Jump to ratings and reviews
Rate this book

Perfect Scenario

Rate this book
"Dengar ya, kita harus pacaran!"
"HAH?"
"Mulai detik ini, lo pacar gue. Dan selama itu, lo ngga boleh jalan dengan cowok lain!"
"Eh, kamu kesurupan ya, tiba-tiba ngomong aneh begitu?!"
"Gue sadar seratus persen. Jadi dengar--"
"Sori, aku ngga mau!"
"Heh! Jangan ge-er dulu. Gue sebenarnya juga ngga mau pacaran sama lo. Tapi kali ini, mau ngga mau, kita harus!"

Ajakan kencan ini akan membahagiakan Finda, seandainya ia menyukai Farel. Seandainya Farel bukan duri dalam dagingnya. Seandainya Finda tidak menyukai Niko (teman baik Farel). Dan seandainya Farel tidak sedang berkencan dengan Novi. Tetapi, ajakan kencan jauh dari romantis yang disodorkan Farel ini harus diterima Finda karena mereka mempunyai tujuan yang sama, yaitu membatalkan pernikahan orangtua mereka!

280 pages, Paperback

First published September 14, 2015

11 people are currently reading
101 people want to read

About the author

Kezia Evi Wiadji

25 books48 followers
Kezia Evi Wiadji yang memiliki hobi traveling dan berkebun, sejak tahun 2011 menulis berbagai kisah tentang semangat hidup, inspirasi, dan pesan. Kezia berusaha melakukan yang terbaik, selama Tuhan memercayakan talenta menulis ini kepadanya.

Kezia dapat dihubungi melalui:
Instagram: keziaeviwiadji_official
Twitter: KeziaEviWiadji
Facebook: Kezia Evi Wiadji


Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
24 (19%)
4 stars
35 (28%)
3 stars
45 (36%)
2 stars
16 (13%)
1 star
3 (2%)
Displaying 1 - 30 of 32 reviews
Profile Image for Pauline Destinugrainy.
Author 1 book267 followers
September 12, 2018
Farel tiba-tiba saja memaksa Finda untuk menjadi pacarnya, dan tidak boleh terlihat jalan dengan cowok lain. Padahal mereka sudah menjadi musuh bebuyutan sejak berumur 5 tahun. Alasan Farel sederhana, dia tidak ingin papanya menikah dengan mamanya Finda karena tidak mau menjadi saudaranya Finda. Finda shock, apakah Farel memang sebegitu bencinya pada dirinya. Mau tidak mau, Finda pun mengikuti skenario Farel. Dengan syarat Farel harus memutuskan hubungan dengan Novi pacarnya.

Novi marah besar ketika mengetahui mereka harus break karena skenario rancangan Farel. Farel menenangkan Novi dengan mengatakan bahwa skenario ini hanya sementara. Farel pun masih setia mengunjungi Novi sepulang sekolah, meski malam minggunya dihabiskan bersama Finda. Namun ketika Finda memergoki Farel masih jalan dengan Novi, Finda pun tidka ketinggalan menerima ajakan Niko, sahabat Farel yang sepertinya menyukai Finda.

Kisahnya lucu dan menggemaskan. Yah...sinetron-ish sih... tapi menghibur. Saya suka dengan interaksi antara Farel-Finda dan tidak ketinggalan Niko dan Olly (sahabat Finda). Apalagi ketika mereka masing-masing mulai menyadari perasaan yang sesungguhnya hadir dalam diri mereka.

Btw, sebenarnya buku ini adalah versi cetak ulangnya. Dan saya ndak nyesal baru baca sekarang, karena penasaran dengan Niko-Olly di buku Perfect Gift yang terbit bersamaan dengan versi cetul-nya.
Profile Image for Rizky.
1,067 reviews89 followers
May 10, 2016
Ini buku ke-2 Kak Evi yang kubaca setelah The Unbroken Vow, jika sebelumnya aku disuguhkan kisah romance dewasa, kali ini aku diajak untuk menyelami sebuah kisah remaja.

Ini tentang kisah Finda dan Farel, dua orang yang "tidak bisa" dikatakan akrab. Sejak kecil, mereka selalu bertengkar dan bertengkar, ada saja yang membuat mereka ribut. Mereka layaknya musuh bebuyutan, hingga dewasa pun mereka tidak berubah, malah cenderung saling membenci.

Hingga suatu hari tiada angin tiada hujan, Farel malah mengajak Finda untuk berpacaran. Ups, jangan kaget dulu, ini bukan karena Farel menyadari telah jatuh cinta kepada Finda. TIDAK, kamu jelas sangka klo mengira seperti itu. Ini karena Farel sedang membuat suatu skenario, dan dia butuh Finda untuk mendukung aksinya itu.

Finda tentu sangat kaget sekali, apalagi selama ini hubungan mereka tidak pernah baik. Farel memaksa Finda untuk menjadi "pacar bohongan"nya demi menggagalkan rencana pernikahan kedua orangtua mereka. Tak disangka, papa Farel dan mama Finda saling jatuh cinta dan memutuskan untuk menikah.

Farel tentunya tidak setuju dengan rencana pernikahan itu, membayangkan musuh bebuyutannya menjadi saudaranya tentulah hal terakhir yang dibayangkannya. Apakah skenario Finda dan Farel berhasil?

Membaca novel ini sungguh menyenangkan, sedikit banyak aku sudah membayangkan jalan ceritanya ketika membaca sinopsis novel ini. Kak Evi mampu membuat novel ini begitu mengalir, sebagai pembaca aku diajak berkenalan dengan sosok Finda dan Farel, musuh bebuyutan sejak kecil. Karakter mereka begitu hidup, interaksi keduanya pun berasa sekali feelnya, aku jadi mengerti mengapa mereka menjadi seperti itu karena ada alasan dibalik semuanya.

Novel ini tidak hanya menyoroti kisah Finda dan Farel saja, ada cerita keluarga juga. Ternyata ada alasan tersendiri Farel membuat skenario penggagalan pernikahan orangtuanya dengan Finda. Ada juga kisah cinta remaja, yang tentunya berwarna dan ceria.

Aku suka dengan perubahan karakter Farel dan Finda, liburan di Lembang menjadi titik balik semua kisah mereka, menguak rasa yang telah terpendam...

Karakter favoritku disini bukanlah Finda atau Farel, tetapi Niko. Entah kenapa sejak awal dia sudah mencuri perhatianku. Aku sempat menduga dia akan berubah, ternyata alhamdulilah karakternya konsisten sejak awal sampai akhir.^^

Novel ini ringan dan cukup menghibur, Kak Evi mampu mengaduk emosiku saat membaca novel ini. Hingga endingnya, seperti dugaanku aku bisa tersenyum bahagia.

Novel ini mengajarkan kepada kita bahwa tidak baik memendam kebencian kepada seseorang, karena bisa saja suatu hari perasaan itu bisa berubah, karena kebencian hanya menggerogoti hati.

Terima kasih, Kak Evi berbagi kisah yang menghangatkan hati ini...
Profile Image for Fikriah Azhari.
362 reviews148 followers
June 13, 2016
"Jangan memaksakan kebahagiaan dengan orang yang tidak tepat." - halaman 241

Perfect Scenario karya Kezia Evi Wiadji merupakan sebuah Teenlit terbitan Gramedia Pustaka Utama. Seperti kebanyakan Teenlit, buku ini juga menampilkan latar tempat sekolahan. Begitu juga dengan Perfect Scenario ini, digambarkan bahwa Finda dan Farel adalah seorang Murid SMA.

Untuk cover, saya suka covernya, cantik. Simple tapi cantik. Font yang digunakan untuk judulnya sendiri juga saya suka. Cover teenlit khas GramediaPustakaUtama-nya kerasa banget.

"Langit tampak suram, sesuram hatinya saat ini." - halaman 153


Perfect Scenario ini memiliki tebal 280 halaman, cukup tebal untuk ukuran Teenlit.
Menurut saya, Kezia Evi Wiadji membawakan sesuatu yang 'lebih seger' untuk karyanya yang satu ini. Ada sesuatu yang beda gitu, jika kalian sudah membaca beberapa karyanya sebelumnya, saya rasa kalian juga akan berpikiran seperti itu. Untuk Perfect Scenario sendiri, penulis menggunakan sudut pandang orang ketiga.

Lalu, kalau kalian bertanya pada saya, apa kah salah satu hal yang kutunggu dari sebuah novel teenlit? Maka saya akan menjawab bahwa yang paling kutunggu adalah gaya berbicara para tokoh. Untuk teenlit Perfect Scenario ini, penulis menggunakan dua gaya berbicara. Untuk Finda, ia menggunakan 'aku-kamu', sedangkan untuk Farel menggunakan 'gue-lo'. Sudah sering saya temukan sistem seperti ini di beberapa buku, di mana tokoh cewek menggunakan 'aku-kamu' dan tokoh cowok menggunakan 'gue-lo'. Bertolak belakang memang, tapi saya suka yang seperti itu.

"Seharusnya ia lebih memperhatikan keadaan gadis itu dan bukannya memperhatikan emosinya." - halaman 170.


Untuk karakter sendiri. Saya suka Niko! Saya kurang suka Farel, tokoh Farel sendiri menurut saya masih kurang diperjelas perasaannya mengingat dia adalah tokoh utama dalam cerita ini. Untuk Finda, ya kau adalah gadis yang kuat. Bagaimana dengan Novi? Maaf, saya tak ingin membahasnya.

"Jarak mungkin dekat, tetapi Papa takut, hatimu akan semakin menjauh." - halaman 172

Keluarga. Topik keluarga juga cukup besar di sini. Ini mengingatkan saya dengan karya penulis sebelumnya, yaitu Kimmy Puzzle dan juga Runaway yang juga melibatkan topik keluarga. Dan saya cukup suka dengan cerita yang melibatkan topik keluarga, saya serasa dirangkul untuk masuk dalam kehangatan keluarga di cerita tertentu, begitu juga dalam Perfect Scenario ini.

Dibandingkan dengan karya sebelumnya yang juga menceritakan lingkaran hidup remaja, yaitu I am Yours, rasanya saya lebih suka dengan Perfect Scenario ini. Sudah saya katakan kan bahwa teenlitnya yang satu ini lebih 'seger' ?

"Kali ini, kata 'pulang' terdengar menyenangkan dan nyaman di telinganya."- halaman 173

Okay, menurut saya semakin ke sini, karya Kezia Evi Wiadji semakin berkembang. Semakin bagus dari sebelumnya, apalagi tahun ini rasanya ia sangat produktif dalam mengeluarkan beberapa novel. Saya suka dengan Perfect Scenario ini, cocok dibaca untuk para remaja.
Semangat terus untuk karya-karyanya ya kak Evi^^

Review selengkapnya : http://fikriah-bookaddict.blogspot.co...
Profile Image for Putri Ananta.
Author 1 book12 followers
November 20, 2015
Novel ini sempat kuletakkan begitu saja di atas meja belajar karena kesibukan akhir-akhir ini. Selain itu, aku juga sedang malas membaca novel teenlit pasca membaca novel To All The Boys I’ve Loved Before yang membuatku kepincut dengan novel young-adult dan melupakan lini lain. Lalu, akhirnya kuputuskan untuk membaca saat aku absen sekolah sehari. Aku merasa beruntung membaca novel ini, meskipun pada awalnya aku merasa desperate banget karena novel ini hampir 300 halaman padahal hanya teenlit yang ceritanya ringan-ringan saja.
Perfect Scenario adalah novel remaja yang benar-benar ringan dan terasa sekali sense remajanya. Pada bagian awal, pembaca diseguhkan dengan rasa ‘musuh bebuyutan’ antara kedua tokohnya. Lalu, kedua tokoh tersebut memutuskan menjalan skenario bersama dengan alasan yang berbeda-beda.
Tema yang diangkat di novel ini sebenarnya umum sekali, yaitu benci jadi cinta. Namun, penulis berhasil menyulap 280 halaman novel ini menjadi bagian yang menarik dengan kisah antara Farel dan Finda tersebut. Feelnya pun benar-benar terasa (sampai rasanya aku ingin bejek-bejek tokohnya saking gemesnya).

Latar ceritanya di Jakarta, lalu ada bagian di Lembang. Untuk penjelasan tentang latar tempatnya memang tidak terlalu detail, tapi, memang seperti itulah maksud dari novel ini. Perfect Scenario mendalami perkembangan tokohnya, tak terlalu membahas detail-detail tempat. Yang aku suka, di novel ini aku diperkenalkan dengan food truck (aku lupa), maklumlah aku bukan anak ibukota jadi lumayanlah, ini info baru. xD
Penokohannya, aku acungi jempol. Aku suka dengan karakter dari setiap tokohnya beserta perkembanganya hingga akhir cerita. Semuanya benar-benar remaja. Seperti yang aku katakan sebelumnya, novel ini lebih fokus pada perkembangan tokohnya menjadi lebih dewasa. Namun, sayangnya, aku kurang suka dengan penggambaran bahwa anak SMA bisa membawa mobilio atau Livina. Mungkin di sini ada sedikit unsur hedonisme ya? Atau memang seperti kehidupan remaja di ibukota? Aku kurang tahu, tapi kalau di kotaku, hal tersebut tergolong hedonisme. Namun, setidaknya ini masih masuk di akal karena tokohnya nggak selalu bawa mobil di usia seperti itu. *ditabok*

Bahasanya ringan, remaja sekali. Dengan sudut pandang orang ketiga, penulis semakin luwes menjelaskan apa yang terjadi di cerita.
Alurnya campuran, namun lebih banyak terfokus pada alur maju untuk menyokong cerita. Sebenarnya, alur ceritanya mudah ditebak, bahkan endingnya pun menurutku mudah ditebak. Namun, ada yang membuat ketagihan dari kisah Farel dan Finda ini, jadi pembaca tetap dibuat menikmati alurnya tanpa diganggu dengan bayang-bayang alur yang mudah tertebak tersebut.
Kavernya ... keren sekaliiii! Eye-catching sekali! Yaah, meskipun sebenarnya warna rambutnya di tokoh kurang sesuai dengan rambut orang Indonesia kebanyakan. Orkha Creative sukses bikin kavernya!
Overall, novel ini sukses kututup dengan perasaan puas. Novel ini kurekomendasikan bagi kalian yang haus akan novel remaja yang menyegarkan. Novel yang manis ini cocok sekali untuk menghilangkan perasaan badmood yang melanda.
Perfect Scenario got 4 of 5 stars!
Profile Image for Stefanie Sugia.
731 reviews178 followers
November 27, 2015
"Kata "akrab" bagi dirinya dan Farel adalah kata yang sangat sakral. Ia tidak yakin akan bisa. Tetapi seandainya bisa, ia, Finda Arletta, tidak sudi berakrab-akrab ria dengan cowok menyebalkan bernama Farel Juventus."
Novel teenlit selalu berhasil menjadi bacaan ringan yang menghibur untukku karena alur cerita serta konfliknya yang cenderung sederhana. Tema yang diusung oleh novel ini sebenarnya cukup klise, yaitu tentang benci jadi suka. Selain itu, ceritanya juga menyuguhkan konflik persahabatan dan keluarga seperti yang sering ditemui dalam novel-novel teenlit yang lain. Penulisan Kezia Evi Wiadji dalam buku ini mengalir dengan baik. Kisahnya diawali dengan perkenalan karakter utamany serta membangun hubungan Farel dan Finda yang telah menjadi musuh bebuyutan sejak kecil. Kemudian perlahan-lahan konflik yang lain mulai bermunculan, hingga mencapai klimaks serta penyelesaiannya yang menjelaskan banyak hal. Karena alur ceritanya yang cukup sering kutemui dalam buku lain, tidak sulit untuk menebak bagaimana kisahnya akan berakhir. Meski demikian, aku menikmati ending-nya yang manis dan semua konflik terselesaikan dengan baik :)

Sedangkan untuk karakternya, aku cukup menyukai interaksi Farel dan Finda sebagai musuh bebuyutan. Menurutku tingkah mereka yang saling membalas satu sama lain menunjukkan bahwa sebenarnya mereka sangat akrab dan tidak sepenuhnya saling membenci. Aku sangat suka perubahan karakter Farel dan Finda setelah liburan akhir tahun; tetapi tentu saja aku tidak akan memberikan spoiler apa yang sebenarnya terjadi di antara mereka :D Karakter yang paling aku sukai dari buku ini mungkin adalah Olly (sahabat Finda) dan Niko (sahabat Farel). Meskipun keduanya adalah karakter sekunder, aku rasa Olly dan Niko adalah sosok sahabat yang baik. Olly selalu memberikan dukungan dan juga nasehat untuk sahabatnya. Sedangkan Niko adalah karakter yang baik hati dan untungnya tidak ikut terpengaruh oleh hasutan karakter antagonis dalam buku ini :)

Overall, buku ini cocok bagi pembaca remaja atau kalian yang mencari bacaan ringan. Unsur kekeluargaan yang menjadi salah satu konflik ceritanya mengajarkan pentingnya saling mengerti dan saling memaafkan satu sama lain. Dan aku rasa hal tersebut penting untuk diingat, terutama bagi remaja yang sedang berselisih atau tidak sependapat dengan orangtua mereka :) Pada akhirnya, aku ingin berterimakasih pada penulisnya, Kezia Evi Wiadji, yang sudah berbaik hati mengirimkan buku ini untuk aku baca dan review.

Baca review selengkapnya di:
http://www.thebookielooker.com/2015/1...
1 review1 follower
October 11, 2015
Akhirnya kesampaian juga menulis review untuk novel Perfect Scenario ini.
Maaf ya kak Kezia aku baru bisa menyelesaikan membaca novelnya hampir 1,5 minggu karena deadline pekerjaan.>_<
Tapi akhirnya senang juga berhasil menamatkan novel yang fun ini.
Bisa dibilang novel Perfect Scenario ini merupakan awal perkenalanku dengan karya kak Kezia.
Tadinya kupikir kak Kezia itu spesialis menulis novel-novel remaja seperti ini, eh ternyata setelah 'mengintip' biografinya, tidak hanya novel
remaja, tapi juga ada novel dewasanya.
Membaca review Perfect Scenario dari blognya Mbak Rizky Mirgawati, sedari awal aku sudah suka dengan sinopsisnya.
Membaca sinopsis bukunya, tadinya aku tidak menyangka bahwa Finda dan Farel ini adalah musuh bebuyutan.
Aku hanya mengira bahwa mungkin mereka tadinya adalah teman dekat, namun karena suatu masalah, membuat hubungan mereka jadi longgar.
Namun saat membaca novelnya, barulah ketahuan bahwa mereka ini dari dulu tidak pernah akrab.

Yang membuatku sedikit aneh, mereka berdua kan bisa dibilang musuhan.
Tapi dengan mudahnya Farel meminta Finda untuk berpacaran.
Kalau aku sih, kalau sudah bermusuhan dengan seseorang, boro-boro mau ngobrol dengannya, menatap mukanya saja sudah tidak sudi.
Tapi ini Farel dengan santainya datang mengunjungi Finda untuk mengutarakan maksudnya.
Meskipun tujuannya untuk menggagalkan pernikahan kedua orang tua mereka, tapi tetap agak sedikit janggal.
Namun namanya juga cerita, pasti ada beberapa kebetulan disana sini.
Di luar itu, aku merasa senang membaca novel Perfect Scenario ini.
Aura remajanya begitu terasa.
Aku belum membaca karya kak Kezia yang lain, tapi menurutku kak Kezia mampu menampilkan seluk beluk dunia remaja dengan baik.
Yang aku suka saat membaca genre teenlit adalah konfliknya yang tidak terlalu rumit, namun tetap membuat penasaran.
Hal itu pula yang aku temui saat membaca Perfect Scenario.
Terima kasih kak Kezia untuk novelnya ini.
Berkat Perfect Scenario, jadi bertambah lagi penulis novel favoritku.
Aku dan teman-teman yang lain menanti karya-karya kak Kezia yang selanjutnya. Sukses selalu buat kakak. :)
Profile Image for nunaalia.
4 reviews1 follower
March 23, 2016
Sinopsis

“Dengar ya, kita harus pacaran!”
“HAH?”
“Mulai detik ini, lo pacar gue. Dan selama itu, lo nggak boleh jalan dengan cowok lain!”
“Eh, kamu kesurupan ya, tiba-tiba ngomong aneh begitu?!”
“Gue sadar seratus persen. Jadi, dengar—“
“Sori, aku gak mau!”
“Heh! Jangan ge-er dulu. Gue sebenarnya juga nggak mau pacaran sama lo. Tapi kali ini, mau nggak mau, kita harus!”

***

Ajakan kencan ini akan membahagiakan Finda, seandainya ia menyukai Farel. Seandainya Farel bukan duri dalam dagingnya. Seandainya Finda tidak menyukai Niko (teman baik Farel). Dan seandainya Farel tidak sedang berkencan dengan Novi. Tetapi, ajakan kencan jauh dari romantis yang disodorkan Farel ini harus diterima Finda karena mereka mempunyai tujuan yang sama, yaitu membatalkan pernikahan orangtua mereka!

~ ♦♦♦ ~

My Review

Finda Arletta adalah seorang gadis manis dengan pribadi yang kuat. Meskipun hanya dibesarkan oleh mamanya tanpa sosok ayah, Finda tumbuh menjadi gadis yang baik dan termasuk murid yang pandai. Dia bahkan sudah menetapkan pilihan untuk kuliah di kedokteran saat kuliah nanti.Keren kan...?! ;)

Farel Juventus termasuk salah satu cowok primadona di sekolah. Selain tampan dan keren, Farel juga murid yang pintar. Hanya satu hobi buruk Farel, yaitu menjahili Finda. Farel bahkan lebih suka berantem dengan Finda daripada mendengar rengekan Novi, pacarnya. Haiissh Fareel....! *tepok jidat

Finda dan Farel bertetangga sejak kecil, namun sejak pertemuan pertama, mereka tidak pernah akur, jadilah mereka musuh bebuyutan hingga keduanya duduk di bangku SMA.

Kata 'akrab' bagi Finda dan Farel adalah kata yang sangat sakral
(Hal.20)

Hingga pada suatu hari, Farel tiba-tiba memaksa Finda untuk pacaran dengannya (padahal Farel sudah punya pacar loh!). Farel memberitahu rencana pernikahan Papanya dengan mama Finda, karena itu mereka terpaksa harus pacaran untuk membatalkan pernikahan orang tua mereka. Finda yang tidak percaya berita itu, tentu saja menolak mentah-mentah. Finda lebih berharap berpacaran dengan Niko, cowok yang saat ini ditaksirnya. Berpacaran dengan Farel, itu benar-benar gila!

Untuk berteman dengan cowok itu saja ia ogah, apalagi berpacaran!
(Hal.27)

Tapi setelah mamanya mengundang Om Tonny -papa Farel- dan Farel makan malam istimewa di rumah mereka, juga pengakuan mamanya tentang rencana pernikahan mama dan Om Tonny, Finda terpaksa menyetujui rencana gila Farel.

Namun ada satu hal yang membuat hati Finda sakit, yaitu alasan Farel tidak ingin kedua orang tua mereka menikah.

"Karena gue nggak suka sama lo! Dan gue nggak mau jadi saudara lo!"
(Hal.28)

Ada saatnya mengalah untuk sebuah kemenangan.
(Hal.64)

Meski sakit hati, namun Finda tidak mau kalah dari Farel, karena cowok itu pasti akan meremehkannya. Finda pun sepakat dengan scenario yg disusun Farel, menjadi pacar bohongan, dengan syarat selama 'jadian' masing-masing tidak boleh jalan dengan cewek/cowok lain. Dengan berat hati Farel pun berjanji akan memutuskan hubungannya dengan pacarnya, Novi.

Jika ingin rencana berjalan baik, ia harus bersedia menjalin kerja sama dengan pihak lain.
(Hal.118)

Yang namanya cewek, benar-benar rumit dan membingungkan.
(Hal.31)

Novi tentu saja menolak diputusin oleh Farel apalagi mendengar alasan Farel yang dianggapnya konyol. Novi menduga Farel ada perasaan sama Finda. Namun Farel meyakinkan Novi kalau ia dan Finda tidak ada apa-apa, karena Finda juga tidak suka dengan rencana ini. Farel meyakinkan Novi kalau mereka hanya break sementara supaya papanya dan Mama Finda percaya perfect scenario pacaran bohongannya dengan Finda.

Akankah scenario yang dimainkan Farel dan Finda menjadi perfect?
Bagaimana 'kencan' ala dua musuh bebuyutan ini?

~ ♦♦♦ ~

My Opinion

Perfect Scenario adalah novel Kezia Evi Wiadji yang pertama aku baca. Sudah lama gak berburu novel jadi aku ketinggalan banyak niy, hadeeeh.... *tepok jidat

Novel bergenre teenlit yang menggunakan sudut pandang orang ketiga ini berkisah tentang Finda dan Farel, dua murid SMA yang menjadi musuh bebuyutan sejak kecil. Biasanya aku kurang tertarik dengan cerita bergenre teenlit, mungkin karena sudah lewat masanya kali ya hahahaaa. Tapi dengan tema musuh bebuyutan yang diangkat mba Kezia ini, menggelitik rasa penasaranku untuk mengetahui kisahnya. :D

Untuk karakter tokoh, selain ada Finda dan Farel yang menjadi musuh bebuyutan, novel ini juga diramaikan dengan tokoh Olly, sahabat Finda yang bertubuh montok dan hobi makan, tapi baik hati dan setia kawan. Olly selalu membuat aku tersenyum geli membayangkan tingkahnya.

Ada juga Niko, sahabat Farel yang juga salah satu primadona di sekolah. Ssst... Finda diam-diam tertarik loh pada Niko, tapi Finda lebih nyaman mengagumi Niko dari jauh. Selain keren, Niko juga pribadi yang menyenangkan dan perhatian. Beda banget dengan Farel yang menyebalkan bagi Finda. Aku juga agak sebel sih dengan Farel, tapi tetap berharap Farel dengan Finda hahaha... *ditimpuk fans Niko.

Semua pasti tidak ada yang suka dengan tokoh Novi, pacar Farel, tapi untung saja porsi Novi tidak banyak di cerita ini hehehee.... :D

Kisah remaja tidak jauh dari masa sekolah, persahabatan dan hubungan keluarga. Begitu juga dengan novel ini.
Farel dan Niko digambarkan sebagai cowok keren, pintar, dan populer di sekolah yang banyak fans-nya. Juga tentang kantin yang terpisah antara siswa laki-laki dan perempuan. Ada juga tentang acara prom night untuk siswa tingkat akhir yang lulus.
Kisah persahabatan Finda dan Olly mengingatkan pada persahabatan masa sekolah dulu, belajar bareng, hang-out ke mall, saling menggoda bahkan meledek jika ada cowok gebetan, tapi juga akan berdiri di depan membela sahabat bila ada cewek sirik yang cari ribut.
Persahabatan Farel dan Niko juga menarik. Meski sempat bersitegang masalah cewek, keduanya tidak bisa lama diam-diaman dan tidak bisa nongkrong bareng walau cuma di kantin Pak Jo. :D

"Jangan memaksakan kebahagiaan dengan orang yang tidak tepat."
(Hal.241)

Kisah ini juga memperlihatkan hubungan hangat Finda dan mamanya. Juga sikap bijak Mira yang berlapang hati demi kebahagiaan putrinya.
Berbeda dengan hubungan Finda dan mamanya yang hangat, Farel memiliki hubungan yang tidak begitu baik dengan papanya. Dari sini juga akan terkuak alasan Farel tidak menyetujui rencana pernikahan papanya dan mama Finda.

“Jarak mungkin dekat, tetapi Papa takut, hatimu akan semakin jauh.”
(Hal.172)

Selain bersetting di rumah, sekolah, dan mall, setting di Lembang adalah part yang aku suka. Penggambaran mengenai daerah pegunungan membuat fresh. Selain itu cerita di Lembang ini pun memacu adrenalin! Di sini juga dimulai hubungan yang tidak terduga antara dua musuh bebuyutan ini. :D

Kali ini, kata 'pulang' terdengar lebih menyenangkan dan nyaman di telinganya.
(Hal. 173)

Aku sempat berpikir akhir kisah ini tidak seperti yang aku harapkan, tapi ternyata ada kejutan di akhir cerita, ditambah lagi tingkah Olly kembali membuat aku terkikik-kikik. Kupikir kalau Olly sama cowok ganteng satu itu gimana ya..? :D

~ ♦♦♦ ~

Quotes-quotes

Ada beberapa quotes menarik dan kalimat sindiran yang bertebaran di novel ini.

~ Quotes menarik (selain yang sudah mejeng di atas) ~

Seandainya menghapus rasa sakit di hati semudah menghapus tulisan di kertas dengan Tipp-Ex.
(Hal.242)

Untuk menjalin sebuah hubungan yang baik dan solid, tidak hanya diperlukan cinta, tetapi juga kepercayaan.
(Hal.260)

Cinta membuat orang buruk menjadi baik, juga sebaliknya. Membuat orang baik menjadi buruk. Semua tergantung pada tujuan kita mencintai.
(Hal.263)

~ Kalimat sindiran ~

Untuk apa bertanya jika sebenarnya telah memutuskan sejak awal mana pilihannya?!
(Hal.106)

"Kamu yang bikin peraturan, eh, kamu sendiri yang melanggar. Bikin bete banget, tahu!"
(Hal.123)

"Bohong. Ngaku aja! Hidungmu tuh kembang kempis kalau ngibul."
(Hal.126)

"Cewek secerdas kamu ternyata bisa berubah bodoh jika berurusan dengan cinta."
(Hal.192)

...cinta telah membuat otaknya bebal dan tumpul. Dengan mudah ia diperdaya...
(Hal.223)

Jika kamu berpikir selama ini merasa telah mengenal baik seseorang, namun pada akhirnya kamu tidak benar-benar mengenal orang itu.
(Hal.263)

~ ♦♦♦ ~

Ada sedikit kesalahan dari novel ini, mungkin kesalahan pencetakan. Di halaman 234 kalimat belum selesai, tapi halaman selanjutnya (235) sudah bab baru. Sangat disayangkan, dan agak sedikit mengganggu karena bikin penasaran lanjutan kalimatnya apa. Walaupun begitu masih bisalah menebak kira-kira apa lanjutannya. :D
Tapi melihat review di blog lain tidak ada yang berkomentar tentang kesalahan pencetakan ini, apa mungkin cuma salah cetak di novel yang aku dapat kali ya...?

Aku termasuk yang jeli soal typo, dan di novel ini masih ada beberapa typo diantaranya:
♦ 'memba-yangkan' mungkin harusnya membayangkan (Hal.250)
♦ 'Hubungan dengannya Novi harus berakhir.' Mungkin harusnya Hubungannya dengan Novi harus berakhir. (Hal.260)

Buat aku novel ini menarik, lucu dan fresh. Tema musuh bebuyutan dengan kisah dari benci jadi cinta mungkin sudah biasa, tapi tetap asik untuk dinikmati. Novel ini tentu saja cocok untuk pembaca remaja. Dan pembaca dewasa yang berjiwa muda juga sepertinya tidak akan melewatkan untuk membacanya.

Salam
Nunaa Lia ^_^
Profile Image for Melani Ivi.
55 reviews5 followers
September 14, 2018
“Buat gue, berantem sama Finda itu kesenangan tersendiri. Sensasinya berbeda.” (hlm. 43)

“Jika ingin segera mengakhiri sinetron ini, ia harus bersikap baik meskipun Farel menyebalkan.” (hlm. 89)

“Kok bingung sih? Hanya memilih: suka, nggak suka. Mau, nggak mau. Malu, tapi mau. Cinta, tapi bingung.” Olly mengedip (hlm. 191-192)

“Cinta membuat orang buruk menjadi baik, juga sebaliknya, membuat orang baik menjadi buruk. Semua tergantung pada tujuan kita mencintai.” (hlm. 263)

Premis teenlit ini menarik. Yang kerap saya temukan adalah cerita dua sahabat yang berubah cinta, tapi ini justru dua musuh bebuyutan yang terpaksa menjalani peran pura-pura sebagai sepasang kekasih demi membatalkan rencana pernikahan orangtua. Tentu saja di awal baca saya langsung penasaran, akan berhasilkah skenario tak masuk akal ini dan bagaimana kisah ini akan bergulir?

Diceritakan menggunakan sudut pandang orang ketiga dan alur dominan maju (dengan campuran kilas balik di awal dan akhir), novel ini nyaman diikuti. Gaya bahasa yang ringan khas novel remaja juga menambah keasyikan baca. Meski Farel selalu menggunakan sapaan ‘lo-gue’, tapi secara keseluruhan dialog tetap dominan menggunakan bahasa baku, jadi cocok untuk pembaca yang tak terlalu suka dengan gaya bahasa tak baku atau gaul ala anak muda. Selain itu, Finda sendiri selalu menggunakan sapaan ‘aku-kamu’, sekaligus membedakan karakternya dengan Farel.

Dari segi penokohan, tokoh yang paling bikin gemas tapi juga ‘ngangenin’ itu tentu saja Farel. Dia ini sosok cowok yang meskipun pada dasarnya baik, ganteng, pintar, populer, tapi juga punya sisi-sisi menyebalkan, jail, dan kadang arogan. Bahkan kehadiran Novi, pacarnya yang ambekan dan kekanak-kanakan menambah gereget cerita. Wajar juga jika awalnya Farel yang punya segudang kelebihan itu memilih bersama Novi karena tertarik dengan kecantikan dan sikapnya yang manis, Tapi sejalan dengan bergulirnya cerita, saya dapat merasakan perkembangan karakter Farel dan Novi. Kedua tokoh ini juga yang paling mencolok perubahannya. Dan bagusnya, Kak Evi memberikan latar belakang yang logis dan dapat saya terima.

Untuk tokoh Finda, saya suka sosoknya yang digambarkan mungil, manis, menyenangkan, pandai, tapi bukan cewek populer yang ditaksir cowok-cowok di sekolah. Finda tumbuh dewasa tanpa sosok ayah, juga mengidap asma sehingga saya merasa ‘related’ sama tokoh satu ini. Tipikal gadis remaja pada umumnya yang bisa kita temui di sekitar. Hubungan dekatnya dengan sang mama dan sahabat juga membuat kisah lebih hidup dan hangat. Dan yang paling saya sukai dari Finda adalah sikapnya yang berani dan enggak mau kalah setiap kali berseteru dengan Farel. Tapi tanda disadari, dia justru bisa menjadi diri sendiri ketika berinteraksi dengan Farel. Chemistry antara Finda dan Farel ini kuat, bisa bikin saya tertawa, senyum, tapi juga bisa sedih.

Tokoh-tokoh pendukung semacam Olly dan Niko pun mendukung sekali cerita. Terutama Niko yang secara karakter sebenarnya lebih manis dan kalem dibanding Farel. Juga Olly yang gembul, ceriwis, tapi setiakawan. Bagi kamu yang penasaran sama mereka, ada juga loh novel khususnya, berjudul “Perfect Gift” hehe... sedangkan Tante Mira alias Mama Finda, Om Tonny alias Papa Farel dan mendiang Tante Sinta alias Mama Farel punya porsi penting meski tak jadi sorotan utama cerita.

Plot terjalin rapi, dengan seting utama kota Jakarta, diselipi adegan-adegan manis perkemahan di Lembang, Festival Foodtruck dan Festival Lampion membuat kisah ini manis, tak hanya berisi konflik keluarga dan remaja. Deskripsinya cukup memuaskan, termasuk suasana sekolah dan kegiatan belajar para siswa senior. Kak Evi juga pandai memainkan dinamika cerita, sehingga saya merasa terlibat secara emosi dengan tiap adegan, baik ketika Finda dan Farel akur, galau, maupun sedang berantem, hehe... Ending yang disajikan juga memuaskan.

Bagi yang sudah melewati masa SMA, baca teenlit ini akan memancing kerinduan kembali akan masa remaja yang penuh impian, juga sensasi rasa saat menyukai teman sekolah. Mengenang masa muda yang indah sekaligus mengingatkan kembali akan pentingnya makna keluarga. Bagi adik-adik remaja, kisah Finda dan Farel ini sangat bisa menjadi pilihan bacaan yang tak hanya mengasyikkan tapi juga sarat pesan kebaikan.


Profile Image for Eugenia.
209 reviews8 followers
November 12, 2015
Sesuai labelnya yang adalah teenlith, cerita ini nuansa remajanya terasa sekali. Hubungan dalam keluarga yang complicated, sampai hubungan dengan teman-teman di sekolah. Tahu kan? Benci tapi cinta, cinta pertama, rasa cinta yang meledak-ledak ... juga cinta yang menghilang sedikit demi sedikit. Mbak Evi piawai banget mengemas aneka jenis cinta itu :D

Selain cerita, tokoh-tokoh di dalamnya pun khas remaja banget. Farel yang sakit hati dan sering bertindak tanpa berpikir terlebih dahulu, Novi yang cinta mati dan suka melempar-lempar barang saat marah, Finda yang manis dan sering kali memilih pasrah, Olly yang setia kawan. Dan, Niko yang too gentle to be true kalo dia ada di sekolah saya. Haha ..

Tema pacaran pura-pura memang sering diangkat. Begitu juga profil cowok yang adik saya bilang - bullyable (entah deh artinya suka ngebully atau justru di-bully? Saya kurang paham bahasa remaja masa kini *ketauan udah tua)- seperti tokoh Farel dalam cerita ini. Namun, Mbak Evi berhasil menyajikan cerita dengan warna yang berbeda.

Yang paling saya sukai dalam cerita ini adalah, bagaimana para tokoh berubah seiring berbagai konflik dan solusi yang mereka pilih untuk menyelesaikan masalahnya.
Pernah dengar ungkapan, terkadang kita belajar memecahkan masalah dari membaca buku?
Saya belajar dari buku ini, bahwa cinta dapat menghampiri siapa saja. Dan, bagaimanapun ceritanya, dalam prosesnya cinta selalu mendewasakan.

Ikutan galau waktu Finda berdiri di antara Farel dan Niko.

"Gue nggak mau kalau kita benar-benar jadian, kita nggak bahagia, lo akan benci gue." - Niko, halaman 270.

"Oke, memang nggak akan mudah. Juga nggak menjamin kita nggak akan bertengkar lagi. Tapi gue bersedia menjalaninya, asal sama lo." - Farel, halaman 272

Siapa coba yang bakal Finda pilih, mengingat keduanya so sweet dan gentle begitu?

Hmm, bagaimana kalau kita meyakini apa yang diyakini Farel di halaman 271, bahwa apabila Finda ditakdirkan menjadi miliknya, entah bagaimana, jalan itu akan terbuka.

So ... will you ever need a perfect scenario?
Happy reading, ya!
Profile Image for Regina Putri.
11 reviews
November 26, 2015
Aku dapet buku ini dari giveaway ditwitter
Awal kepincut gara2 mbak Kezia spoiler terus difacebooknya,jadi kepo juga dan berusaha dapet lewat macem2 giveway dan kuis,akhirnya dapet juga
Ceritanya tentang Farel sama Finda yang pura2 pacaran gara2 ortu mereka mau nikah,Farel sih bilang alesannya ngelakuin itu soalnya gak mau sodaraan sama Finda tapi ternyata ada alesan lain yang lebih kuat
Jadinya mereka pura2 pacaran deh,Findanya juga terpaksa mau ngelakuin gara2 suatu hal
Padahal kan Finda sukanya sama Niko sobatnya Farel,belum lagi labrakan dari Novi si ceweknya Farel bikin masalah makin keruh dihidupnya Finda.
Aku suka banget sama gaya ceritanya mbak Kezia yang lebih hidup dibandingin karya-karyanya sebelumnya yg pernah aku baca (dan dapet dari giveway dan kuis juga)di novel ini. Udah gitu pengeskpresian karakternya juga menarik, meski pembaca sudah nggak asing sama karakter2 tokoh remaja yang sejenis sama tokoh2 novel ini.
Agak kecewa sih sama endingnya yg diluar ekspektasiku yg ngarep banget ending twist,tapi keseluruhan cerita menghibur banget dan banyak amanat penting yg ngalahin kekecewaanku itu
Dibagian Finda sama Farel kena 'kecelakaan' pas liburan bikin aku ikut deg2an juga pas bacanya, berasa aku lagi ngalaminnya juga xD
Oh ya! Yang penting banget nih. Udah keluar tetesan haru pas baca bagian Farel ngomong serius sama papanya pas di rumah sakit....hiks (jadi baper)
Nggak ngebosenin lho! Tiap babnya pasti bikin pembaca pengen lanjutin terus sampe habis, bikin penasaran banget siih.
Kisahnya fresh dan cute daah ^0^
Profile Image for Ratnani El Ratna Mida).
Author 11 books14 followers
December 18, 2015
Novel dengan tema yang sederhana, tapi diramu dengan apik. Mengajarkan tentang arti keluarga. Bahwa orang tua itu tidak memaksakan kehendak. Pun dengan seorang anak tidak bisa men-judge. Dalam keluarga memang butuh komunikasi. Ada juga pesan lain yang tersirat. Bahwa kita tidak bisa meneduh seseorang tanpa adanya bukti yang nyata. Namanya mah berburuk sangka. Ada juga pesan-pesan lain, tapi simpen deh. Biar baca sendiri agar tahu ^^

Cerita yang meremaja dan, fun. Cinta dan Persahabatan. Aih ..., enaknya pilih mana, ya? Paling suka sama kata-kata ini.

Cinta membuat orang buruk menjadi baik juga sebaliknya, membuat orang baik menjadi buruk. Semua tergantung pada tujuan kita mencintai.

Atau baca resensi selengkapnya di sini : http://tulisanelratnakazuhana.blogspo...
Profile Image for Dedul Faithful.
Author 7 books23 followers
September 23, 2015
Buku ini adalah karya fiksi kak Evi setelah sebelumnya saya baca I Am Yours, Sweet Winter, You Are Invited, dan The Unbroken Vow. Bisa dibilang buku ini saya sebut buku paling lucu dari karya penulis. Alasannya jelas sekali, penceritaannya mengalir lancar, kocak, dan bikin gondok. Finda itu galak banget kalau sama Farel, banyak sekali scene yang menunjukkan Finda sering mukul badan Farel, tetapi tentu saja bukan kekerasan fisik yang mengintimidasi, penulisnya sudah memilah-milah adegan-adegan wajar bagi remaja. Sedangkan sosok Farel sendiri satu dua dengan Finda, namun menurut saya Farel berengsek sekali karena memacari Novi, pun Finda meski 'bohongan'. Banyak kejutan-kejutan yang disebar penulis di buku ini. Lebih lengkapnya review di sini http://bit.ly/1PqE4WW.
Profile Image for Evi Puspitasari.
18 reviews2 followers
October 14, 2015
Simple,layaknya kisah benci jadi cinta namun diceritakan dengan apik. Jalan ceritanya menarik. Dialog Farel dan Finda yang bikin geregetan. Khas anak remaja. Yang ngegemesin itu pas Farel dan Finda masih kecil. Berantemnya bikin ketawa. Ngarep banget sih flashback ke masa Farel dan Finda cilik diperbanyak. Aksi saling balas Farel dan Finda yang buat novel ini jadi pengen dibaca terus.

"Rel, kita udah biasa bertengkar. Kurasa, hubungan kita nggak akan semudah yang kamu kira. Orang sering berkata si A dan si B cocok karena punya kesamaan, karena nyambung saat ngobrol. Tapi kita...Kita punya kesamaan dan nyambung dalam pertengkaran."

Akankah ada perfect scenario 2?
Profile Image for Muthi El.
16 reviews
June 2, 2016
Waktu ke Gramedia, aku bingung mau beli novel apa, karna lagi gaada recommend novel bagus dari sumber manapun. Setelah bulak-balik ke rak yang berbeda-beda, akhirnya pilihanku jatuh ke novel ini. Dan, ini keren abis!
Parah! Menurutku plotnya unpredictable banget, bikin greget banget! Endingnya apalagi. Siapa coba, yang nggak mau ditembak pas promnight? Aku juga mau *eh.
Covernya juga bagus, ada pembatasnya juga.
Pokoknya, ca'em! Nggak nyesel! :3
Profile Image for Priscilla Wibowo.
27 reviews
January 15, 2016
Ceritanya bagus, penulisannya juga gak ada masalah buatku. Tapi hmm... kurang bumbu aja menurutku. Soalnya tema "pura-pura pacaran" kan udah cukup sering ditemui, jadi pengennya sih ada sesuatu yang unik dan beda dari cerita bertema "pura-pura pacaran" yang lain. Sayangnya buatku di buku ini keunikannya kurang terasa.

Tapi lumayan lah buat baca-baca pas lagi santai.

3 stars!
Profile Image for Rei Pusvita.
78 reviews7 followers
January 22, 2016
Ceritanya ngegemesin deeeeeh.... Tapi ada yang kurang, kek kurang garemm, kurang micin... #anakmicin

Jadi ceritanya Farel dan Finda neeh anaknya beranteman terus, terus tiba-tiba aja si cowok aka Farel minta Finda jadi pacarnya! Tapi pacar boongan!!

Yah, ceritanya ala teenlit yang ceria. Gue sebenernya demen karakter Farel. Tapi karakter Nico juga buat kepincut. 3 1/2 dahhh... ;)
Profile Image for Rain.
106 reviews18 followers
September 26, 2015
ide ceritanya seru. konfliknya jg udah berasa dari bab-bab awal.
sayangnya ada yg kepotong huhu. semoga lekas cetak ulang kak! :D
Profile Image for vio 。 ₊°༺❤︎༻°₊ 。.
329 reviews152 followers
May 11, 2019
SUKA BGT SM INI NOVEL. Gemes sama kelakuan Farel & Finda pas kecil. Endingnya greget-gemes :3333 Recommended bagi mereka penyuka hate-love relationship.
Profile Image for Desita Itsmystyle.
64 reviews5 followers
November 4, 2018
Kalo mau kasih 3,5 bintang gimana ya? hehe.
.
Jangan memaksakan kebahagiaan dengan orang yang tidak tepat. Hlm 241.
.
#PerfectScenario karya #KeziaEviWiadji menawarkan premis: pura-pura pacaran untuk membatalkan rencana pernikahan kedua orangtua. Seingetku ftv pernah mengangkat premis cerita macam ini. Entah keduanya memiliki intertekstualitas atau tidak, dua media ini punya plus-minus masing-masing.
.
Aku suka plot #PerfectScenario yang runtut meski tanpa konflik besar yang menyita emosi. Maksudku, konflik di sini itu lebih banyak menawarkan masalah yang biasa kita hadapi dalam keseharian. Bahkan untuk konflik utamanya juga diperkenalkan dan diselesaikan secara perlahan sehingga tidak terasa terlalu besar.
.
Tapi menurutku penyelesaiannya agak kurang greget 😂🙏. Mungkin kalo percakapan Mamanya Finda dan Papanya Farel sedikit lebih dieksplore (diberi porsi lebih), alih-alih hanya menyajikan kilas balik, mungkin akan sedikit berbeda.
.
Untuk gaya bahasanya, menurutku udah enak. Ringan dan mengalir khas teenlit. Tapi ada beberapa frasa yang kadang membingungkan. Contoh: celana bermuda biru tua 🤔, ini apa cuma aku yang bingung ngebayanginnya ya? 😂😅 Hehe.
.
Untuk latar dan pengadeganan menurutku banyak unsur yang cukup umum. Tapi bisalah jadi refrensi klo mau jalan, 🙈😁 *sama temen. Eh iya, sebenarnya aku berharap setting Lembangnya lebih dimanfaatin lagi. Agak disayangkan aja, terutama bagian perkebunan jamur yang cuma numpang disebut 🤣.
.
Secara keseluruhan, novel ini menyenangkan untuk dibaca. Cocok untuk kalian yang lagi nyari bacaan dunia remaja yang ringan.
Profile Image for Didi Syaputra.
53 reviews13 followers
January 17, 2019
"Cinta membuat orang buruk menjadi baik, juga sebaliknya, membuat orang baik menjadi buruk. Semua tergantung pada tujuan kita mencintai." -Hlm. 263

Teenlit bertajuk Perfect Scenario garapan Kezia ini ngg bisa dipandang enteng. Banyak hal yang membuat kisahnya menarik. Setelah kemaren aku berhasil menamatkan Peony's World dengan penulis yang sama, hanya genrenya berbeda. Di pengalaman kedua kalinya membaca karya penulis ini, aku semakin dibuat jatuh hati dengan tulisannya. Lugas. Manis dan nggak bertele-tele.

Finda dan Farel di Perfect Scenario ini diolah sedemikian manis. Dengan lini utama kisah mereka- permusuhan, musuh bebuyutan tepatnya, berubah menjadi partner skenario. Aku ngg merasa asing dengan tema seperti ini sebenarnya. Akan tetapi menurutku ada kebaruan yang disuguhkan penulis di novel ini. Salah satunya pada tiga karakter utamanya- Finda, Farel dan Niko. Kelen akan tahu jawabannya setelah menamatkan kisah mereka ;)

Selain itu, meskipun lininya teenlit, aku sama sekali ngg merasa garapannya ini hanya ditujukan pada pembaca teenager, secara ngg langsung semua bisa menikmatinya. Bisa kubilang novel ini cocok untuk semua usia yang menggemari teenlit. Yang nggak terbiasa baca teenlit, boleh coba baca juga ini yaa ;)

Hanya saja yang sedikit membuatku kurang nyaman menyelesaikan kisah Finda dan Farel ini di bagian epilog. Aku merasa epilognya nggak terlalu diperlukan. Benang merah antara prolog, isi dan epilognya sedikit unsinkron. Walau begitu, keseluruhan aku sangat menikmati pengalaman membaca novel ini.

| Rate : 3/5⭐
Profile Image for Sayyidah Ustadza.
17 reviews
August 8, 2017
Bagi yang rindu dengan bacaan teenlit, novel ini dapat dibaca pada saat kosong
Kisah cinta remaja yang menggelikan ini cukup menghibur untuk pembaca. Tentu ada beberapa konflik yang ringan yang membuat pembaca semakin ingin menyelesaikan cerita ini. Walaupun endingnya dapat ditebak, tapi say atertarik dengan bagaimana penulis menguraikan jalan cerita yang unik.
Profile Image for Chacha.
90 reviews6 followers
December 5, 2018
Tertarik dari judulnya. Terus pas baca blurbnya. Ternyata ini cerita pacaran settingan, udah bisa nebak sih akhirnya akan gimana. Ternyata Farel dan Finda jadi saling suka. Yang bikin aku suka dari novel ini adalah perseteruan antara Farel dan Finda. Terus adanya tokoh Niko sebagai second lead, juga makin memperkuat cerita. Ceritanya ringan untuk bacaan anak remaja. Recomendeed book
Profile Image for Merinda.
36 reviews1 follower
January 12, 2021
Teenlit menyenangkan, meskipun udah bisa ditebak akhirnya, tapi narasi dan tokohnya bikin asyik!
Profile Image for Rezza Dwi.
Author 1 book277 followers
November 5, 2016
Umm, novel ini salah satu penguat saya untuk tidak lagi membaca cerita anak SMA. Entah ini efek umur atau apa, saya merasa bosan. Setting tempatnya juga biasa, berpotensi tertukar-tukar dengan cerita anak SMA lainnya yang pernah saya baca.

Saya masih bisa bertahan baca tokoh SMA biasanya karena gaya bahasa si Penulis. Ya, novel ini salah satunya. Saya bertahan karena saya suka dengan bahasa Mbak Penulisnya. Tidak terlalu gaul. berdiksi, dan baku. Saya suka.

Selebihnya saya kurang suka. Konfliknya, karakternya, dialognya, entahlah. Saya lamaaa sekali bacanya, lalu skip-skip-skip sampai ke bagian ending langsung. Begitulah adanya. Maaf ya Mbak. Saya rasa Mbak lebih cocok nulis cerita bukan teenlit loh, Mbak. Menurut saya ya.
Profile Image for Mala.
65 reviews4 followers
August 13, 2016
Sudah berapa lama ya, saya nggak baca buku remaja kayak gini. Lama banget kayaknya. Biasanya saya suka bacaan yg lebih mature dgn berbagai kompleksitas plotnya.
Tapi di saat mood baca lagi drop ke titik nadir, asal aja saya pilih buku ini dari tumpukan yg belum terjamah.

Saya inget, ada teman, seusia saya yg pernah bilang gini, "aku suka baca teenlit, sensasi kupu2 beterbangan di perut itu lho yg suka bikin gemes,"

Yaaa, kayaknya saya mesti setuju sama dia.
Baca tulisannya mbak Kezia ini entah kenapa bisa bikin saya mesam mesem sendiri inget masa muda. Bacaan ringan yg asik, dan bikin saya terpaku buat lanjutin terus sampai akhir, tanpa skip skip skip hehee.
Displaying 1 - 30 of 32 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.