Jump to ratings and reviews
Rate this book
Rate this book
“Boleh berapa pertanyaan?”

“Satu.”

Aku mencibir. “Pelit.”

“Pelit gimana? Aturan main kita kan dari dulu begitu.”

Aku bersedekap dan menatapnya lekat. “Simpel kok, kenapa Mas Bara berhenti main bola?”


Kembali ke Jogja, Rania tak habis pikir mengapa Mas Bara berhenti main bola. Penasaran dengan keputusan Mas Bara, Rania tergerak untuk mengorek informasi dari teman-teman terdekat Mas Bara. Penyelidikan Rania ternyata berujung pada perkenalannya dengan dua senior yang paling berpengaruh di ekskul sepakbola: Mas Danang yang berlagak sebagai pelatih dan Mas Bayu, kapten tim ekskul yang begitu membenci Rania dan Mas Bara. Ternyata mencari tahu alasan Mas Bara berhenti main memang tidak semudah membalikkan telapak tangan—sama dengan tidak mudahnya menjadi pesepak bola perempuan.

277 pages, Paperback

First published May 4, 2015

6 people are currently reading
155 people want to read

About the author

Dya Ragil

8 books43 followers
Hanya seorang yang belum selesai juga mendalami Fisika; pecinta Astronomi yang belum kesampaian punya teleskop sendiri; penyuka kucing, seni, kopi, dan Detektif Conan; penggila sepakbola dan Sherlock Holmes.

Sekian.

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
16 (18%)
4 stars
33 (38%)
3 stars
27 (31%)
2 stars
9 (10%)
1 star
1 (1%)
Displaying 1 - 30 of 36 reviews
Profile Image for Anggita Sekar Laranti.
104 reviews33 followers
May 17, 2015
Selamat kepada penulis atas kelahiran novelnya X)

Pertama, mari kita beri tepuk tangan yang meriah kepada penulis dan editor, sebab saya nggak menemukan typo selain kurang spasi di halaman berapa gitu. Yeaaaaahhh!!! Keren kaliiii kaliannnnn!

Sebetulnya saya agak bingung mau review apa. Huahahaha.

Oke, demi penulis, saya akan mencoba membuat review sedetail mungkin.

((Kayak lau bisa aja))

Ini novel bertema sepak bola kedua yang saya baca, setelah The Rain Within-nya Wiwien Wintarto. Kayaknya, novel bertema sepak bola ini jarang dijamah(?) ya. Jadi, ehm, oke... (paan si -_-)

Oya, ide tentang cewek tomboy yang pengen jadi pemain bola wanita itu keren banget. Saya baru baca satu ini ide beginian. Cuma, menurut saya, sayang banget konfliknya banyak di urusan kenapa Bara berhenti main bola. Bagian itu agak kepanjangan dan lambat buat saya. Cerita tentang usaha Rania yang mau jadi pemain bola putri cuma nongol di akhir doang. Sedih ._. Tapi, twist yang di belakang bagus, saya betul-betul nggak nyangka. Hahahaha.

Karakter di novel ini konsisten dari awal sampai akhir, tapi kurang berkesan di sanubari (????). Emm, mungkin karena nggak ada sifat yang benar-benar menonjol dari tokoh-tokohnya. Saya tahu Rania itu tomboy dan suka main bola. Tapi saya nggak tahu apakah dia cewek tomboy pemarah, cewek tomboy baik hati, ataukah cewek tomboy tsundere(?). Terutama saya agak bingung sama karakter Bara, Yudha, dan Danang. Justru Bayu yang paling kuat, meski dia ngeselin setengah mati dan saya pengen melarung cowok itu buat persembahan Nyi Roro Kidul.

Mungkin kalau tokohnya sedikit, itu nggak jadi masalah. Tapi ini tokohnya lumayan banyak dan porsinya sama. Munculnya bareng lagi. Mungkin alangkah baiknya (?) jikalau tokoh-tokoh ini punya satu sifat yang menonjol yang membedakannya dari tokoh lain, atau dibikin kontras sekalian. Hahahahah.

Eh, iya, saya agak merasa janggal sama kedekatan Bara dan Rania sebagai kakak adik. Menurut saya, mereka kayak orang pacaran. Iya, karena Bara emang orangnya kayak gitu, sukanya mengingatkan adiknya buat makan, mayungin adiknya kalau kehujanan... saya mau dong punya kakak kayak gitu ._. Saya nggak punya kakak, sih, tapi hubungan saya sama adik cowok saya kira-kira begini:

=> "Pulang kapan?" | "Masih lama." | "Yoh."

SMS gitu aja gara-gara dipaksa Ibu X'))

Makanya saya agak ngeri bayangin kalau saya sama adik saya beneran seakrab Rania dan Bara :')) Mungkin cuma saya sendiri aja yah hahahahahaha. Yaudah ._.

Oke, gitu aja ._. Maaf saya sok tahu ._.

Jadi akhirnya saya memutuskan memberi tiga bintang instead of empat. Bukan karena nggak bagus, tapi bagi saya novel ini datar dan kurang berkesan :') Maafkeun daku ya Mbak Ao :') Ditunggu novel berikutnya dan semoga lebih baik X))
Profile Image for Dian Achdiani.
207 reviews26 followers
July 11, 2015
Ada beberapa buku seri #YARN yg ambu suka melebihi seri #YARN yg lain, di antaranya Remedy, Rust in Pieces, dan Singapore Begins yg dodol, Perfection, dan sekarang Sebelas juga ternyata!

Awal ceritanya kita bakal menduga isinya akan didominasi si tokoh cewek yg suka banget sepakbola--bukan cuma nonton bola tapi juga main bola--dan misteri kenapa kakak laki-lakinya memutuskan untuk berhenti main bola.

Ternyata, lapis-demi-lapis misteripun terkuak. Kenapa bapak-ibunya bercerai. Kenapa kakaknya memutuskan berhenti main bola, tapi masih antusias nonton bola dan mengurus hal-hal yg berkaitan dengan eskul sepakbola di sekolahnya. Siapa itu bu Citra, kenapa ada bunga di tempat ia kecelakaan dulu, dan kenapa mas Bayu itu selalu berlaku sinis? Kenapa ibu selalu memberi dua kado tiap hari ulangtahunnya--awalnya ia mengira dua kado itu satu untuk keinginannya satu untuk keinginan ibunya...

Suka dengan detil-detil sederhana dalam buku ini: dari mulai detil sepakbola, detil PMR, sampai anemia. Apakah anemia diturunkan?

Dan suka juga pada kenyataan bahwa Yudha harus bersiap menghadapi tiga bogem mentah kalo dia berniat ngapa-ngapain xDD
Profile Image for MAILA.
481 reviews120 followers
October 21, 2018
AKHIRNYA SELESAI MEMBACA SEMUA SERIAL YARN!!!!


Ini penutup yang sangat asyik. Asli, nangis mulu selama baca ini. Gatau kenapa sensitif banget :')


Ceritanya manis. Penuh orang yang lari. Membacanya jadi ngilu. Membacanya jadi ikutan perih, ingin bertanya, kenapa lari?

Ceritanya hidup. Penuh orang yang memiliki kelebihan rasa sayang. Rasa sayang yang ternyata jika berlebihan itu tidak baik.

Saya belajar banyak.

Tapi saya nggak suka MU. Jadi tiap bagian ada MU-nya suka tak skip. Saya tim YNWA :'(

Tapi bagus. Asli, manis banget. Warna sampul bukunya juga cakep. Sklebatan kisah romansanya juga nggak kalah manis.

Suka banget.

"memangnya kamu ada niat membuat aku nangis?"
"iya"
"..."
"nangis karena bahagia"

Salah satu serial YARN terbaik, tapi wajib baca semua serialnya, super rekomeeeennnn111111
Profile Image for Biondy.
Author 9 books234 followers
May 18, 2015
Judul: Sebelas
Penulis: Dya Ragil
Penerbit: Ice Cube Publisher
Halaman: 277 halaman
Terbitan: Mei 2015

“Boleh berapa pertanyaan?”

“Satu.”

Aku mencibir. “Pelit.”

“Pelit gimana? Aturan main kita kan dari dulu begitu.”

Aku bersedekap dan menatapnya lekat. “Simpel kok, kenapa Mas Bara berhenti main bola?”

Kembali ke Jogja, Rania tak habis pikir mengapa Mas Bara berhenti main bola. Penasaran dengan keputusan Mas Bara, Rania tergerak untuk mengorek informasi dari teman-teman terdekat Mas Bara. Penyelidikan Rania ternyata berujung pada perkenalannya dengan dua senior yang paling berpengaruh di ekskul sepakbola: Mas Danang yang berlagak sebagai pelatih dan Mas Bayu, kapten tim ekskul yang begitu membenci Rania dan Mas Bara. Ternyata mencari tahu alasan Mas Bara berhenti main memang tidak semudah membalikkan telapak tangan—sama dengan tidak mudahnya menjadi pesepak bola perempuan.

Review

"Kamu tahu kalau sepak bola itu hidupku! Sejauh apa pun aku lari, aku akan selalu kembali ke sana!" Tsubasa Oozora Bara (hal. 166)


Tidak, bukan Tsubasa Oozora yang bilang kutipan di atas. Kalau Tsubasa mah bilangnya semacam, "Bola adalah sahabatku!" atau yang seperti itu.

"Sebelas" memang mengangkat tema sepak bola. Tentang Rania, seorang gadis yang memiliki mimpi menjadi pesepak bola profesional, tapi mengalami kesulitan karena jenis kelaminnya. Juga tentang Bara, kakak Rania, yang selama ini begitu menyukai sepak bola, tapi tiba-tiba mundur begitu saja dan menjauhi sepak bola.

Saya kebetulan bukan orang yang menggemari sepak bola dan pengetahuan saya nyaris nol besar soal olah raga ini. Tontonan sepak bola saya paling kartun waktu kecil, seperti: Kapten Tsubasa, Whistle (yang sempat disebutkan di novel ini), dan kartun sepak bola dengan tim yang terdiri dari seorang anak laki-laki, seorang gadis, serta beberapa ekor dinosaurus. Saya lupa judulnya apa. Tapi, hal ini tidak menghalangi saya untuk menikmati novel ini. Hal-hal yang berhubungan dengan sepak bolanya digarap dengan baik dan tidak begitu teknis, sehingga saya bisa mengikuti dengan baik.

Sampai pertengahan cerita, saya merasa ceritanya agak terlalu berputar-putar. Misteri kenapa Bara berhenti main bola terlalu diulur-ulur dan sebenarnya tidak begitu greget. Untungnya ceritanya tertolong oleh suatu twist di bagian akhir yang berhasil membuat saya terkejut. Nilai plus lainnya saya berikan karena "Sebelas" juga membahas tentang Galanita, semacam liga sepak bola wanita di Indonesia, yang baru saya ketahui keberadaannya.

Secara keseluruhan, saya suka dengan "Sebelas". Unsur sepak bolanya cukup kental, tapi tidak membingungkan untuk orang awam seperti saya, serta memberikan gambaran bahwa sepak bola itu bukan hanya terjadi di lapangan, tapi juga apa yang terjadi di belakang layar. Tema tentang sepak bola dan wanita dikelola dengan cukup baik, walau saya rasa bisa digali lebih lagi, andaikan porsi misteri Bara sedikit dikurangi.

Buku ini saya rekomendasikan untuk yang mencari bacaan dengan tema olah raga ( khususnya sepak bola) serta perjuangan mencapai cita-cita.

Buku ini untuk tantangan baca:
- 2015 Young Adult Reading Challenge
- 2015 New Authors Reading Challenge
- 2015 Lucky No. 15 Reading Challenge
- 2015 100 Days of Asian Reads Reading Challenge
Profile Image for Lelita P..
629 reviews60 followers
September 4, 2015

Saya baru "terbangun" di bab dua belas. Tadinya membaca ini so-so aja..., penasaran sama misterinya tapi juga agak bosan sama ceritanya. Bacanya kepotong-potong sih, jadi nggak bisa terlalu masuk ke cerita.

Kenapa bab dua belas? Karena adegan Rania dan Yudha berkontemplasi mengenai posisi kiper sambil duduk di bawah gawang itu membuat saya bernostalgia ke masa lalu; masa-masa indah ketika saya masih anak SMP tanpa beban yang setiap habis maghrib tak pernah absen menonton kartun-kartun bola di TV7. Adegan itu terasa sangat komikal, sangat anime... sangat menyentuh. Adegan Rania mengikatkan pita merah ke tangan Yudha sebelum bertanding itu juga... sangat manga. Sukaaa~

Sayangnya pengungkapan misteri novel ini yang agak sinetron drama menghilangkan kesan nostalgia yang indah tadi. Sejujurnya saya jadi agak kesal. -_-;; Tapi yah..., ini novel remaja Indonesia, bukan manga Jepang. Drama keluarga memang sulit dihindari. Anyway, saya cukup suka cara penulis mengemas misterinya sejak awal. :)

Secara umum, sebagai pecinta sepak bola, saya mengapresiasi novel ini. Dulu banget saya pernah nulis novel sepak bola juga dan ada drama keluarganya juga haha -_-;;, tapi nggak sebagus dan sedetail ini penggambaran sepak bolanya. Cuma satu sih yang saya sayangkan dari berbagai football-thingy di sini: status Rania yang Mancunian. Sori ya, saya Goonerette, jadi suka sensi gitulah sama MU. :p


Btw, saya suka karakter Rania yang kerasa banget tomboy dan setrong-nya... apalagi cara ngomongnya yang agak nyolot itu. :))
Profile Image for D. Wijaya.
Author 2 books35 followers
October 5, 2015
YARN yang ini mengambil tema yang sebenarnya menarik—tentang sepak bola. Sayangnya, aku merasa tema yang menarik tersebut belum terolah secara maksimal. Pertama, ceritanya agak berputar-putar di "kenapa Mas Bara berhenti main sepak bola?". Kedua, aku berharap novel ini bakal lebih fokus ke "Rania dan perjuangannya menjadi sepak bola wanita", tapi ternyata tidak. Ketiga, (ini personal banget, sih) aku agak terganggu sama nama Mas Bara dan Mas Bayu. Mungkin akunya yang telmi, tapi aku sering salah membayangkan—Bara aku bayangin Bayu, dan sebaliknya. Tapi, yang paling paling paling aku sayangkan, sih novel ini gak fokus ke perjuangan Rania menjadi sepak bola wanita. Andai saja fokus ke sana, mungkin akan lebih seru. Menurutku, sih...

Poin plusnya: pertama, aku suka adegan saat Rania jelasin apa itu kiper ke Yudha. Kedua, aku juga suka chemistry mereka berdua. Ketiga, twist-nya gak bisa aku tebak.

Actually, it is 2,75 stars!
Profile Image for Autmn Reader.
881 reviews92 followers
May 15, 2024
Actual rating 3,5 🌟

Salah satu alasan kenapa aku pengen baca semua seri YARN karena dia ini tipe cerita YA yang fokus sama mimpi pribadi dan struggling-nya para remaja. Dan cerita ini ngasih itu juga buatku.

Rania, tokoh utama di cerita ini, bisa bawain cerita dengan asyik. Dia juga tipe tokoh yang serius tapi dan straight to the point.

Beberapa hal yang kusuka dari cerita ini adalah tokoh Rania-nya, sih. Dia ini bukan tokoh yang complicated sih sebetulnya, tapi motivasi dia kuat dalam cerita. Jadi aku bisa peduli sama dia.

Hubungan dia sama tokoh-tokoh di cerita ini juga oke.

Deskripsi permainan bolanya juga asyik banget dan nggak bikin bosen.

Sayangnya, konflik utama cerita ini terlalu terburu-buru. Memang udah di build up dari awal, udah tahu bakalan ada sesuatu yang besar. Tapi pas udah di reveal kek abisnya itu ya udah aja. Mungkin krena keterbatasan halaman ya, enggak tahu juga, sih. 😂
Profile Image for Bila.
315 reviews21 followers
August 16, 2023
3.5 yang diturunkan.

Buku ini ternyata lebih rumit dari apa yang tertulis di blurb. Ga nyangka bisa sampe segitunya 😅 salut sih sama penulisnya yang bisa menuturkan ke masalah tersebut tanpa "bocor" (ngerti ga maksudku?)

Info bolanya agak info dump tapi penempatannya masih oke jadinya ga se-dump itu.

Sayangnya aku ga begitu sreg dengan cara Rania ngorek masa lalu dan bagaimana dia agak, entahlah, dangkal jadi sering melontarkan toxic positivity 😞
Profile Image for Dian Silviani.
46 reviews4 followers
June 30, 2015
hmmm, udah kelar baca dari kapan itu ya hahaha

Kenapa kukasih ★★★ ?
1. Judulnya
2. Covernya
3. Ceritanya


Dan kenapa aku tertarik baca novel ini? (selain karena seri YARN)
1. Aku suka bola
2. Aku suka MU
3. Aku paling 'nganu' kalau cerita soal adik-kakak, gatau kenapa aku selalu emosional, melankolis, cenderung cengeng kalau mendapati cerita yang tokohnya adik-kakak apalagi di sinopsis Sebelas mengindikasikan seorang Adik yang pengen kakaknya berjuang lagi buat main sepak bola. Aku berekpekstasi lebih....tapi....


baca....
baca.....
soal deskripsi tentang sepak bola...oke...
ide ceritanya....oke
penulisanya.....oke
feelnya.............

menurutku novel ini gapunya perasaan. atau mungkin aku yang nggak punya perasaan *yaelah Di* XD

apa mungkin pas lagi baca ini moodku jelek ya? karena sampai akhir....aku tetep nggak dapet feelnya bagian Rania yang berjuang keras buat bikin Bara mau main bola lagi, bagian gimana hasil perjuangan Rania sampe si Bara mau main bola....bagian dimana Bara mencoba.......ya emang ada sih bagianya tapi nggak berbekas, berlalu gitu aja.....seolah nggak sedang memperjuagkan apapun.

*review macam apa ini*
kita sudahi sajalah sampa disini ya hahahaha

good job kak Dya untuk sebelasnya. ditunggu novel selanjutnya ya ^^
Profile Image for Doni Rahman.
5 reviews
February 27, 2016
saat ngeliat covernya... langsung kebayang cerita pemain bola cewe (yang kebetulan emg tema yang bener bener jarang diangkat dan menarik untuk dikulik lebih dalem). untuk yang bener-bener mendalami dunia persepakbolaan khususnya sepakbola wanita, buku ini asik dan cocok banget buat dibaca dan konflik-konflik yang terjadi didalemnya mungkin aja terjadi di kemungkinan nyatanya.

"Sebelas" menceritakan Rania yang menyukai sepakbola dan tidak hanya sekedar suka, tetapi juga memainkannya. kisah bertemakan olahraga yang identik dengan laki laki itu sangat baik dibawa oleh penulis. saya kebetulan pada kehidupan nyata bersentuhan langsung dengan para pesepakbola (dlm kasus saya pemain futsal) perempuan, saya bisa dengan mudah membayangkan Rania adalah orang yg seperti apa. untuk pecinta bola khususnya bola indonesia wajib baca!
Profile Image for Amaya.
745 reviews57 followers
June 14, 2024
Actual rating: 3,8

Fiksi bawa tema olahraga begini termasuk salah satu favoritku. Bahasan soal sepak bolanya nggak bikin bosen dan penulis bisa nge-mix riset ke alur sampai bisa nyatu.

Ceritanya soal Rania yang harus balik ke Yogyakarta karena bapaknya mendapat pekerjaan sebagai pelatih di salah satu SSB dekat sekolah barunya. Ketika bertemu kembali dengan kakaknya, Rania baru tahu jika Bara sudah tidak main sepak bola. Aneh, mengingat kecintaan Bara pada sepak bola dan dorongan dari bapak mereka. Dia memutuskan untuk mencari tahu apa penyebab Bara berhenti dan mulai menemukan potongan-potongan masa lalu, terutama ketika dirinya mengalami kecelakaan bertahun-tahun silam.

Karakternya oke, sih, walaupun nggak semua karakterisasinya konsisten. Rania awalnya susah buat dipahami, tapi menjelang akhir cerita lebih jelas kenapa dia kayak kurang emosi begitu. Rania ini sifatnya kaku dan berani. Dua kombinasi itu bikin dia kayak robot. Pas bagian konflik dan momen of truth, barulah ada emosi yang keluar. Haha, gemes banget interaksi dia sama Yudha, sama Bara juga sih, berharap punya mas kayak Bara juga :(

Penjelasan sepak bolanya di awal agak bikin gerah. Agak ya, bukan banget. Penulis emang bisa nyampurin hasil riset ke alur, tapi di beberapa bagian (tepatnya beberapa dialog) ada yang terkesan dipaksa masuk. Tapi, sebagian lagi nggak ada masalah. Aku suka waktu Rania di klub PMR itu. Effort baik Rania atau klub PMR yang lain kelihatan banget. Entahlah, kurasa para siswa di sini totalitas sama ekskul masing-masing, sih. Dan bagian mereka belajar emang nggak punya banyak porsi, tapi isokey lah, toh ini lebih condong ke pembahasan judul novelnya, Sebelas.

Penulis pandai bikin deskripsi yang luwes, makanya kubilang hasil riset nyatu sama alur. Emosi karakternya kurang menonjol memang, tapi bukan berarti enggak ada.

Ada plot twist yang nggak tipis dan menurutku ini kompleks banget, sih. Well, dengan masalah sebesar itu dan usia Rania yang masih belia jelas nggak bikin ceritanya makin mudah. Dan aku suka alurnya yang rapi.

Ini seri YARN favoritku selain Rust in Pieces & All I (N)ever Wanted.
Profile Image for Indri Octa Safitry.
Author 1 book18 followers
October 22, 2019
"Kalau kita malah makin terpuruk setelah kalah, itu membuktikan kalau kita memang lemah." (hal. 193)

Rania anak seorang mantan persepak bola yang sudah pensiun. Dia memiliki kaka laki-laki bernama Bara. Hobi mereka sama-sama bermain bola. Walau Rania selalu dilarang oleh ibu nya. Tapi, Rania tetap mencintai sepak bola

Namun, Bara mengalami trauma yang membuatnya berhenti bermain bola. Itu membuat Rania kebingungan. Yah, hubungan mereka nggak cukup baik karena mereka terpisah akibat perceraian orangtua mereka.

Apa yang membuat Bara berhenti bermain bola?

Dan, ternyata semua sebab akibat itu saling berhubungan. Terlebih saat Bayu begitu membenci Bara dan bapaknya. Seakan punya dendam begitu. Ada apa yah? Rania yang nggak mudah putus asa mencoba menguak misteri ini. Tapi, justru dia yang terkejut dan sakit hati

Wahhh, kisah ini pelik bener ternyata. Ada rahasia yang ditutup rapat dari Rania. Rahasia apa?

Di awal begitu kental dengan cerita sepak bola. Terlebih detail dari segi permainan, pemain luar negeri bahkan club bola. Untung aku cukup suka sama bola

Gaya bahasa juga cukup ringan karena memang genrenya teenlit. Tapi, tetap ada scene dimana menegangkan. Apalagi waktu satu persatu rahasia terkuak

Aku suka sama semangat Rania yang pantang menyerah. Sedikit kesal sama Bara yang terperangkap sama traumanya. Dan Bayu yang sulit memaafkan. Juga karakter lain yang punya peran masing-masing. Feel dari tiap tokoh juga kuat

Semakin masuk konflik semakin menegangkan. Aku sendiri nggak nyangka sama rahasia yang ada. Cukup mengejutkan

Ada pemanis kisah cinta Rania dengan Yudha. Walau gantung tapi cukup menghibur.

Overall, menghibur dan menegangkan. Suka sih enjoy selama baca.
Profile Image for Pradnya Paramitha.
Author 19 books459 followers
April 18, 2020
Actual Rating: 3 bintang

Novel ini lumayan tebal, karena emang permasalahannya cukup komplek. Ada masalah keluarga, passion, persahabatan, dan sekilas cinta-cintaan. Tapi terkadang aku seperti kehilangan track soal apa yang sedang dijelaskan oleh penulis.

Aku suka penjelasan soal sepak bolanya. Mengingatkanku ke masa-masa remaja saat aku bercita-cita jadi pemain bola. Saat rajin-rajinnya ngumpulin berita soal Francessco Totti dengan AS Roma-nya. Rania di sini adalah aku sekitar 18 tahun yang lalu (tua ugha uwe yha).
1 review
November 6, 2018
**Warning: this text may contain spoilers** Cukup menarik😋BAGUS!👍
Profile Image for Dedul Faithful.
Author 7 books23 followers
July 24, 2015
Rania Putri Utami adalah tokoh utama di dalam buku ini. Dia adalah si sebelas, cewek yang selalu percaya bahwa pemain bernomor punggung sebelas adalah pembawa harapan dalam sebuah kesebelasan sepak bola. Dia memiliki kakak laki-laki bernama Bara, dan si Bara inilah yang seakan-akan menjadi konflik utama di buku Sebelas. Kenapa? Karena hampir sepanjang cerita Sebelas penyelesaian konflik intern Bara coba diselesaikan Rania. Tetapi, ketika saya mendarat di hampir tiga perempat buku, saya sadar buku ini bakal menciptakan ledakannya.

Saya mencoba menggali beberapa keunikan di buku ini. Menurut saya kelebihannya adalah sebagai berikut: amanat, pengetahuan seputar sepak bola dan sejarahnya, dan tentu saja mengenai klimaksnya. Sekali lagi, meskipun buku ini mengangkat tema sport, sebenarnya saya kurang merasakan feel sepak bolanya, ini hanya pendapat pribadi saya saja sih karena selama ini selalu dicekoki novel-novel berbau olahraga ‘Michael Jordan’, tetapi jangan terlalu khawatir, karena Sebelas punya kelebihan lain yaitu penuturan penulisnya yang tidak terlalu berlebihan.

Kelebihan pertama adalah mengenai amanat yang coba disalurkan Sebelas kepada pembaca. Konflik seputar Bara awalnya membuat saya tercenung, lah kenapa tokoh utamanya malah sibuk dengan hal ini? Tetapi, sungguh saya terkecoh karena hal itulah yang akan mengantarkan Rania pada kepentingan-kepentingan tokoh lain yang faktanya bertabrakan dan mencipatakan berbagai huru-hara di dalam buku ini. Sebut saya subkonflik keinginan Bayu si kapten tim yang sejak awal tidak menyuakai Bara, apalagi Rania sebagai adiknya. Juga Danang si sosok yang lebih memilih berkonsentrasi menjadi pelatih ketimbang atlet. Ada juga konflik orangtua Rania, si ayahnya yang dulunya seorang pesepak bola terkenal namun membuat kesalahan, juga ibunya Rania yang hidup dengan Bara, dia tidak pernah dekat dengan Rania. Karena amanatnya sendiri menurut saya bagus, seakan mengajak kita untuk bangkit dari keterpurukan dan mengajak kita untuk peduli terhadap keluarga.

Kelebihan kedua adalah seputar pengatahuan sepak bolanya. Saya mengeryit karena saya baru tahu bahwa buku ini memuat juga sejarah sepak bola lokal, betapa tadinya ada sepak bola untuk wanita yang dipandang sebelah mata oleh PSSI, entah tahun berapa saya tidak terlalu mengingat informasi tersebut. Juga mengenai lisensi pelatih sepak bola di Indonesia yang tahap belajarnya satu tahun, dan perlu pengabdian dua tahun di klub, intinya perlu tiga tahun untuk naik ke tiga tingkat lapisan. Mengenai pengetahuan sepak bola internasional, benar-benar membuat pengetahuan saya bertambah karena wajar saja saya tak suka ‘sepak bola’, tetapi bukan berarti saya berhenti baca novel ini karena penulis Sebelas mengemas plotnya dengan menjadikannya cerita yang renyah untuk dinikmati.

Ketiga mengenai klimaksnya. Buku ini saya kira akan berputar-putar terus ke konflik Bara, ternyata Rania pun diseret ke plot yang sebelumnya saya duga tidak bakal ada. Intinya karena konflik itulah saya bisa dengan lega saat harus menutup buku ini di halaman terakhirnya. Kalau saja penulis menajamkan misteri 'itu' di awal, pasti buku ini akan terasa seru. Juga kalau saja perjuangan Rania sebagai pesepak bola wanita dikulik dan dijadikan konflik utama cerita, pasti buku ini bakal lebih ciamik. Overall, buku ini tetap menurut saya adalah salah satu YARN yang recommended karena konfliknya bisa diselesaikan dengan baik. Semoga di buku selanjutnya Mbak Dya Ragil meracik cerita yang lebih bagus. I am waiting for the next book of Dya![]
Profile Image for Ayu Welirang.
Author 17 books94 followers
October 25, 2015
Akhir-akhir ini, saya lagi senang memperhatikan kehidupan remaja, apalagi remaja-remaja dalam fiksi (mungkin karena sedang mencoba untuk menulis satu kisah remaja). Beberapa memang terlihat sangat sempurna dan nggak realistis, tapi yang realistis juga bisa dibilang banyak. Salah satunya yang saya baca adalah novel ini--novel seorang teman di dunia maya yang mengambil tema persepakbolaan.

Membaca novel-novel remaja memang menyenangkan, karena saya bisa menyelesaikan novel bertema remaja hanya dalam sekali duduk. Belum lagi tema sepak bola yang jarang saya temui di rak-rak buku fiksi.

Novel ini berkisah tentang seorang perempuan bernama Rania, yang bermimpi untuk menjadi pesepak bola putri. Di tengah mimpinya itu, Rania malah dihadapkan pada masalah kakaknya yang tiba-tiba saja berhenti main bola. Ketika Rania mencari jawaban atas pilihan kakaknya itu, Rania bertemu dengan orang-orang yang ada di sekitar kakaknya. Dari sanalah, cerita demi cerita bergulir.

Yang saya nggak sangka memang ending kisah ini. Hehehe. Seperti di beberapa ulasan mengenai novel ini, rasanya kiprah Rania di persepakbolaan memang nggak sebanyak novel remaja berisi pemain basket. Padahal, kalau kisah 'main bola' si Rania ini diperluas lagi, jadinya mungkin bakal asyik. Terus, kok rasanya saya sedih ya karena si Yudha nggak jadi sama Rania? Saya pikir, Rania begitu sama Yudha karena dia suka Bayu. Hahaha. Padahal, Bayu itu kan ...... (spoiler)

Intinya, tokoh utama sebagai penutur di sini kurang gimanaaa gitu. Mungkin karena dia berhubungan dengan banyak orang jadi dirinya sendiri malah terlupakan. Si tokoh utama ini malah ngurusin orang lain. Terus, di akhir cerita yang itu (spoiler aja nggak nih?), tokoh utama rasanya kurang shock. Masa iya shock therapy itu nggak mempan? Biasanya kan, remaja pada umumnya bakalan shock, hilang arah, bahkan nangis berhari-hari. Hehehe.

Terakhir, sukses selalu buat Ao. Semoga ke depannya bisa menelurkan lagi karya-karya yang temanya nggak mainstream.

\(^_^)/
Profile Image for Aletheia Agatha.
Author 1 book5 followers
December 27, 2015
Hum... oke, ini seri Yarn yang saya baca ke sekian kalinya yah, dan seperti biasa, teenlit sekali ^^ Ringan dan punya warna-warna menyenangkan.

Berjudul Sebelas, Dya Ragil mengangkat tema yang dia sukai, yakni seputar sepakbola. Jujur, saya nggak terlalu ngerti seputar olahraga satu ini, dan lumayan tidak tertarik ketika melihat deretan bukunya di toko buku, tapi akhirnya kebeli juga karena tetep ini teenlit toh. Wekekeke.

Bercerita tentang Rania, cewek yang kepalanya dipenuhi sepakbola--mungkin, pindah ke sekolah kakak laki-lakinya bernama Bara. Sinopsis yang ada di cover belakang buku sudah memberikan semburat misteri kenapa Bara yang awalnya menganggap sepakbola adalah hidupnya justru memutuskan untuk tidak lagi bermain. Saya kecele betewe. Saya pikir permasalahan ini yang akan jadi sumber konflik utamanya :| dan yah, dugaan saya salah. No comment lagi soal ini.

Yang sedikit saya sesalkan, sederhana sekali, Romance-nya kagak ada #cry Padahal jarang-jarang loh cewek enerjik yang gak gampang diremehin kayak Rania itu dilibatin romance yang manis. Aih...

Anyway, selamat buat Kak Dya yah novel perdananya terbit :3 Ditunggu novel teenlitnya lagi.
Profile Image for Catz Tristan.
20 reviews2 followers
June 20, 2015
Aku suka dengan tema sepak bola. Dan Rania aku juga ngepens berat ma MU go mu go go go!

Ceritanya bagus. Serasa baca manga yang dinovelin.
interaksi manisnya kerasa pas.

Sayangnya, aku merasa kok Sebelas alias si Rania kurang porsinya.

Dia emang penutur. Tapi aku malah lebih inget si Yudha ma Bara.

Anywaaay aku sukaaaa novel ini. so sweet dan bener-bener memberikan banyak pelajaran yang bisa dipetik.

Selalu suka tulisan Ao sejak dulu.
Profile Image for Fakhrisina Amalia.
Author 14 books200 followers
October 31, 2015
Sejujurnya bagian awal agak membosankan karena dipenuhi soal bola, bola, bola, yang mana bukan aku banget. Jadi sebenarnya ini perkara selera aja sih. Kalau buat orang yang suka bola, pasti demen banget baca bagian awalnya.

Nice twist, btw. Meski akhirnya bagian akhir kaya "penuh" sama kejutan-kejutan baru. But after all I like it enough :)
Profile Image for Prissila.
6 reviews
February 10, 2016
Jujur buku ini salah satu buku Yarn yang paling menarik perhatian saya. Karena jarang saya temukan novel remaja yang membahas tentang sepakbola, apalagi tokoh utamanya adalah cewek yang suka bola. Tapi saya ternyata terkecoh. Apa yang tertulis di buku ini jauh dari yang saya harapkan. Membacanya pun terasa "lama" sekali karena agak membosankan. Jadi cuma bisa kasih dua bintang.
Profile Image for Syifa Aulia.
11 reviews
September 8, 2022
Aku baca Sebelas ini karena penasaran, sebagus apa ya novel kak Dya yang ini? Apa bakal sama kayak Starlight? Dan, yup, aku cukup puas!

Aku sendiri orangnya nggak begitu suka sama sepak bola, yang nontonin MU atau Persib kalau tanding cuma keluarga, aku ya ikut-ikutan suka aja haha. Jadi, pas ada pembahasan MU di buku ini awalnya aku kek "hm, bakal ngebosenin nggak, ya?" ternyata enggak. Pembahasan soal sepak bola di dialog para tokoh ini cukup seru buat diikutin, apalagi buat aku yang nggak tau apa-apa soal klub MU. Narasi kak Dya juga nggak diragukan lagi, sih. Ngalirrrr, jadi enak dibacanya, nggak kaku. Berasa ketemuan dan ngobrol langsung sama Rania.

Alurnya pas, ngga kecepatan, nggak lambat juga. Aku suka sama cara penyampaian penulis kenapa Bara berhenti main bola, kenapa bayu begini, kenapa ayah ibu cerai, kayak dikasih tau pelan-pelan biar kita nggak bingung, tapi tetep bikin kita kaget. Perkembangan tokoh pembantu lainnya keren, kerasa aja gitu perbedaan sikap mereka jadi lebih baik. Terus sifat Rania yang blak-blakan banget, itu lucu, ngeselin sekaligus keren, sih haha. Aku suka tiap dia adu mulut, menang terus wkwk. Atau kalau dia lagi ngekritik PSSI, bener semua wkwk. Oh ya covernya, mennn. Eye-catching parah. Betah liatnya. Dan ini jadi salah satu alasan kenapa aku yakin mau baca novelnya.

Tapi, covernya walaupun bagus, nggak begitu sesuai sama isi cerita. Aku kira Sebelas bakal nyeritain tentang Rania yang jadi pesepak bola putri dan perjuangannya. Ya emang diceritain, tapi bukan konflik utama. Jadi agak kecewa dikit sih. Terus kadang aku kok ngerasa Rania ini agak pick me gurl ya? Tapi kadang aja sih, bab tengah ke akhir udah ngga muncul monolog kek gitu. Aku juga ngerasa Rania ini karakternya nggak berkembang, padahal dia tokoh utama di sini. Tokoh sampingan lainnya justru keliatan lebih berkembang daripada dia. Walaupun sebenarnya ini ngga begitu aku permasalahin, karena karakter Rania udah cukup bagus dari awal sampai akhir. Terakhirrr, untuk ending. Aku nggak bilang endingnya jelek, bagusss, cuma nggak begitu memuaskan. Aku butuh buku 2 buat liat perjuangan Rania dan Bara *uhuk uhukkk

Oh ya, ada tambahan. Ini spoiler ya, dilewat aja. Menurutku bagian Rania pas tau dia anak angkat itu bisa dibikin lebih ngena lagi, soalnya aku kok ngga begitu sedih ya? Aku cuma netesin air mata dikit, tapi nggak ngerasa nyesek, udah nangis ya udah gitu aja. Pas dia tau perselingkuhan bapaknya juga kok Rania malah kayak biasa aja, ya? Pokoknya konflik utama ini tuh harusnya bisa lebih ngena lagi menurutku. Aku juga masih penasaran sama alasan Bara main bola lagi. Itu nggak dijelasin loh alasannya kenapa. Tiba-tiba aja dia ngeliat yang lain latihan, terus nimbrung gara-gara disuruh Rania, abis itu langsung pengen main bola lagi. Kayak apa ya, aneh aja. Nggak ada alasan yang kuat.

Tapi, overall aku puas sih. Bukunya seru buat diikutin dan bikin ngga sabar buat ngebalik halaman selanjutnya. Makannya buku ini selesai sekitar dua jam aja haha. Momen yang paling aku suka tuh tiap Rania-Yudha interaksi, lucu lucu gemes wkwk.
Profile Image for Fadila setsuji hirazawa.
350 reviews4 followers
October 5, 2023
"Menurutku, angka sebelas mewakili sebelas pemain yang bertarung di dalam lapangan. Aku juga pernah dengar..., kalau nomor punggung sebelas itu pembawa harapan" Hal.139
.
.
.
Kenapa mas Bara berhenti main bola?"
Keputusan mas Bara memantik rasa ingin tahu adiknya,Rania. Pencarian informasi oleh Rania memperkenalkannya pada dua senior: mas Danang dan mas Bayu. Selain kebencian mas Bayu terhadap dirinya dan mas Bara, Rania harus merasakan tidak mudahnya menemukan jawaban untuk pertanyaannya pada keputusan Bara dan tekadnya menjadi pesepak bola perempuan.
Mampukah Rania menemukan jawaban dan mewujudkan tekadnya?



⚽️ Sebelas merupakan sebuah novel karya penulis lokal yang mengangkat bahasan mengenai olah raga sepak bola yang diramu bersama cerita yang mengupas selapis demi selapis permasalahan didalamnya. Permasalahannya pun berkaitan erat dengan sepak bola sehingga olah raga ini menjadi elemen yang penting.

⚽️ Masih tentang sepak bola, bahasan terkait situasi dalam ranah olah raga ini menurut saya bukan hanya 'sentilan keras' bagi pemerintah yang bertanggung jawab terhadap klub dan atlet sepak bola di negeri ini, tetapi juga memberikan gambaran hidup seorang atlet sepak bola yang kesejahteraannya masih jauh dari perhatian pemerintah.

⚽️ Cerita bergulir makin seru dengan terungkapnya fakta dibalik keputusan Bara untuk berhenti main sepak bola,ketidaksenangan mas Bayu terhadap Rania setelah mengetahui hubungan darah gadis itu dengan Bara. Gaya narasi yang keren membuat kisahnya makin seru,bikin penasaran,sekaligus problema berlapis terselesaikan dengan baik.

⚽️ Fakta bahwa adanya informasi tentang peranan penting Psikologi-psikolog-di dalam olah raga sepak bola,membuat saya makin bersemangat sekalipun pengetahuan tentang olah raga minim. Saya rasa ini bisa memantik semangat para lulusan psikologi bahkan Psikolog untuk melebarkan karirnya ke ranah olah raga,apalagi bagi yang memang sudah menyukai dunia olah raga.

⚽️ Penyuka fiksi dengan unsur olah raga yang kuat khususnya sepak bola,kalian harus baca novel ini👍🏾
Profile Image for Ratna Juwita.
68 reviews18 followers
November 8, 2019
Apa yang membuatku sangat sangat malas baca novel? KEBETULAN.

Yessss kebetulaaann. Banyak kebetulan bertebaran di novel ini. Ketika aku bilang banyak, literally BANYAK. wkwk

Aku berhara lebih sebenernya pas baca novel ini karena sinopsisnya sudah menggugah selera: Tokoh utama perempuan yang menjalani hidup penuh konflik dengan segala hal yang berhubungan dengan sepak bola.

Sebenernya gaya berceritanya bagus, cuma banyak banget narasinya. Hal hal yang sebaiknya diungkap pelan pelan, malah dituangin semua di narasi.

Karakter tokohnya kurang kuat, padahal aku naru baca dua hari lalu tapi udah engga inget nama tokoh utamanya pas nulis review ini :(

Kelebihannya, novel ini cocok banget buat pencinta sepak bola dan hal hal genderless lainnya. Bisa dibilang novel ini ngangkat isu feminis. Aku suka. Idenya udah bagus banget, tapi eksekusinya kuraaangg waaahh

Bikin kurang greget.

Plot Twist di akhir pun kayak cuma jadi bumbu tanpa rasa. Karena apa? Karena banyak kebetulan itu tadi. Kebetulan kebetulan yang kayak engga berhubungan tapi bermuara di satu tempat yang sama.

Reaksi para tokohnya engga alami banget. Pendalaman karakter sih ini yang kurang.

Overall, hmm love hate relationship sih sama novel ini. Intinya, banyak hal yang bisa diperbaiki oleh penulis. Aku yakin kalo penulis bikin novel lagi, akan lebih seru dari ini. Semangat yaa buat penulisnya 💙 Terima kasih udah berjuang menyelesaikan novel ini 💙
Profile Image for Siska.
92 reviews
February 22, 2019
Rania kembali menginjakkan kakinya di Yogyakarta setelah beberapa tahun ikut berpindah kota mengikuti sang ayah -mantan atlit sepakbola Indonesia. Sudah empat tahun juga ia tidak bertemu dengan Mas Bara - kakaknya dan sang ibu. Kepindahan di sekolah baru - sekolah yang sama dengan sang kakak, disambut dengan kabar bahwa Mas Bara memutuskan untuk berhenti bermain sepakbola. Padahal Rania tahu kakaknya sangat menyukai sepakbola. Kakaknya enggan memberi tahu alasannya dan Rania berusaha mencari tahu alasan di baliknya. Yang membuat ia mengenal Mas Danang sahabat Mas Bara yang ternyata menjadi kunci di balik alasan Mas Bara berhenti dan Mas Bayu yang dengan terang-terangan tidak menyukai Mas Bara dan juga ayah mereka.

Alur bergerak maju, jalan cerita terasa pas. Didukung dengan cara penulisan yang ringan tapu tidak terkesan terlalu santai, jadi terasa mengalir saja membacanya.
Sudut pandang yang digunakan sudut pandang orang pertama dari sisi Rania.
Setting tempat dan setting waktu dijabarkan dengan baik.
Ide cerita dan konflik juga terasa fresh dengan sedikit bumbu berbau sepakbola. Ditambah ada plot twist yang membuatnya semakin menarik.

Novel ini mengangkat tema keluarga, dengan sedikit menyinggung dunia sepakbola dan sepakbola untuk perempuan di Indonesia.
Profile Image for Agnes Meilina.
68 reviews10 followers
April 27, 2020
Buku ini menceritakan tentang Rania yang ingin mencari tahu alasan Bara, kakaknya, yang memilih berhenti bermain bola.

Setelah membaca buku ini, aku merasa buku ini memiliki tempo yang lambat dan aku dibawa berputar-putar dalam ceritanya.

Buku ini bagus untuk dibaca oleh anak remaja, karena mengandung pesan yang di mana kita tidak boleh menyerah karena keadaan, ya. Karena di sini Rania membuktikan bahwa dia yang notabenenya seorang perempuan bisa bermain bola, yang pasti karena dia berlatih keras. Begitu juga dengan kita.

Plot twist nya bikin geleng-geleng. Aku nggak nyangka aja pas di bagian akhir. Alasan Bara tidak bermain lagi itu sangat complicated dan membuat rahasia dulu terongkar.

Buku ini juga dikemas dengan bahasa yang ringan sehingga membuatku merasa nyaman saat membacanya.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for nasya.
783 reviews
May 2, 2024
Kukira buku ini hanya akan berfokus pada sepak bola aja, dan bagaimana usaha Rania untuk mengejar mimpinya jadi pemain sepak bola, tapi ternyata aku salah hoho. Memang pembahasannya seputar sepak bola, tapi nggak yang begitu difokusin banget, jadi aku sebagai orang yang nggak suka dan nggak paham sepak bola enjoy banget baca buku ini. Plotnya juga menurutku twist banget, kayak nggak pernah ada di benakku akan seperti itu plotnya, sangka siapa aku akan menangis di akhir buku ini. Terus hubungan keluarga Rania yang walau orangtuanya cerai tapi tetap hangat menurutku, Mas Bara, Mas Danang dan Mas Bayu juga menambah alasan untuk menyukai buku ini. Agak melenceng dikit, tapi aku juga suka dengan tokoh Anggi, entah kenapa.
Profile Image for Ossy Firstan.
Author 2 books102 followers
May 27, 2022
📖 Sebelas via Gramedia digital
Setelah terpoteq Indonesia gagal melaju ke babak selanjutnya di SeaGames, dengan isengnya baca Sebelas.
Page turner, meskipun di awal-awal terasa TMI tentang bolanya. Namun, setelah 3 bab awal semakin menyenangkan di baca.
Sebelas tidak hanya tentang sepakbola, tetapi juga pertemanan, keluarga, dan teka-teki kematian seseorang dan kecelakaan beberapa waktu silam.
Menyenangkan dibaca, sukses penulisnya!
Profile Image for Dini Habibah.
29 reviews
July 23, 2022
3,5 🌟

Di awal sebenernya enggak begitu tertarik karena pengetahuan tentang sepak bolaku bener-bener nol. Tapi begitu sampe pertengahan jujur aku nikmatin banget. Sebenernya masalahnya cuman tentang kesalahpahaman, tapi di sini tokohnya lebih seneng lari daripada nyelesain semuanya. Konfliknya dituntaskan secara baik dan klimaksnya juga good. Terakhir, aku pikir sepak bola termasuk olah raga yang lumayan menarik juga.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Demeter Aulia.
23 reviews
June 16, 2019
Gak ngerti apapun tentang bola, tapi cerita di dalamnya masih bisa dipahami walau ga ngerti bola. Awal² kaya ada puzzle di dalam ceritanya, lalu terkuak satu persatu dengan mulus. Endingnya ga terduga tapi ditulis dengan rapi.
Displaying 1 - 30 of 36 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.