinikmati, ini hanya masalah selera.

Jadi ceritanya, si tokoh utama perempuam, didatengin seorang laki-laki, yang mana dia adalah jodohnya di masa depan. Nah si tokoh utama laki-laki ini, dia itu datang dari tahun 2045 ke tahun 2020 karena tanpa sengaja terbawa pamannya yang ingin bertemu mendiang istrinya di tahun 2020 tersebut. Nah perjalanan mereka ke tahun 2020, mempertemukan kedua tokoh utama tersebut. Di mana di tahun 2045, sebenarnya kedua tokoh utama ini mau menikah, tapi batal karena si laki-laki harus melakukan perjalanan waktu.

Di novel ini, banyak sekali kutipan-kutipan atau nasihat yang bisa kita terapkan di kehidupan sehari-hari. cuma aku nggak keburu buat catat tuh kutipan, soalnya batas waktu pinjamku di IpusSulteng udah habis, mau pinjam lagi udah nggak bisa, karena novel ini masuk dalam daftar novel antrian. Dan kemarin itu aku lagi beruntung dapetin novel ini.
So, buat temen-temen yang mau cari bacaan ringan, boleh banget buat baca novel ini.
Profile Image for Andi Lintang.
228 reviews19 followers
February 7, 2025
GARIS BESAR BUKU
Hidup Andien hancur berkeping-keping setelah ditinggal menikah oleh tunangannya. Di tengah kepedihannya, ia bertemu Danish, seorang pria misterius dari masa depan. Kehadiran Danish menjadi secercah harapan di tengah kegelapan hidupnya. Namun, perbedaan waktu dan kenyataan pahit masa lalu menjadi penghalang besar dalam hubungan mereka. Akankah cinta mampu mengatasi segala rintangan?

POIN MENARIK
Pandemi COVID-19
Selain perjalanan waktu dari tahun 2045, latar waktu utama dalam novel ini adalah tahun 2020. Pembaca akan dibawa masuk ke dalam dunia di mana pandemi COVID-19 telah mengubah tatanan kehidupan masyarakat. Novel ini menggambarkan dampak pandemi terhadap ekonomi yang lesu, interaksi sosial yang terbatas, dan sistem kesehatan yang kewalahan.

Romance Halal
Hubungan tetangga yang menggemaskan antara Andien dan Danish dibalut dengan romansa halal antara keduanya. Mereka saling tertarik satu sama lain, namun tetap menjaga batas hubungan yang sesuai dengan nilai-nilai agama. Mereka memilih untuk mengekspresikan perasaan mereka dalam bentuk perhatian, dukungan, dan kasih sayang yang tulus, tanpa adanya kata cinta dan sentuhan fisik.

Hubungan Interpersonal yang Kompleks
Novel ini tidak hanya menyoroti kisah cinta Andien, tetapi juga mengupas berbagai jenis hubungan manusia, mulai dari ikatan keluarga hingga persahabatan yang rumit, bahkan melibatkan dinamika hubungan dengan mantan kekasih. Melalui beragam hubungan ini, pembaca diajak untuk melihat setiap peristiwa dari berbagai perspektif.

----------------------------

“Ah serius, ternyata kenangan manis itu sedih untuk dikenang ya. … Biar kutebak, pasti karena tidak akan terulang lagi.”

#lintangbookreview
Sejuta Waktu untuk Mencintaimu | Achi TM.

Gimana kira-kira rasanya jika dua insan tahu bahwa mereka saling mencintai, namun tetap memendam di hati masing-masing. Pacaran? Dosa. Langsung nikah? Masalahnya, si cowok ‘jatuh’ dari masa depan. Menikah di masa yang berbeda berarti menyalahi takdir-NYA. Wah, galau amat yak.

Andien yang ditinggal Renald saat menjelang pernikahan menjadi apatis dengan perasaannya sendiri dan terkungkung dalam kenangan. Apalagi saat mengetahui bahwa Renald ternyata menikah dengan wanita lain dan… tinggal pas di depan rumah baru Andien.

Danish ‘jatuh’ dari atap rumah Andien dan mengaku datang dari masa depan. Ia menetap dan menjadi tetangganya. Kehadiran Danish membawa warna baru dalam hidup Andien, walau cowok itu masih menjadi misteri besar: masa’ sih datang dari tahun 2045? Gimana caranya? Mau ngapain?

Awalnya aku dibikin bingung dengan alur maju-mundur yang dibingkai dalam catatan Andien dan Danish. Namun setelahnya lumayan konstan dengan latar waktu pandemi COVID-19. Penggambarannya sangat realistis. Bener-bener melihat kondisi kita di 5 tahun yang lalu. Semua lini menjadi korban: ekonomi, kesehatan, hingga hubungan dengan keluarga dan sahabat pun yang awalnya harmonis, ga luput dari kekejaman pandemi yang membuatnya berantakan.

Aku menyukai saat penulis menyisipkan untaian hikmah di setiap plotnya. Hal ini tidak hanya membuat cerita semakin bermakna, tetapi juga mengajak pembaca untuk bermuhasabah. Halal-romancenya juga manisss banget.. kayak senyuman kamu. Eaakk

Aku sebenarnya berharap lebih banyak pada plot di latar waktu masa depan.. tapi aku udah cukup puas dengan paket komplit dalam novel ini: sedihnya ada, senangnya, romantisnya, gregetnya. Seluruh side-story dari para tokoh menjadi padu dalam kisah Andien sebagai tokoh utama.

Novel ini ngajak pembaca untuk selalu husnudzon dengan ketetapan Allah. Walau kadang terlintas di pikiran “Ya Allaah, kenapa begini?” tapi harus diingat lagi bahwa apapun yang telah ditakdirkan-NYA adalah yang terbaik untuk kita.

Recommended.
Profile Image for nasya.
858 reviews
August 25, 2025
Buku ini tuh sebetulnya semi religi ya, tapi di awal-awal tuh kayak nggak keliatan kalo buku ini akan menyisipkan banyak ajaran-ajaran Islam, jadi aku berasa kaget aja bacanya, yang awalnya ngira ini metropop biasa, tapi tiba-tiba jadi buku religi. Perpindahan karakter-karakter sahabat Andien pun tidak disangka sih, soalnya sewaktu persahabatan mereka, nggak menunjukkan keanehan, memang people come and go, tapi didn't expect caranya seperti itu. Sebel juga sama karakter Andien, karena udah dikasih kerja sama perusahaan keluarga sahabatnya, tapi dia kayak ngelunjak. Andien ni juga labil sih, dia bilang udah ada perasaan ke Danish, tapi ke Renald masih kayak nggak ikhlas gitu. Apalagi ada adegan dimana Andien bilang ke Sandra kurleb, "lu kalo mau tau tentang renald ke gue aja, gue kan mantannya" and i was like??? aneh lu njir. Terus membayangkan Andien membesarkan Danish dengan keyakinan mereka akan menikah agak nggak masuk aja sih di aku.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Arutala.
521 reviews1 follower
June 19, 2025
Novel ini mengangkat masa-masa pandemi yang suram berikut pribadi orang-orang yang mengalami kejatuhannya. Selain lorong waktu yang mempertemukan Andien dengan Danish, calon suaminya di masa depan, karakter dan pesan religi nya sangat menyentuh. Alur yang maju mundur, melompat dari 2021 ke tahun 2045 membuat bacaan ini menjadi semacam refleksi diri akan sifat dan watak seseorang saat sedang diguncang tragedi.

Andien yang masih galau dengan kemunculan Renald, justru menemukan persahabatan sejati justru melalui Sandra, istri yang merebut Renald. Jangan lupakan Danish yang berperan sebagai pemberi kesejukan dan jalan keluar bagi setiap masalah Andien. Kesemuanya sangat bersinergi meski harus melompati waktu.

Yang agak kurang sreg menurut saya adalah mengapa Danish harus menikahi wanita yang lebih tua?
Profile Image for Oktania Wahanita.
51 reviews5 followers
January 9, 2025
Seru...penulis benar2 out of the box menggunakan alur maju dan alur mundur, menggabungkan romance dan sci fi..kenangan masa COVID 19 juga ikut mewarnai buku ini..keren..keren..
Displaying 1 - 7 of 7 reviews