Jump to ratings and reviews
Rate this book

In a Blue Moon

Rate this book
“Apakah kau masih membenciku?”
“Aku heran kau merasa perlu bertanya.”


Lucas Ford pertama kali bertemu dengan Sophie Wilson di bulan Desember pada tahun terakhir SMA-nya. Gadis itu membencinya. Lucas kembali bertemu dengan Sophie di bulan Desember sepuluh tahun kemudian di kota New York. Gadis itu masih membencinya. Masalah utamanya bukan itu—oh, bukan!—melainkan kenyataan bahwa gadis yang membencinya itu kini ditetapkan sebagai tunangan Lucas oleh kakeknya yang suka ikut campur.

Lucas mendekati Sophie bukan karena perintah kakeknya. Ia mendekati Sophie karena ingin mengubah pendapat Sophie tentang dirinya. Juga karena ia ingin Sophie menyukainya sebesar ia menyukai gadis itu. Dan, kadang-kadang—ini sangat jarang terjadi, tentu saja—kakeknya bisa mengambil keputusan yang sangat tepat.

320 pages, Paperback

First published April 1, 2015

386 people are currently reading
4482 people want to read

About the author

Ilana Tan

16 books1,913 followers
Ilana Tan adalah seorang novelis Indonesia yang dikenal karena menulis 4 novel roman yang masing-masing novelnya disajikan dengan cerita yang latarnya berbeda-beda. Novel Ilana Tan memiliki keunikan, yaitu tokoh-tokoh dari novel yang satu dengan novel yang lainnya saling berkaitan.[1]
Novel pertamanya berjudul Summer in Seoul, novel keduanya berjudul Autumn in Paris, novel ketiganya berjudul Winter in Tokyo dan novel keempatnya berjudul Spring in London. Masing-masing novel diceritakan di kota-kota besar di dunia, yaitu Seoul (Korea Selatan), Paris (Perancis), Tokyo (Jepang), dan London (Inggris). Dan masing-masing novel diceritakan di musim yang berbeda; Summer (musim panas), Autumn (musim gugur), Winter (musim dingin), dan Spring (musim semi).

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
1,949 (34%)
4 stars
1,950 (34%)
3 stars
1,409 (24%)
2 stars
283 (4%)
1 star
75 (1%)
Displaying 1 - 30 of 810 reviews
Profile Image for Stefani Jessica.
33 reviews10 followers
April 16, 2015
Ekspetasi saya langsung mencuat setinggi langit begitu tahu Ilana Tan bikin novel baru. I'm a fan of her works, bahkan novelnya yang paling ringan (menurut saya), Summer in Seoul, saya pun suka. (padahal saya sama sekali bukan fans novel yang berbau korea-korea an)

Akhirnya saya kesampaian juga beli In A Blue Moon, langsung secepatnya beli novel ini begitu mampir di sebuah mall yang ada toko buku. Tadinya sih mau mampir ke toko buku diskonan (uhuktogamasuhukataurumahbukuuhuk) tapi apa daya ga sempet.

Dan kemudian saya baca dalam waktu beberapa hari. Bahkan,saya bertekad selesaiin novelnya dalam waktu sehari. Ternyata di-extend jadi dua hari--satu hari baca 3/4 buku, 1/4-nya buat besok. Alasannya? Novel ini gagal memenuhi ekspetasi saya dan begitu mencapai 3/4 buku, saya tutup bukunya dan memprediksi 1/4 sisa cerita masih bakal bikin saya kecewa.

____


Ekspetasi saya : another love & hate relationship, with a bit (or more) of their past memories, and also their current life as a chef.

Kenyataan : Love & hate relationship, sangat sedikit flashback (bahkan cuma ada sekali aja seinget saya (CMIIW please), sisanya cuma dimention), dan selewat kehidupan pekerjaan mereka (hanya di awal aja).

Kekecewaan saya ga sampai di situ, lalu juga mengenai karakternya. I don't know why, I hardly feel any sympathy for Lucas, unlike everyone else who already read this novel (yeah, as long as i can see, everyone loves Lucas. except me, lol). Kesannya kok Lucas ini kayak nonsense ya, tiba-tiba terima aja permintaan kakeknya buat dijodohin sama Sophie. Awalnya udah bagus, kayak yang anggep perjodohan ini maen-maen, tapi kok jadi tiba-tiba terima aja? Dan tiap hari nyariin Sophie kayak stalker, in my opinion.

And those sweet things he said, idk, i don't like it. It feels like I barely know/understand his character, bahkan sampai novel berakhir pun yang saya tangkap : Lucas itu romantisnya ga ada dua. Funny. Good-looking. A great chef. What else? Ilana Tan nggak menampilkan sisi lain dari Lucas. Hampir sih, , tapi trus gitu aja, ga jadi ditampilin sisi lain yang itu. Oh satu lagi, Lucas itu rajanya pemberi harapan palsu banget sih?

Intinya, nggak ada yang menarik dari sisi Lucas untuk ditelusuri. Dia...ya gitu aja. Bland.

Untuk karakter Sophie sendiri, saya ga ngeluh banyak. She's okay-ish, i think. Yah, gitu aja, menarik banget nggak, bland banget juga yaaaah nggak juga sih.

Satu lagi kekecewaan saya, plot/alur ceritanya. Lamban banget. Saya baca 3/4 buku dalam waktu satu hari, dan masih belum nemu titik klimaksnya maupun problem yang sebenarnya. Problem yang ada di novel ini benernya klise aja (bahkan saya sempet teriak "JADI KONFLIKNYA APAAAAA?? ;__;". Ga ada yang dalam sampai kayak novel-novel Ilana Tan lainnya yang saya sudah baca. Bahkan di akhir novel pun penyelesaiannya begitu aja, bisa dibilang seperti belum selesai.

Tadinya saya mau kasih novel ini satu bintang aja. Tapi nggak deh, saya ga sekejam itu, dan menurut saya novel ini nggak sejelek itu juga--masih ada novel lain yang menurut saya lebih jelek. It's still enjoyable and readable. My sister said it was an okay-ish novel, so yeah i think it's not that bad though. I'm just disappointed. Saya rasa, baca review orang-orang yang bilang novel ini bagus banget bikin saya berekspetasi tinggi (saya cuma baca review2 dari luarnya aja, nggak baca detail review karena takut spoiler hahaha)

Jadi, kalau ada yang tertarik untuk baca, baca aja--tapi jangan terlalu banyak berharap novel ini bakal sebagus novel Ilana Tan lainnya. Ini menurut saya sih, menurut kebanyakan pembaca lain novel ini bagus kok. hehe.

Satu lagi deh keluhan saya : harga novelnya nonsense, lebih mahal dari harga novel2 semacam ini yang biasa saya beli. Apa karena nama Ilana Tan yang ngarang? :p Entahlah, tapi saya jadi menyesal, harusnya saya tunggu aja punya waktu untuk pergi ke toko buku diskonan dan beli novel ini dengan harga diskon.

if you have any different/same opinion like this, feel free to comment :D
Profile Image for Dewi.
177 reviews67 followers
August 22, 2015
"Aku sudah menemukan tunanganmu," kata kakeknya kepada Lucas Ford di suatu sore.
Usut punya usut, ternyata sang kakek sudah lama berniat menjodohkan Lucas dengan cucu sahabatnya.

Awalnya Lucas gak setuju dengan ide tunangan ini. Tapi berubah begitu tahu kalo tunangan yang dimaksud adalah Sophie Wilson yang merupakan teman SMA Lucas. Mereka terakhir bertemu 10 tahun lalu.
Tapi sang gadis membenci Lucas sejak dulu. Dan rupanya kebencian itu masih bertahan sampai sekarang.

Lucas pun mulai mendekati Sophie. Bukan karena mengikuti keinginan kakek, tapi karena dia ingin mengubah pendapat Sophie tentang dirinya. Juga karena rasa suka yang masih bersemayam di hatinya terhadap gadis itu bahkan setelah sekian lama berpisah. Masalahnya mengubah opini seseorang atas diri kita itu nggak mudah (boleh tanyakan ke Jokowi kalo nggak percaya #salahtempatoy). Apalagi ketika dia harus bersaing dengan Adrian, mantan pacar Sophie yang pengen rujuk dengan gadis itu.

Seseorang yang -let's say- prominent di dunia perbukuan lokal pernah bilang kalo kelebihan novel-novel Ilana Tan terletak pada kesederhanaannya. Less is more, kata beliau.

Kalo tolak(ato tolok?) ukurnya kesederhanaan, maka anda emang gak bisa mendapatkan yang lebih simpel dari In A Blue Moon.
Gak usahlah kita bahas gaya tulisan dan diksi Ilana Tan. Memang sudah pengetahuan umum kalo gaya nulisnya 'biasa'. Gak ada kalimat berbunga-bunga yang puitis nan ribet di novel-novel Ilana. Semuanya ringkas, bersih, manis. Singkatnya : sederhana.

Saya gak ada masalah dengan diksi sederhana ala Ilana.
Yang saya gak sreg adalah isi cerita itu sendiri. Kisah di novel ini simpeeell banget. Benar-benar cuma perjalanan kisah dua orang yang belajar untuk saling mengenal. Gak ada konflik yang berarti di novel ini. Kehadiran Adrian dan Miranda sebagai pihak ketiga pun gak menimbulkan konflik seru.

Yaaa akibatnya selama membaca novel ini saya ngerasanya datar aja. Gak bosen sih memang (karena gaya nulis Ilana emang enak dikunyah), tapi juga gak bikin saya excited untuk tahu kelanjutan kisahnya. Biasa aja gitu.
Kalo pun misalnya saya terputus membacanya dan gak bisa ngelanjutin, saya juga gak bakal penasaran sama kelanjutan ceritanya. Ya abis predictable bangeeettt.

Dan bukan hanya jalan ceritanya yang mudah diprediksi. Kelakuan tokoh-tokohnya pun begitu. Saya merasa gak ada perubahan karakter yang berarti dari kedua tokoh utama.
Tema benci jadi cinta? Oh please....dari awal juga kebaca kalo yang dirasakan Sophie dan Lucas terhadap satu sama lain bukanlah benci. Jauuh dari itu. Ini mah tentang remaja cowok yang suka sama cewek tapi gengsi nunjukkin. Dan tentang cewek dewasa yang dari awal udah suka sama cowoknya tapi gengsi ngakuin. Bottom line-nya sih sama : suka dari awal.

Buat saya, Lucas dan Sophie yang saya temui di bab pertama, masih sama dengan Lucas dan Sophie yang ada di halaman terakhir. Ya wajar sih. Wong gak ada juga konflik gede yang membuat mereka berubah.
Tapi ini membuat Lucas dan Sophie jadi ngebosenin buat saya. Semacam karakter 1 dimensi lah.
Padahal buat saya sih, karakter Sophie itu rada...apa ya...kekanakan (?). Oh well...itu bukan istilah yang tepat sih, tapi saya juga belum nemu istilah yang cocok. Pokoknya di awal buku saya gemas sama karakter Sophie yang suka sok gengsi gak jelas dan ehm...lemot. Yaaa gimana gak lemot kalo dia gak ngeh bahwa Lucas suka sama dia (padahal sinyalnya jelas banget) dan Adrian berniat rujuk. Kelebihannya? Sophie's cool. She's really a girlfriend material and I can see why Lucas falls for her.

Kalo Lucas sih sepertinya karakter yang sempurna. Selain kesalahannya di masa lalu ke Sophie (yang mana saya gak mau komen ini kesalahan yang penting ato gak), gak ada kekurangannya nih orang. Adrian dan Miranda sebagai antagonis? Ini mah antagonis gak niat. Kedua abang Sophie yang katanya protektif? Yah apalagi itu. Datar deh -__-

Pernah baca novel-novel Harlequin (seenggaknya yang diterbitkan GPU)? Menurutmu novel-novel HQ seru ndak? Kalo menurutmu ndak, nah buat saya novel ini masih kalah seru dibandingkan Harlequin. Padahal novel-novel HQ lebih tipis.
Tapi mungkin memang gak semua novel itu harus seru. Mungkin beberapa memang menarik justru karena kesederhanaannya. Di antara maraknya novel dengan jalan cerita dramatis, diksi yang puitis, atau karakter tokoh yang ribet, kesederhanaan ala In A Blue Moon mungkin memang menyegarkan.

So...novel ini jelek gak?
Buat saya sih nggak. Tapi juga gak bisa membuat saya bilang novel ini bagus dan layak diganjar 3 bintang.
Nope. Buat saya, cukup 2 bintang untuk novel ini yang artinya : 'biasa aja'. Yah ditambah setengah bintang deh buat covernya yang cantik itu.

Oh...berhubung nyebut 'biasa aja', saya jadi ingat kalo di kalangan fans JKT48, ada frasa yang terkenal yaitu : "Ve Biasa Aja".
Ada kisah tersendiri di balik frase itu (yang mana gak penting dibahas di sini), tapi pokoknya frase itu mengacu pada seseorang/sesuatu yang dianggap overrated.

Kenapa saya mengungkit frase itu?

Well...saya udah baca semua novel Ilana Tan sejauh ini. Kisah 4 musim itu gak jelek sih buat saya. Tapi toh juga tidak se-impressive itu. Walo saya akui kalo kisah 4 musim bikin saya penasaran membaca novel Ilana yang berikutnya karena yah...saya penasaran kenapa banyak pembaca yang berbeda pendapat dengan saya mengenai tetralogi itu.
Lalu saya membaca Sunshine Becomes You yang...ah sudahlah. Nanti saja saya tuliskan pendapat lengkap saya di review buku yang bersangkutan (itu pun kalo mood nulis reviewnya).
Dan terakhir saya membaca In A Blue Moon ini.
Dari semua novel yang sudah saya baca itu, bisa lah saya simpulkan kalo (seenggaknya) untuk saya : "Ilana Tan Biasa Aja".
:3
Profile Image for Stefanie Sugia.
731 reviews178 followers
March 9, 2015
"Lucas tidak bisa menemukan kata-kata yang pantas diucapkan ketika ia melihat wajah Sophie Wilson memucat setelah mendengar penjelasannya. Ia tidak pernah merasa seburuk ini sebelumnya. Ia ingin menarik kembali kata-katanya kalau bisa. Tetapi ia juga harus mengatakan semuanya apabila ia ingin Sophie Wilson mulai memaafkannya.
Hanya saja sepertinya Sophie Wilson tidak berencana memaafkannya."

Ilana Tan adalah penulis yang bukunya selalu aku tunggu-tunggu; dan aku rasa aku tidak sendiri dalam hal ini. Setelah menunggu beberapa tahun sejak Sunshine Becomes You, akhirnya Ilana Tan menerbitkan karya terbarunya. Aku sangat bersyukur karena terpilih sebagai salah satu dari 50 orang beruntung yang mendapatkan buku In a Blue Moon ber-TTD Ilana Tan ini bahkan sebelum bukunya terbit. Tentu saja aku langsung melahap habis buku ini dalam waktu yang singkat. Tidak perlu diragukan lagi, tulisan Ilana Tan selalu berhasil membuatku terpikat dengan cerita yang ia sampaikan.

Kisah yang ditulis dengan latar belakang kota New York ini sebenarnya menawarkan kisah yang cukup sederhana—yang mungkin pernah ditemui dalam cerita-cerita lain. Seperti yang aku tuliskan dalam ringkasan cerita di atas, semuanya diawali dengan perjodohan tidak resmi dan Sophie yang sangat membenci Lucas. Dan love-and-hate relationship adalah salah satu jenis kisah cinta yang paling aku suka. Ilana Tan berhasil membangun chemistry antara kedua karakter utamanya dengan sangat baik; membuatku perlahan-lahan juga ikut jatuh cinta dengan karakter Lucas Ford dalam buku ini. Konfliknya sendiri tidak terlalu rumit, tetapi menurutku elemen yang berperan paling besar adalah penulisan Ilana Tan yang manis. Banyak sekali adegan dalam buku ini yang berhasil membuatku tersenyum-senyum sendiri—rasanya seperti sedang menonton film rom-com yang manis. Menjelang akhir ceritanya, aku agak sedikit khawatir karena beberapa kali Ilana Tan berhasil membuatku sedih dengan ending yang ia suguhkan dalam bukunya. Namun untuk kali ini, aku sangat puas dengan akhir kisahnya yang tetap manis, cute, dan fluffy hingga halaman terakhir :)
"Aku bersedia melakukan apa pun agar kau tetap berada di sisiku, bersamaku, selama kau juga menginginkan hal yang sama."
...

Baca review selengkapnya di:
http://www.thebookielooker.com/2015/0...
Profile Image for Vinca.
219 reviews5 followers
March 20, 2015
"Bahwa kau hanya gadis biasa yang berpotongan tubuh kecil dan cukup manis kalau tidak sedang memberengut. Kau tidak tinggi semampai dan tidak memiliki tampang eksotis. Benar-benar biasa. Kau mungkin tidak sempurna, tapi kau sempurna untukku."

Lalu aku meleleh.... :)))

Lucas Ford itu mirip2 sama Gideon Cross.. sama2 manis, protektif, dan pintar memperlakukan wanita yg dicintainya. Bedanya.. Lucas Ford tidak pernah mengumbar ciuman, hubungan badan, bahkan sentuhan ke wanita lain. Yang hanya mendapatkan perlakuan istimewa itu hanya Sophie Wilson.. manis banget kaaaaaannnnnnnn...

Sama seperti buku-buku Ilana Tan yang lain, ide cerita yg sederhana, tata bahasa yg sopan namun tak kaku, dan timbulnya rasa hangat setelah membaca novel-novelnya..

:* for Lucas
Profile Image for Rizky.
1,067 reviews89 followers
December 31, 2015
Ilana Tan kembali lagi dengan karyanya yang selalu dinantikan pembacanya, setelah sebelumnya sukses dengan Seri Musimnya. Kali ini Ilana Tan mengajak pembacanya berkenalan dengan Lucas Ford dan Sophie Wilson. 2 orang yang sekian lama tidak bertemu kemudian bertemu kembali karena sebuah perjodohan.

Hubungan Lucas dan Sophie dulunya tidak bisa dibilang baik. Sampai sekarang Sophie masih menyimpan kebencian terhadap Lucas, hal yang berbeda dengan Lucas. Novel ini akan mencoba mengangkat tema benci jadi cinta. Bagaimana Lucas pelan-pelan mencoba meyakinkan Sophie bahwa dia telah berubah dan dia layak menjadi kekasih Sophie.

Ending novel ini mungkin sudah bisa tertebak sejak awal. Kisah ini sederhana sekali, hanya fokus mengenai hubungan Lucas dan Sophie. Kehadiran Miranda dan Adrian pun tidak terlalu berarti, menjadikan novel ini terlalu sederhana tidak ada konflik berarti. Untungnya Ilana Tan punya gaya menulis yang enak dan mengalir, membuatku sebagai pembaca bisa terus membaca hingga akhir.

Kalau kamu penyuka kisah romance yang sederhana dan manis, bisa mencoba membaca buku ini.^^
Profile Image for Francisca Todi.
Author 8 books48 followers
June 8, 2017
As sweet as cotton candy. Adegan-adegan dan percakapan antara Lucas dan Sophie bener-bener sweet and cute. Mungkin konfliknya memang kurang dalam, tapi terus terang saya udah lega banget karena endingnya ngga mendadak berubah arah seperti Sunshine Becomes You. Novel ini bisa dibilang guilty pleasure, mengisi tangki kebutuhan cerita-cerita romantis untuk sementara waktu.
Profile Image for Ivena.
9 reviews5 followers
April 9, 2015
I don't read many Indonesian novels since Kuala Kumal by Raditya Dika. But, this one is an exception. I love love love Ilana tan. I will be extremely honest with the review. When I first read the synopsis of Summer in Seoul, I had my doubt. Another Korean geek with their fanfiction fantasy. I did not buy it. Even when Winter in Tokyo came out, I left the book untouched at the book store. But then I visited my cousin at Jakarta, and she has 3 books. Out of boredom I read Winter in Tokyo. I fell in love. I read Summer in Seoul. I fell in love again. I read Autumn in Paris, I sobbed. Such a heartbreaking story. When I went home, at christmas, I bought all the three books at once. She has my heart. I have faith in her name as an author. I know she will not disappoint me with ill plot or crazy male lead. I just know. Since then I always buy her books. Always.

Her stories isn't one of a kind. Isn't soul touching the way Harry Potter is dear to my heart. It's kind of an easy romance reading, almost all of her books are stories from faraway place.
Her character is the typical male and female lead, with their perfect life, perfect boyfriend. Perfect everything.
It should be boring.
News flash, it's not.
I think it's the way she writes. The way she bleeds her heart out at a typewriter. I think it's how she loves the job and loves life that I also can feel it through her typical stories and character.

But I don't know her, so it's not a statement based on a fact. It's just how I feel. Anyway, I love love love her books. You should buy all of her books. She's amazing.
Profile Image for Iris.
189 reviews85 followers
May 30, 2015
Berharap ada yang spesial dari buku ini. Terakhir baca buku Ilana Tan, Sunshines Becomes You sekitar 2 tahun lalu, nangis nya nggak kelar kelar. Di buku ini toh menurutku nggak ada yg spesial, light reading, konflik nya juga kurang intens, hmm apa gara gara keseringan baca buku luar yang konfliknya berat? Kurang tahu juga.
Yah memang dari dulu buku sad ending lebih ngena meskipun bikin cekit cekit. Berharap buku Ilana Tan selanjutnya lebih wow.
Profile Image for Nisa Shofa.
81 reviews
March 22, 2015
Novel ini pemberian Gramedia dan Kak Ilana Tan. Haha, beruntung sekali aku! <3

Well, aku sebenarnya sudah lama menamatkan novel IN A BLUE MOON ini. Dan, aku sangat setuju dengan diskusi admin fp Ilana Tan dan Mbak Hetih bahwa ini novel Ilana Tan paling segar yang pernah ditulis Kak Ilana. Berbeda dengan novel-novel sebelumnya yang tebal dengan deskripsi, ini justru banyak bertebaran dialog dibanding narasi. NGGAK terkesan seperti naskah skenario sama sekali,kok, tapi. Malah dialognya sangat nyaman dan buat fresh. Jadinya ggak bikin pusying dengan kalimat panjang-lebar.

Ceritanya tentang Lucas Ford yang dijodohkan dengan Sophie Wilson oleh kakeknya. Dan, mereka sudah berteman--oh, maksudku bertemu--sejak mereka di SMA dulu. Karena suatu hal yang menyakitkan hati Sophie, Lucas dibenci gadis itu. Lucas merasa beruntung dengan pertunangan itu, tapi tidak dengan Sophie. Namun, Lucas berjanji akan membuat Sophie merubah pikiran buruknya mengenai Lucas. Dan, sudah bisa ditebak bagaimana endingnya karena IN A BLUE MOON tidak se-elegi SUNSHINE BECOMES YOU.

Heuh. Teman yang sangat sederhana. Tapi, eksekusinya sangat berhasil. Yah, siapa yang nggak kenal karya Kak Ilana. Selalu tersaji dengan apik. Bahkan, deskripsi tempat seakan kita ada di sana bersama tokohnya.

Kak Ilana sekali lagi berhasil membuat karakter loveable seperti tokoh-tokoh sebelumnya. Lucas Ford sangat manis dengan segala tindakannya terhadap Sophie. Sophie juga sangat membuatku iri dengan itu. Yah, Sophie agak kendur karakternya di sini. Lalu aku benci dengan sosok Miranda Young. Jujur, sungguh, suwer, aku pengen ngelabrak di Young itu -_- Aku sebal dengan sosok Adrian Graves. Dia memetahkan pemikiran cantikku terhadap jurnalis huuhu ;( Satu lagi, sosok Sophie membuatku semakin iri dengan fakta bahwa dia memiliki dua kakak cowok yang sangat memperlakukannya spesial. Spencer dan Tyler :3 Well, aku agak bingung dengan nama Tyler. Di semua bagian dia dipanggil Tyler. Tapi, di satu bagian--aku lupa halaman berapa--dia dipanggil Taylor :3 (Mencoba berpositif thinking, mungkin sebenarnya Taylor dan semua orang memanggilnya Tyler sehingga lebih sering disebut Tyler. Lagian, penyebutan Taylor itu di deskripsi, jadi kemungkinan pemikiran positifku itu benar hehe).

Semua dialog manis! Aku suka! Aku suka! Sukaaaaaa banget!

But, Im sorry to say. I just give 4 stars. Why?

Entahlah. Aku merasa ada yang kurang dengan IN A BLUE MOON ini. Kurang tebal, kurang panjang, kurang lama. Plakk! Hahaha.

Jujur, dari semua karya Kak Ilana sampai IN A BLUE MOON ini semuanya aku suka. Namun, yang kuberi bintang 5 cuma WINTER IN TOKYO sama SUNSHINE BECOMES YOU.
Untuk WINTER IN TOKYO sendiri karena aku suka sekali dengan cerita ini. Aku jatuh cinta BANGET sama sosok Kazuto. Kalo boleh jujur, sebelum baca novel ini aku nggak tahu gimana suasana perempatan Shibuya yang terkenal itu. Tapi, baca novel ini ngegambarin banget tempat itu di otak. Dan, fualah! Saat aku search di google, penampakan Shibuya persis seperti apa yang kubayangin.
Untuk SUNSHINE BECOMES YOU sendiri karena dia bisa bikin aku nangis. Bahkan, AUTUMN IN PARIS yang sendu banget aja nggak bikin aku nangis. Malah, SBY pembukaannya ngebuat aku bosan. Tapi, setelah bab berapa aku lupa, bisa dengan lancar kucerna.

Nah, IN A BLUE MOON kucerna sangat lancar dari awal sampai akhir. Sosok Lucas malah ngingetin aku sama Kazuto. Gimana slengekannya dia, cara dia berlaku manis ke Sophie. Ngingetin sama Kazuto, entah kenapa. :3

Well, stalking tentang IABM, ternyata memiliki keterkaitan dengan SBY. Apa ada yang nyadar kalo judulnya saling terkait. Hahaha! MOON dan SUNSHINE. Yaps! But, it's not just that! Tapi, tempat, kesamaan latar belakang tokoh utama wanita juga sama. Tempat sama-sama di New York. Tokoh utama wanita sama-sama dideskripsikan berambut pendek, tidak tahu siapa orang tua kandung mereka, dan mereka diadopsi oleh keluarga yang sangat menyayangi mereka. Heuh, beyuntung cekali! Piktip cekali! Hahaha :D
Tahu pekerjaan Luca Ford? Dia koki! Tahu dia koki di mana? RAMSES!
Tahu siapa teman Sophie Wilson? NICHOLAS LI! Tahu siapa dia? Anak pemilik restoran EASTERN EAST di Chinatown! Masih ingat Mrs. Li dan ayam Kungpao-nya, kan? Yang disukai banget sama temennya Alex Hirano itu looohhhh!!!!!~~~~

Heuh, tapi meskipun cuman 4 bintang yang kukasih, tapi aku puas banget dengan karya Kak Ilana ini. Aku tetap fans nomor satunya! Hahaha :D

Ohya, aku jadi bertanya-tanya juga apa yang akan diambil dari novel IABM ini untuk novel Kak Ilana berikutnya yaaa? Aih, semoga lebih manis dan lebih wow hingga aku bisa ngasih bintang 5 ke karya selanjutnya :)

Bedewe, sekali lagi terima kasih pihak Gramedia dan Kak Ilana atas IN A BLUE MOON with sign-nya ^_^
Profile Image for Pauline Destinugrainy.
Author 1 book270 followers
December 1, 2015
Penggemar lini Metropop dan kisah romansa di Indonesia pastinya tidak asing dengan nama Ilana Tan. Season Series adalah karya beliau yang mampu melejitkan namanya. Tidak heran jika hanya dalam waktu kurang dari sebulan, In A Blue Moon konon sudah masuk cetakan ke-3. Karya beliau memang selalu ditunggu. Saya beruntung bisa mendapatkannya dengan gratis lewat sebuah sayembara menulis review.

Kali ini Ilana Tan membawa pembacanya ke New York dan bertemu dengan Lucas Ford, pemilik sebuah restoran terkenal bernama Ramses. Pada bulan Desember yang dingin, Lucas dikejutkan oleh rencana gila kakeknya, Gordon Ford. Kakeknya ternyata telah menetapkan seorang gadis bernama Sophie Wilson untuk menjadi tunangannya. Jika saja Sophie Wilson bukan seseorang yang membencinya, tentu masalahnya tidak serumit ini. Di sisi lain, tentu saja Sophie tidak setuju ditunangkan dengan orang yang pernah membuat hidupnya susah di masa lalu.

Namun, Lucas akhirnya memutuskan untuk mendekati Sophie. Berbekal alasan untuk menghentikan ide-ide nekat kakeknya berikutnya, Lucas mengajak Sophie untuk mengikuti saja kemauan kakeknya itu. Padahal alasan Lucas sebenarnya adalah ingin menunjukkan pada Sophie bahwa dirinya sudah berubah. Dia bukanlah pemuda yang egois lagi. Dia ingin Sophie bisa melihat dirinya yang sekarang.

“Aku bersedia melakukan apa pun agar kau tetap berada di sisiku, bersamaku, selama kau juga menginginkan hal yang sama.”


Saya setuju dengan pendapat bahwa pria yang tidak romantis sekalipun bisa mengeluarkan kata-kata indah jika dia bertemu dengan wanita yang memikat hatinya. Lucas mungkin tidak menyadari itu pada awalnya. Namun seiring berjalannya waktu, Lucas mulai merasakan jantungnya berdebar-debar saat berada di dekat Sophie. Sementara Sophie yang tadinya sangat membenci Lucas mulai melihat bahwa pria itu bukanlah lagi Lucas yang dikenalnya dulu.

"Bahwa kau hanya gadis biasa yang berpotongan tubuh kecil dan cukup manis kalau tidak sedang memberengut. Kau tidak tinggi semampai dan tidak memiliki tampang eksotis. Benar-benar biasa. Kau mungkin tidak sempurna, tapi kau sempurna untukku."


Benci menjadi cinta. Ide cerita klasik yang tidak pernah gagal bagi saya. Saya menyukai adanya perubahan karakter pada masing-masing tokoh utama di dalam novel ini hanya karena cinta yang mereka tidak sadari kedatangannya. Lucas yang tadinya digambarkan sebagai pria yang tidak gampang terpesona oleh kecantikan wanita, bisa luluh pada seorang gadis Asia berperawakan kecil. Sementara Sophie yang sudah pernah disakiti oleh Lucas, mencoba membangun ulang kepercayaannya sedikit demi sedikit. bagian dimana Lucas dan Sophie saling bertukar pesan singkat dan saat mereka saling menelpon adalah favorit saya. Satu hal lagi yang saya sukai dari novel ini, meski berlabel Metropop dan mengambil setting di luar negeri, penuturan cerita yang manis dan "sangat sopan" membuat saya terpukau dari halaman pertama.

Meski saya masih menjumpai satu-dua typo di dalam novel ini, saya sangat menikmati membaca novel ini. Semuanya disajikan dalam porsi yang pas dan tepat. Bahkan sampulnya yang berwarna biru dengan gambar cover sebuah toko kue kecil yang hangat di tengah dinginnya salju langsung menjadi favorit saya. Saat menutup buku ini dengan perasaan hangat di hati, saya jadi bertanya-tanya, apakah berikutnya akan ada sekuel lanjutan yang tokohnya berhubungan dengan novel ini? Mungkin penulisnya bisa mempertimbangkan Spencer Wilson, si dokter yang belum menemukan pasangan itu :)
Profile Image for yun with books.
722 reviews244 followers
June 2, 2017
Well, cuma satu kata buat komentarin buku ini: MEH
Bukan...Bukan karena benci sih, tapi lebih ke..perasaan kecewa aja. Tumben Ilana Tan nulis cerita yang seperti ini. Dangkal, alur konflik tidak begitu menggugah selera pembaca. Tidak seperti buku-buku dia sebelumnya. Waktu aku baca Sunshine Becomes You beberapa tahun lalu, aku nangis karena lebih ke mungkin kata-kata yang tersirat di dalam bukunya. Walaupun ending bukunya juga sedih sih...

Tapi, dibuku ini aku ga nemu gregetnya Ilana Tan. Masih untung aku mau menghabiskan sampai akhir buku. Semoga ke depannya Ilana Tan bisa bikin cerita yang jauuuuuh lebih baik dari ini, karena ini bukunya gaada bedanya sama alur cerita buku chick-lit pada umumnya.

Nilai plusnya, cara nulisnya Ilana Tan itu yaaaa unik banget, baca buku-bukunya dia berasa baca buku terjemahan. piece of advice aja ya Ilana Tan, settingnya jangan di New York lagi nanti. Udah bosen hahahaha...so far akhir bukunya lumayan bikin senyum sih.

Profile Image for owleeya.
307 reviews100 followers
March 22, 2015
"Kau mungkin tidak sempurna, tapi kau sempurna untukku."

Jadi, saya gak lantas guling-guling baca kalimat itu, tapi malah teringat soundtrack Grey & Jingga, Pangeran Kesepian.

Dan senyummu, juga sedihmu, jadi perhatianku
Kau sempurna untukku


Novel ini manis banget, tapi jenis yang saya suka: yang bisa membuat saya terus membaca, tanpa harus berhenti sejenak karena manisnya bikin enek. Kayak Summer in Seoul, yang mengingatkan saya kenapa Ilana Tan adalah seorang pengecualian bagi saya yang jarang baca Metropop. Memang benar kata editornya, less is more. Ilana Tan tidak menulis tentang hingar-bingar kehidupan di ibukota, atau kehidupan sosialita di luar negeri, meskipun novelnya memang selalu berlatar di luar negeri.

Sebenarnya ini 3.5 bintang, kurang tebal, masih pengen baca tentang Sophie & Lucas. :))
Profile Image for Gie.
149 reviews20 followers
March 19, 2015
kali pertama baca bukunya Ilana Tan. ini juga jadi awal mula untuk saya kembali lagi 'asal' pilih buku, hanya karena... judulnya yang menarik! iya, saat lini masa ramai akan terbitnya buku satu ini, saya yang biasanya cuek lantas jadi tertarik. tambahan ada bonus celemek kalau ikut PO sungguh menggoda kantong saya yang sudah kempis-kempis kembang (berharap segera berkembyaang biar bisa belanja lagi) :D ohya, sekalipun saat saya membaca sinopsisnya terlebih dahulu saya merasa, "hhmm, tentang perjodohan? hhm, kayaknya bukan tipe bacaan saya sekarang, deh.", tapi tetap saya memberikan kesempatan untuk karya satu ini mengisi hari saya. dan bagaimana hasilnya?

cerita dibuka oleh percakapan telepon Lukas Ford, seorang koki restoran ternama--Ramses, dengan Pop. jangan pikir Pop itu kepanjangan dari Poppy dan ia wanita yah. Pop itu adalah panggilan kakek untuk Gordon Ford. sang 'Pop' kakek mengabarkan kalau ia telah memilihkan cucu tunggalnya itu seorang tunangan. Lukas mengira kalau kakeknya sampai repot-repot mencarikannya tunangan karena ia terlihat dekat dengan Miranda Young, seorang model cantik. namun ternyata kakeknya memang terobsesi untuk menjodohkannya dengan cucu perempuan dari sahabatnya. saat Lukas Ford diminta untuk menjemput kakeknya di acara pernikahan, lantas kemudian ia tahu bahwa 'tunangannya' adalah Sophie Wilson, seorang gadis mungil berwajah Asia yang tak asing lagi di matanya. terlebih Sophie Wilson yang pernah dibuat terluka oleh Lukas Ford dan membuatnya membencinya. bagaimana bisa Lukas Ford, yang sangat dibenci Sophie Wilson menjadi tunangannya? dan untuk Lukas Ford, ini bisa jadi kesempatannya untuk memperbaiki apa yang terjadi di masa lalu, dan untuk membuktikan bahwa manusia bisa berubah. jauh lebih baik tentu.

permasalahan sudah disajikan di depan, dan hal itu jadi bumbu tersendiri karena membuat pembaca setidaknya bertahan untuk mencari tahu apa yang terjadi dan apa yang membuat persoalan di atas menemukan jawabannya, bagaimana caranya menemukan jawaban. setidaknya hal itu yang membuat saya bertahan membaca buku ini (tapi saya memang tipikal yang tidak tega membiarkan bacaan tak terselesaikan :D). sekalipun saya merasakannya ceritanya terlalu ‘basi’ – perjodohan, luka di masa lalu, benci-benci suka, malu-malu gitu, cemburu—tapi setidaknya Ilana bisa membawa saya bertahan. Yang menarik dari ‘kebasian’ ini adalah (thanks God) karakter tokohnya yang 'nggak ganggu'. Lukas Ford yang walau terlihat mudah untuk mendapatkan wanita, dan ia juga tampak tak keberatan berada dekat dengan Miranda Young yang menyukainya, tapi Lukas bukan tipikal yang menarik manfaat dari pesona yang ia punya (hehehhehe). Sophie Wilson juga gadis yang lucu – yang terlihat tegas, tapi ternyata kalau sudah kikuk berubah jadi wanita yang punya pukulan kasar :D. atau kalau sedang bingung dan ada sesuatu yang tak disukainya bisa ngambek dan uring-uringan gak jelas (well, kalau begitu sih ganggu yah?) tapi yah, sungguh buat saya tak terlalu mengganggu. hanya saja untuk Gordon Ford, saya sebenarnya ingin sesuatu yang lebih gimana gitu dari beliau. juga untuk Miranda Young (liat namanya ini malah yang terlintas di kepala jadi ngebayangin Miranda Kerr), yang dijabarkan dengan cantik, cantik, cantik. adakah sisi lainnya? – tapi bukan yang gak pernah makan masakan Lukas karena dia menjaga banget bentuk tubuhnya, ya.

kalau saya bilang karakternya gak ganggu, tapi ada juga yang rasanya kurang. hhm, gak tau yah menurut saya Ilana belum kasih ‘nyawa’ untuk beberapa karakter, seperti Adrian Graves – mantan pacar terselubung Sophie (padahal sayang banget, nget, ngeet, kan si jurnalis satu ini bisa gitu lebih mengancam Lukas Ford), Miranda Young (kayak yang dideskripsiin di atas), para pekerja di Ramses dan A Piece of Cake. juga seperti penjabaran pekerjaan Lukas yang notabene koki, tapi sepertinya gak pernah digambarin proses saat Lukas masak (pan bisa jadi tambah seksih), begitu juga Sophie yang punya toko kue enak. padahal saya sudah menyiapkan diri untuk menahan air liur dan memegangi perut kalau-kalau ada adegan masak-masak, tapi ternyata gak ada. kan sayaaang, kan. ada beberapa typo juga yang saya temukan (berupakan pengulangan dan pengunaan ini itu).

membaca buku ini membuat saya kembali ingat seperti apa saya sepuluh tahun yang lalu. mulai dari cara saya bertemu buku ini hanya karena judulnya yang menarik (bahkan untuk kovernya saya tidak terlalu suka dan bukan jenis kover buku yang membuat saya ingin merengkuhnya) dan berbonus celemek (yang ternyata dasar celemeknya itu baguus banget. tapi sayang gak jadi warna biru biar jadi warnanya Lukas). dan mungkin kalau saya membaca buku ini di usia saya sepuluh tahun yang lalu, bisa jadi saya akan mengelu-elukan buku ini :D. benar kata Lukas, manusia bisa berubah. begitu juga bacaan saya yang tampaknya jadi berubah. buku ini walau tentang cinta dan romansa (yang biasanya saya suka), tapi kali ini saya merasa cukup. Enough for the ‘cheesy’ story 

tambahan : walau begitu tak tahu kenapa saya ingin menuliskan bagian favorit dari cerita ini. ada di……. hhmm, ketika Lukas tiba-tiba datang saat Sophie mengisi kelas memasak di yayasan sosial. Lukas Ford yang menyebalkan seenaknya berbicara bahwa ia adalah tunangan Sophie. padahal jelas Sophie masih membencinya. Lukas pun bisa berbaur dengan rekan kerja dan orang-orang di yayasan, membuat Sophie sebal karena Lukas menunjukkan kepada semua orang kalau dia sangat menyenangkan dan bisa diterima? mengapa hanya ia saja yang tahu sisi buruk Lukas,dan itu menyiksanya. dan hebatnya, hal yang mengganjal hatinya itu berhasil ia sampaikan pada Lukas dengan mulus. Lukas pun memberi pengertian kepada Sophie bahwa memang ia telah berbuat buruk pada Sophie, tapi manusia bisa berubah. saya pikir itu awal yang manis, lembut, dan anggun untuk hubungan Sophie dan Lukas ke depannya.

ohya latar ceritanya ada di negeri paman Sam, tepatnya di New York dan sedikit Chicago. juga tokohnya diambil dari sono. well, iya jadi seperti baca chicklit, tapi ditulis sama penulis Indonesia. jangan lupa judul bukunya ternyata bukan atas nama momen atau suasana di kala ada bulan (d*myn, sayah ketipu :D), blue moon-nya lebih ke nama minuman. gitu gak, sih (Vermouth)?
Profile Image for Nike Andaru.
1,646 reviews112 followers
April 28, 2019
102 - 2019

Khas Ilana Tan, ceritanya manis dan terasa seperti membaca buku terjemahan. Bahasanya seperti diterjemahkan gitu, tapi begitulah Ilana Tan. Cerita Sophie dan Lucas kali ini pun begitu, sungguh manis dari yang dulu benci jadi cinta.

Walau ceritanya manis tapi kayaknya kurang konflik jadi terasa datar aja gitu. Saya sih gak berharap ceritanya bakal kayak sinetron yang lebay, tapi ini tuh jadinya biasa aja. Bagus, tapi terasa biasa. Saya malah gak merasa Tyler dan Spencer lebih 'kejam', Adrian kurang gigih dan Sophie yang sepertinya langsung mudah dibuat jatuh cinta sama Lucas.
Profile Image for Rose &#x1f4da;&#x1f339;.
537 reviews133 followers
May 10, 2015
"Kau mungkin tidak sempurna, tapi kau sempurna untukku." - Lucas Ford.

Dan akupun meleleh~~ Kalau aku jadi Sophie, mungkin aku akan langsung berkata," Nikahi adek bangggg~~ Adek siap jadi bini abanggg~~ but well, Sophie tentu tidak akan bersikap seperti itu :D

Cerita ini digambarkan dengan begitu baik oleh Ilana Tan. Aku tak pernah sekalipun ragu dengan penulis satu ini. Singkatnya Sophie punya masa lalu buruk karena Lucas Ford. Ketika dewasa, mereka kembali dipertemukan dan bahkan diisyaratkan untuk bertunangan. Sophie membencinya. Lucas yang sadar akan hal itu pun berusaha untuk memperbaiki kesalahannya di masa lalu dan berupaya untuk memenangkan hati Sophie.

"Dengar, anak laki - laki yang dulu membuat hidupmu susah memang aku. Tapi orang yang tadi kau lihat di dalam sana itu juga aku. Manusia bisa berubah, Sophie." hal 79

Bukan hanya Sophie yang tersentak mendengar pernyataan itu, tapi aku juga. Ya, seiring dengan berjalannya waktu, setiap orang pasti berubah. Entah itu berubah dari positif menjadi negatif, atau berubah dari yang baik menjadi lebih baik lagi. Dari sudut pandang Sophie, Lucas digambarkan sebagai lelaki penakut yang lebih memilih untuk menyelamatkan diri sendiri dengan cara ikut membully orang - orang disekitarnya. Akan tetapi seiring dengan berlalunya waktu, Lucas berubah menjadi sosok yang independen, ramah, dan penyayang.

Ia mungkin melakukan kesalahan di masa lalu, tapi dia hadir di masa kini untuk memperbaiki semuanya. Well, siapa yang tidak pernah melakukan kesalahan? Ketika kau salah dan kau tahu kesalahanmu dan berniat memperbaiki semuanya, kau sudah satu langkah lebih baik dari dirimu yang sebelumnya.

Ilana Tan sukses menciptakan tokoh Lucas. Bagiku pribadi, ia tipe pria idaman setiap wanita. Gimana nggak? Dia bisa masak, punya restoran sendiri, tampan dan menarik. Semua wanita pasti mendambakan sosok seperti itu. Hanya saja terkadang muncul keinginan kecil untuk menyentil telinga Lucas untuk menyadarkannya bahwa sebagai seorang laki - laki, ia harus lebih tegas.

Salah satu yang aku suka dari hubungan benci namun cinta ini adalah romancenya yang pas dan tidak berlebihan . Hubungan ini terasa dewasa, matang, dan keduanya saling percaya. Aku rasa itu yang paling penting dalam suatu hubungan. Lucas tampan, tapi sifatnya yang membuatku lebih dari sekedar suka kepadaya.

Untuk tema, alur dan setting, aku tidak terlalu ingin membahasnya. Bagiku semuanya tidak lagi menjadi soal jika penulis mampu menciptakan tokoh yang baik dan cerita yang menakjubkan. Aku tipe orang yang susah move on dari buku bagus. Walaupun sudah selesai membacanya, aku akan terus membicarakannya sepanjang waktu. Buku ini salah satunya. :)
1 review
May 11, 2015
Menurut saya, In A Blue Moon memiliki kelebihan dibandingkan Sunshine Becomes You, terutama dari seri gaya menulis dan pemakaian diksi. Sunshine Becomes You, terlalu monoton. Sementara di In A Blue Moon, saya melihat cara menulis Ilana Tan yang berbeda dan ide yang lebih segar.
Dan saya suka judul yang dipilih Ilana. In A Blue Moon, dari Once in a blue moon, yang berarti sangat jarang terjadi :)

Meski begitu, ada beberapa hal yang agak mengganggu dari novel In A Blue Moon ini.

Pertama, karakter Lucas. Hmm... terlalu sempurna dan ayolah... saya terganggu dengan sikapnya yang 'acuh'. Ia menganggap Miranda sebagai teman, tetapi tidak berusaha memberikan penjelasan di saat banyak orang mengira mereka berdua adalah sepasang kekasih. How come? seolah-olah memberikan harapan kepada Miranda saja (ugh)

Kedua, terlalu banyak kebetulan. Sophie dan Lucas yang tanpa sengaja bertemu di acara pesta, lalu adegan percakapan yang selalu disela oleh dering ponsel

Ketiga, banyak karakter tetapi kurang digali dan ada yang hanya sekedar lewat. Favorit saya mungkin Gordon Ford. Saya lebih sering nyengir waktu membaca bagian di mana si kakek muncul. Sayangnya Gordon Ford hanya muncul di awal, sedikit-sedikit di bagian tengah, dan di akhir.

Keempat, ada pengulangan yang saya rasa tidak perlu. Seperti di halaman 213.
Ia mencoba menarik tangannya, namun Lucas tidak melepaskannya.Lucas tahu pegangannya tidak benar-benar kuat, tetapi Sophie tidak akan bisa melepaskan diri tanpa menarik perhatian keluarganya.

lalu di halaman 214

Lucas tetap bertahan. Pegangannya di tangan Sophie tidak terlalu erat, namun Sophie sudah pasti tidak akan bisa melepaskan diri tanpa menarik perhatian keluarganya.


Dan yang terakhir, sama seperti beberapa review. Konflik di cerita ini kurang greget. Saya bisa membaca Sunshine Becomes You dalam satu hari dan tergerak untuk membalik halamannya, tapi tidak dengan In A Blue Moon. Saya membacanya dalam empat hari. Baca beberapa bab, berhenti. Baca lagi, berhenti lagi.

Karakter Sophie dan Lucas kurang menimbulkan kesan. Saya justru membayangkan visualisasi dari Mia dan Alex ketika membaca setiap halaman dari novel ini (ya, sy tahu Lucas punya mata biru yang indah).

Bukan berarti In A Blue Moon tidak bagus. Saya tahu susahnya menulis dan banyak orang menyanjung karya Ilana Tan, tidak mungkin kalau tulisannya tidak bagus. Ini hanya perbedaan selera dan mungkin pandangan saja.

Profile Image for Hairi.
Author 3 books19 followers
March 21, 2015
Lucas Ford harus menerima perjodohan yang dicetuskan oleh sang kakek. Ketika Lucas bertemu dengan tunangannya itu, Lucas kaget karena dia sudah mengenal gadis itu sebelumnya. Sophie Wilson bukan orang baru dalam kehidupan Lucas, mereka pernah saling mengenal saat masih duduk di bangku SMA. Kakek Lucas pun senang mengetahui cucunya sudah mengenal dengan seseorang yang dia ingin jodohkan. Namun, Sophie menegaskan sesuatu, “Kami hanya bersekolah di SMA yang sama. Tidak bisa dibilang berteman.”


Yah, hubungan Lucas dan Sophie tidak bisa dikatakan baik. Sophie Wilson malah dengan terang-terangan berkata pada Lucas kalau dia membenci Lucas. Hal ini disebabkan kejadian saat SMA. Lucas menjadi pencetus Sophie Wilson dibully teman-temannya di SMA. Di bulan Desember di tahun pertama SMA-nya, Sophie untuk pertama kalinya merasa hidupnya tidak berarti dan itu disebabkan oleh Lucas.

Perasaan bersalah terbit di hati Lucas. Dia pun melakukan upaya agar Sophie Wilson bisa memaafkannya dan menegaskan pada Sophie kalau Lucas Ford adalah seseorang yang menyesal dengan apa yang dilakukannya dulu. Lucas juga senang menggoda Sophie dengan status pertunangan mereka yang dicetuskan oleh kakeknya, walau Sophie selalu menolaknya.

Di sisi lain juga ada Miranda Young, seorang model cantik yang selalu terlihat bersama Lucas. Juga kemudian muncul seorang pemuda bernama Adrian yang pernah menjadi bagian penting dalam hidup Sophie. Bagaimana akhir perjalanan kisah mereka?

***

Tidak ada ekspektasi terlalu berlebihan ketika membuka halaman pertama novel ini, mungkin karena saya bukan termasuk fans Ilana Tan. Tapi ketika membacanya saya tertarik pada kasus bullying yang dialami Sophie Wilson saat SMA, namun penulisnya tidak menjadikan itu fokus utama dalam tulisan. Penulisnya konsisten menggarap bagian romansanya saja.

Secara tema, rasanya memang aneh di zaman sekarang, di kota besar seperti New York pula kasus perjodohan terjadi. Namun, Ilana Tan mengemas cerita tersebut sehingga bisa diterima dengan wajar karena kedua tokoh utamanya memang sudah punya 'cerita' sejak masa SMA.

Selengkapnya di : http://diarybukuyanti.blogspot.com/20...
Profile Image for Lelita P..
633 reviews58 followers
November 21, 2015
Yang minjemin buku ini ke saya bilang, Ilana Tan kehilangan "sentuhan"-nya dalam novel ini. Well, mungkin sedikit ada benarnya. Saya merasa novel ini tidak setokcer novel-novel Ilana Tan sebelumnya. Tapi, seperti yang saya tulis di status update, Ilana Tan masih punya "magic" itu: kekuatan untuk membuat pembacanya terlarut, terhanyut, hanya ingin terus membalik halaman tanpa memikirkan apa-apa. Novel-novel Ilana Tan selalu punya tarikan unputdownable seperti itu, dan In A Blue Moon ini tidak berbeda.

Novel ini manissss. Ringan dan sangat manisss. Tipikal bacaan menyenangkan bagi yang mencari novel romansa indah untuk menerbitkan senyum di wajah. Menulis novel romansa murni--yang fokusnya benar-benar romance tanpa subplot lain yang menonjol--tidaklah mudah; pembangunan chemistry karakter pria dan wanitanya haruslah perlahan tapi believable, dengan tarik-ulur yang pas sehingga membuat pembacanya gregetan sekaligus tersenyum senang. Ilana Tan sangat jago dalam hal itu.

Yang paling paling paling saya sayangkan dari novel ini sampai bikin saya gemes sendiri cuma satu:

Terlepas dari itu, saya suka segala kemanisan romansa ala Ilana Tan di novel ini. Dan tentu saja senang dengan -nya, berhubung lagi capek baca sesuatu yang menguras emosi.



Profile Image for Biondy.
Author 9 books235 followers
May 14, 2015
Judul: In a Blue Moon
Penulis: Ilana Tan
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Halaman: 320 halaman
Terbitan: April 2015

“Apakah kau masih membenciku?”
“Aku heran kau merasa perlu bertanya.”

Lucas Ford pertama kali bertemu dengan Sophie Wilson di bulan Desember pada tahun terakhir SMA-nya. Gadis itu membencinya. Lucas kembali bertemu dengan Sophie di bulan Desember sepuluh tahun kemudian di kota New York. Gadis itu masih membencinya. Masalah utamanya bukan itu—oh, bukan!—melainkan kenyataan bahwa gadis yang membencinya itu kini ditetapkan sebagai tunangan Lucas oleh kakeknya yang suka ikut campur.

Lucas mendekati Sophie bukan karena perintah kakeknya. Ia mendekati Sophie karena ingin mengubah pendapat Sophie tentang dirinya. Juga karena ia ingin Sophie menyukainya sebesar ia menyukai gadis itu. Dan, kadang-kadang—ini sangat jarang terjadi, tentu saja—kakeknya bisa mengambil keputusan yang sangat tepat.

Review

Cerita di novel ini sudah seperti yang dituliskan blurb-nya. Tentang Sophie Wilson dan Lucas Ford yang dijodohkan oleh kakek Lucas, Gordon Ford. Sophie tidak menyukai Lucas karena semasa SMA, Lucas pernah membuat hidup Sophie susah. Mengetahui Sophie ternyata masih dendam padanya, Lucas berusaha menunjukkan bahwa dia sudah berubah dan mulai mendekati Sophie untuk mengubah pandangan gadis itu.

Ini buku ketiga Ilana Tan yang kubaca dan merupakan buku keduanya yang berhasil kuselesaikan. Mengingat saya dulu gak kuat baca "Sunshine Becomes You" sampai selesai, saya jadi ragu untuk beli buku barunya Ilana. Untungnya, buku ini kemudian muncul di tempat sewa buku langganan saya. Padahal tempat sewa itu hampir gak pernah beli novel baru, loh, tapi saking banyaknya yang cari, akhirnya buku ini disediakan oleh mereka.

Kalau diumpamakan film, "In a Blue Moon" ini semacam film romantis yang diputar pada musim Valentine. Akan ada orang-orang yang menyeret pasangannya untuk nonton film itu, sementara si pasangan bakal nonton sambil mengantuk atau mainin HP. Dan sayangnya, saya adalah orang yang nonton sambil mengantuk itu.

Ceritanya terkesan datar untuk saya. Tidak ada sesuatu yang wow yang bikin saya semangat bacanya. Bahkan menjelang akhir, saya berharap bakal ada satu saja tokoh bitchy yang muncul supaya ada drama dalam ceritanya *uhukmirandayoufailmeuhuk*. Yah, untung manisnya cerita ini tidak berlebihan, jadi saya masih bisa baca tanpa merasa enek hingga akhir.

Nggak tahu kenapa juga, saya merasa nama-nama tokohnya di sini sangat Plain Jane dan Average Joe. Rasanya sama seperti baca nama seperti John Smith di buku teks bahasa Inggris. Tidak begitu memorable. Yang paling parah, saya sempat harus mikir dulu pas baca nama Lucas. Saya lupa dia yang mana. Tapi, dalam pembelaan saya, nama Lucas seringnya dirujuk sebagai Lucas Ford dalam narasi dan dialog. Entah kenapa harus disebutkan lengkap. Jadi, pas yang muncul hanya Lucas doang, otak saya gak langsung membuka map Lucas Ford, tapi kepikiran kalau dia itu karakter yang lain lagi.

Jadi, secara keseluruhan, saya bilang kalau ini bukan tipe buku untuk saya. Tapi kalau melihat tanggapan pembaca lain, rasanya buku ini cocok untuk yang suka kisah romantis yang memang fokus di roman tanpa embel-embel lain.

Buku ini untuk tantangan baca:
- 2015 Lucky No. 15 Reading Challenge
- 2015 100 Days of Asian Reads
Profile Image for Ditha.
23 reviews6 followers
February 20, 2022
sudah lama sekali sejak saya terakhir membaca karya ilana tan. jujur saya sangat merindukan perasaan gelisah, galau dan berdebar-debar yang disebabkan oleh tulisan ilana tan.

in a blue moon adalah buku stand alone ilana pertama yang saya baca. setelah menyelesaikan tetralogy 4 musim, saya belum membaca buku ilana yang mana pun.

menurut saya in a blue moon tidak sekuat 4 musim. baik dari segi penokohan, alur sampai konflik. saya tidak mengatakan itu buruk. hanya saja seperti sedikit 'lemah'.

bagian yang paling membuat saya risih adalah saudara angkat Sophie Wilson (Tyler dan Spencer Wilson) yang sangat overprotective dan possessive terhadap Sophie. terutama ketika Tyler berkata bahwa Sophie lebih penting daripada istrinya sendiri di hari pernikahannya. itu sangat konyol. untuk beberapa saat saya sempat berpikir hubungan persaudaraan mereka tidak sehat.

dan sejak saat itu saya tidak memiliki kesan bagus terhadap karakter Spencer dan Tyler.

oh iya! penulisan karakter Tyler juga membingungkan. ada bagian dimana Tyler ditulis sebagai Taylor. saya jadi sedikit bingung dengan ejaan asli Tyler Wilson.

untuk buku dengan trope enemies to lovers, konflik in a blue moon termasuk sederhana. karakter Lucas Ford sukses membuat saya berdebar-debar. seperti biasa. jatuh cinta dengan semua karakter lelaki ciptaan ilana tan adalah hal yang wajib.

•••••
dear ilana tan,

kami merindukan karyamu. kapan kau berencana kembali?
Profile Image for Nur Fadilla Octavianasari.
565 reviews45 followers
December 30, 2015
Oh entahlah, saya justru merasa Ilana Tan kehilangan sentuhannya. Tapi mengapa masih saya kasih 3 bintang? Overall bagus sih, tapi nggak ada yang bisa bikin saya meledak-ledak kesenangan atau mengharu-biru seperti di four season.

Saya mengharapkan konflik yang sedikit lebih kompleks dari sekadar Lucas orang yang ngebikin hidup Shopie di high school jadi berantakan dan dendam itu masih dibawanya hingga sepuluh tahun kemudian Shopie harus dipertemukan kembali dengan Lucas. Tak hanya itu, munculnya mantan pacar yang sempat sedikit menggoyahkan hati Shopie dan Miranda yang terus-terusan nempelin Lucas layaknya mbak2 ganjen di sinetron2 Indonesia. Dan Lucas yang... Oh ya ampun apa kalian kaum adam sebegitu clueless-nya kalo cewe yang nempel2in kalian yang menurut kalian kalian perlakukan biasa aja dan menurut si cewe itu hal spesial itu sebenernya naksir kalian?? Heck, I'm sick of it! Treat everyone equally, please. well, punya pacar yang kelewat baik juga terkadang ngeselin. Yasss, dia pikir dia siapa? Lucas Ford? ((Ngacoooo))

Buat endingnya sendiri yah happy ending sih (maaf spoiler banget yah) tapi masih kurang greget gitu rasanya.
Profile Image for Tifany.
678 reviews15 followers
July 8, 2020
🌕🌕🌕🌗🌑 — 3,5

"Apa yang kau katakan padanya?"
"Bahwa kau hanya gadis biasa yang berpotongan tubuh kecil dan cukup manis kalau tidak sedang memberengut. Kau tidak tinggi semampai dan tidak memiliki tampang eksotis. Benar-benar biasa."
"Geez, terima kasih banyak. Aku senang sekali mende—"
"Kau mungkin tidak sempurna, tapi kau sempurna untukku."
Profile Image for Stef.
590 reviews190 followers
February 12, 2019
Sejujurnya suka dengan tema Hate to love tapi ada yang berbeda eksekusi di akhirnya. Suka dengan gaya penulisan ilana tan yang serasa baca buku terjemahan, meskipun masih ada beberapa typo disana sini. Berharap plot konflik bisa bikin lebih greget.
Profile Image for Yusda Annie.
221 reviews32 followers
May 29, 2021
Oke. Tapi tidak memberiku cukup kesan..
Profile Image for Nida Najwa.
88 reviews4 followers
September 16, 2021
Aku gak nyangka aku bakal seenjoy ini bacanya. Soalnya aku bukan penggemar genre full romance, tapi aku lumayan suka novel ini. Hubungan Shopie dan Lucas chill, gak banyak drama kecuali dibagian akhir-akhir, dan interaksi mereka menarik.

Cara penulis membangun chemistry antara mereka juga patut diancungi jempol, mengalir begitu aja.

Yang aku kurang suka sih sikap Lucas yang kurang tegas sama Miranda. Aku agak kasian juga sama dia. Lucas gak pernah bilang jelas-jelas kalau dia gak ada perasaan apa-apa sama Miranda, terus ditemenin pas diajak, diem-diem aja waktu Miranda bilang secara nggak langsung kalo mereka punya hubungan khusus. Gimana gak salah paham coba?🔥

Sejujurnya, aku berharap Lucas minta maaf karena gak ngasih kejelasan dengan hubungan mereka, tapi gak ada. Kurasa itu kekecewaanku pada novel ini. Overall, oke.
Displaying 1 - 30 of 810 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.