Jump to ratings and reviews
Rate this book

Lemonade Granny

Rate this book
Suasana Desa Doran yang biasanya tenang, sekarang MENCEKAM!

Dari luar, Desa Doran, rumah sakit perawatan lansia demensia itu, tampak tenang . Suatu hari, terdengar teriakan dari tempat pembuangan sampah. Seorang bayi yang sudah meninggal ditemukan terbungkus plastik tanpa diketahui siapa pelaku pembunuhannya. Kasus itu sempat diselidiki, tapi berlalu begitu saja.

Sebagai pemilik tanah tempat dibangunnya Desa Doran, Nenek Limun hendak melacak insiden tersebut. Untung saja demensia yang dia derita belum cukup parah. Bersama partnernya, si Bocah Asisten, Nenek Limun tidak hanya berhasil menemukan pelaku pembunuhan, tetapi juga praktik korupsi lain yang tersembunyi di Desa Doran.

200 pages, Paperback

First published April 30, 2021

35 people are currently reading
234 people want to read

About the author

Hyun Irang

1 book1 follower
In Korean Hangul :현이랑

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
46 (14%)
4 stars
135 (41%)
3 stars
125 (38%)
2 stars
14 (4%)
1 star
5 (1%)
Displaying 1 - 30 of 98 reviews
Profile Image for Katherine 黄爱芬.
2,447 reviews295 followers
September 3, 2023
Novel ini singkat aja, cuma 200 hlm. Boleh dibilang novel mystery dan suspense thriller di belakangnya.

Dimulai dari geger penemuan bayi mati dlm kantong sampah ditemukan, Nenek Limun dan seorang bocah bertekad utk menemukan siapakah pelakunya. Bocah ini adalah anak salah seorang dokter yg bertugas disana.

Setting novel ini di Desa Doran, desa tempat para lansia yg menderita dementia dirawat di desa ini, tentu saja mrk yg berduit. Uniknya Nenek Limun sbnrnya adalah pemilik tanah tempat ini.

Sayangnya POV tiap bab berganti-ganti dan tidak ditulis di awal POV siapakah ini. Plot twist nya lumayan menarik sbnrnya saat kita tahu bhw misteri kantong bayi mati ini cuma awal dari suatu kejahatan yg jauh lebih besar. Cuma gaya ceritanya kurang mengesankan dan msh terasa amatir. Tapi lumayan dah utk ukuran novella.
Profile Image for Laura Yuwi.
219 reviews16 followers
March 22, 2025
Baiklah kawan² goodreads, aku tertipuuu dengan buku tipis yg memiliki cover yg ku kira ceritanya akan heartwarming. Ternyata oh ternyataa... Ini mah genre thriller mystery.
Menceritakan seorang nenek yg tinggal di Desa Doran mengetahui adanya seorang bayi yg dibunuh di dekat pembuangan sampah makanan. Ditemani dengan seorang anak kecil, mereka ber-2 berusaha memecahkan kasus utk mencari tahu pelaku yg membunuh bayi itu. Ada berbagai POV dalam buku ini. Beda BAB, beda POV.
Judulnya Lemonade Granny karna tokoh nenek disini sering minum es limun dan anak kecil yg selalu menemani nenek memberi julukan "Nenek Limun". Desa Doran disini sebenarnya adalah sebuah rumah sakit perawatan demensia.
Profile Image for Alexandra.
2,125 reviews126 followers
August 2, 2024
"Nenek membenci anak-anak, tapi dia lebih benci dikasihani anak-anak.
Menjadi tua itu menyebalkan, tapi sepertinya dia lebih marah kalau harus menjadi orang tua yang baik. "

Kisah dibuka dengan narasi tajam seorang nenek judes penyendiri yang suka minum Limun. Nenek ini tinggal di Desa Doran. Desa ini sebenarnya pantai wreda mewah untuk pasien Demetia dengan konsep theater besar yang luar biasa. Para dokter dan perawat akan menyamar menjadi warga desa, penjaga toko dll sambil melakukan pengawasan dan pemeriksaan terhadap pasien mereka. Walau tak suka anak-anak tapi dia tak kuasa menolak persahabatan dari anak seorang dokter single mother.

Walaupun covernya cute sekali, cerita ini bukan untuk konsumsi anak-anak. Banyak misteri dan skandal yang menyelimuti panti yang begitu mengaggumkan ini. Setiap bab diceritakan dari POV karakter yang berbeda dari segala lapisan penghuni panti. Tujuannya untuk memberikan pandangan bird eye yang objektif dan gambaran menyeluruh dari seluruh sudut cerita. Sayangnya POV ini tidak punya keunikan suara dan tidak diberikan keterangan nama.

Walaupun aku suka karakter nenek yang perkasa tapi endingnya agak terburu-buru dengan plottwist kondisi kesehatan nenek yang mengejutkan. Padahal sudah berharap petualangan seru ala Miss Marplenya Agatha Christie lho.


Profile Image for Ren Puspita.
1,513 reviews1,026 followers
August 20, 2023
2,5 bintang

Covernya ternyata cukup menipu karena ceritanya memang ga seunyu covernya XD

Oke, sebenarnya dari blurb bukunya pun ada tanda-tanda kalau ceritanya nantinya cukup serius. Karena tidak hanya memecahkan misteri siapa yang membuang bayi yang sudah meninggal di dalam tong sampah, salah satu tokohnya yaitu Nenek yang hanya dikenal dengan nama Nenek Limun dibantu dengan asisten Bocah umur 6 tahun, dalam penyelidikannya malah membuka bobrok Desa Doran. Gue bisa melihat buku ini sebenarnya cocok buat dibikin film, karena walau pembukanya agak lambat, tapi mendekati endingnya pace cukup cepat walau sayangnya ada bbrp bagian yang kurang jelas. Lemonade Granny juga bukan mystery biasa, not even cozy if we judge from its cover.

Pada dasarnya buku ini juga sebagai kritik sosial kepada masyarakat, utamanya terhadap perlakuan kepada lansia pada umumnya dan penderita demensia. Walau tipis, tapi banyak juga hal yg dibahas selain kritik pada lansia dan ini sangat triggering. Ada kekerasan dalam rumah tangga dan bahkan kekerasan pada anak kecil. Ada kesenjangan sosial antara mereka yang kaya dan yang hidupnya pas - pasan seperti yang dijabarkan pengarang pada kos2an sederhana dan juga culture dimana ga boleh mandi tengah malam karena suaranya yg berisik bisa bikin tetangga protes (ini gue pernah baca di Twitter). Ada penggunaan obat terlarang dan aborsi, yang semuanya dibahas cukup blak - blakan tanpa tedeng aling - aling.

Sayangnya, meskipun premisnya menarik dan sebenarnya kritik sosialnya juga cukup bikin mikir, eksekusinya kurang oke. Buku ini awalnya dimulai dengan penceritaan serba tahu dari seorang narrator tak bernama, lalu pada bab selanjutnya semuanya diceritakan dari sudut pandang pertama. Masalahnya, tiap bab ganti orang dan kalau ga konsen, pembaca ga tahu ini sudut pandang siapa. Mungkin penulisnya bikin seperti ini dengan membayangkan ini jadi sebuah film, cuma kan buku dan film adalah media yang berbeda. Endingnya juga walau yang jahat-jahat kena batunya, tapi gue wondering darimana Nenek tahu siapa yang membuang bayi di tempat sampah?

Buku ini oke kalau kamu nyari misteri dengan setting tidak biasa. Tapi buku ini juga banyak banget trigger warningnya, jadi proceed with cause ya
Profile Image for Unn Lovegood.
261 reviews1 follower
March 18, 2023
4/5🌟
(📚32/100)

Surprisingli aku sukak, walopun yah.. 🥲✊🏼

Thankyou. 🌻
Profile Image for Ana Shofiya.
51 reviews4 followers
February 17, 2023
Ga nyangka. Cover unyu begini ternyata isinya ga seunyu bagian depannya :D. Pas di awal plot nya lambat banget. Tapi semakin ke belakang semakin cepat. Ada beberapa pov tokoh dari buku ini, jadi seru bisa lihat dari sudut pandang berbagai tokoh.
Profile Image for Readingwithhirai.
225 reviews6 followers
March 2, 2026
“Bagaimana jika seharusnya tempat paling aman untuk lansia demensia justru menjadi praktik kejahatan segala sifat manusia?”

Siapa yang tertipu cover buku super manis dan lucu ini? Warnanya hijau, kuning lengkap dengan penggunaan font menggemaskan dan ada ilustrasi gambar nenek bersama anak laki-laki yang membawa kaca pembesar. Bayangan awal ketika melihat cover adalah mungkin kisah manis nenek dengan cucunya namun setelah membaca blurb perlahan bayangan itu sirna. Apalagi ketika benar-benar menyelesaikan buku ini sampai tuntas, tentu saja definisi tak boleh menyimpulkan sesuatu hanya dari sampulnya saja. Buku ini bercerita tentang sebuah tempat bernama Desa Doran yang sebenarnya adalah rumah perawatan untuk lansia penderita demensia. Di sana ada banyak lansia dari orang berada yang dititipkan dengan dalih “penyembuhan” meskipun banyak keluarga yang tak pernah mengunjungi mereka. Kita akan bertemu dengan seorang nenek dengan karakter pemberani, pintar, cerdik dan tidak mudah tertipu dengan manusia-manusia palsu, sebut saja namanya Nenek Limun. Kemudian juga ada anak laki-laki yang mengikuti Nenek Limun kemanapun dia pergi karena menyukai sosok nenek yang unik itu, sebut saja namanya si Bocah. Belum masuk ke halaman pertengahan kita sudah bertemu dengan kasus pembuangan bayi yang menggegerkan. Berawal dari penemuan itulah Nenek Limun bersama si Bocah penasaran dengan siapa pelaku kejam itu. Penelusuran kasus tersebut ternyata membawa mereka dalam fakta besar yang lebih mengerikan dari apa yang dikira. Buku ini mengupas tuntas mengenai suasana tempat perawatan lansia demensia yang dijadikan lahan proyek pengeruk keuntungan untuk seseorang, perilaku lansia demensia sampai perlakuan orang-orang palsu yang banyak menyimpan rahasia kelam.

Alur cerita ini sat set, cepat dan penuh kejutan. Jadi meskipun sang tokoh utama adalah nenek-nenek namun jangan khawatir karena kemampuan berpikirnya tak kalah dengan seorang detektif. Tokoh utamanya bukan tipe yang mengacak-acak proses penyidikan, justru banyak menemukan clue-clue yang menarik untuk disatukan. Nenek Limun memahami banyak hal janggal terjadi di Desa Doran, termasuk oknum-oknum yang sengaja memanfaatkan kondisi lansia yang sudah lemah dan tak bisa melawan itu. Bukan hanya bercerita tentang praktik gelap namun buku ini juga mengangkat isu kekerasan dalam rumah tangga serta dampaknya terhadap sisi traumatis istri dan anak-anak. Selain itu juga ada sentilan mengenai bahayanya seks bebas di bawah umur, kehamilan yang tidak diharapkan dan juga dampak paling mengerikan yakni pembunuhan janin yang tidak bersalah. Buku ini sangat berani membawa isu sensitif yang dibalut dalam genre cozy mystery sehingga tetap nyaman dibaca sampai tuntas. Selain menyakikan wawasan nyata tentang demensia, interaksi antara Nenek Limun dan si Bocah juga tidak kalah menggemaskan. Tipe buku yang cocok untuk pecinta misteri dengan lapisan topik dan konflik beragam di dalamnya. Bagusnya semua hal yang disebut tuntas meskipun menyisakan rasa deg-degan menuju 50 halaman terakhir.

Sekilas Mengenai Isi Novel
Lemonade Granny adalah sebutan untuk seorang nenek yang tinggal di Desa Doran (tempat perawatan lansia dengan demensia). Bedanya Nenek Limun belum terlalu parah penyakitnya dan dia memegang hak penting terhadap area tersebut sehingga tidak banyak yang berani mengganggunya. Sampai suatu ketika ada bayi yang dibuang membuat Nenek Limun penasaran ingin mencari siapa pelakunya. Bersama si Bocah, anak kecil yang mengikutinya dia akhirnya melakukan penyelidikan. Siapa sangka penyelidikan itu justru membawa mereka ke berbagai fakta mengerikan dan kelam mengenai tempat perawatan itu. Bukan hanya tentang politik yang sudah berjalan lama untuk keuntungan pihak tertentu melainkan juga sisi manipulatif dan kepalsuan dari diri manusia yang mengerikan.

Wawasan Mengenai Demensia, Hubungan Anak dan Lansia serta Realita Sosial yang Terjadi
Bisa dibilang buku Lemonade Granny ini menghadirkan banyak wawasan mengenai lansia dengan demensia. Pengertian sekilas mengenai demensia dan juga kelakuan yang sering muncul dari lansia yang mengidap demensia itu sendiri. Kita akan diperlihatkan sesi perawatan, pemeriksaan bahkan keseharian mereka dalam beraktivitas. Begitupun apa yang terjadi pada Nenek Limun yang awalnya belum parah kondisinya namun perlahan ingatannya semakin parah membuatnya takut dan sedih jika sewaktu-waktu benar-benar kehilangan semuanya.
Buku ini membawa fakta mengerikan tentang banyaknya anak-anak yang enggan merawat orang tua mereka yang sudah lansia apalagi ditambah penyakit demensia. Mereka bukan hanya sekedar memindahkan mereka ke Desa Doran namun juga memberikan perlakuan khusus untuk mempercepat kematiannya. Bagi mereka, tak ada yang bisa diharapkan dari lansia tersebut selain warisan untuk kesenangan mereka sendiri. Di dalam buku ini juga menjelaskan banyaknya lansia yang awalnya sehat sata berada di Desa Doran kemudian jadi semakin parah kondisinya setelah dijenguk maupun dibawa pulang sehari oleh anaknya sendiri. Tak perlu membayangkan karena kondisi ini juga banyak terjadi sebagai realita sosial yang mengerikan dimana lansia yang kehilangan kemampuan melawan itu hanya bisa pasrah menghadapi perlakuan orang-orang yang dulu disayanginya.

Karakter Kuat dan Hubungan Lintas Generasi yang Seimbang
Lemonade Granny menghadirkan dua tokoh utama yang sama-sama penting dalam alur cerita, yakni Nenek Limun dan si Bocah. Kalau diperhatikan lagi usia nenek dan bocah tentu sangat jauh namun dibandingkan banyak berdebat keduanya justru akrab dan kompak menyelesaikan misinya. Bukankah ini sebagai bentuk sindiran terhadap realita sosial yang terjadi? Di Desa Doran banyak anak yang enggan mengurus orang tuanya sendiri. Sementara si Bocah sangat menyayangi Nenek Limun padahal mereka tak memiliki ikatan darah apapun. Terkadang memang saudara itu tak bisa selalu diartikan dengan ikatan darah, banyak saudara yang ketemu secara tak langsung namun justru yang paling tulus dibandingkan lainnya. Fenomena ini jelas sebagai bukti bahwa ketulusan seseorang tak bisa dinilai dari usia, gender maupun garis keturunan melainkan dari lubuk hati mereka masing-masing.

Politik Tersembunyi di Balik Lapisan Tempat yang Dianggap Aman untuk Lansia
Kaget sebenarnya ketika baca buku ini mengingat banyaknya isu politik yang disembunyikan di balik lapisan tempat yang dianggap paling aman untuk lansia itu. Kebanyakan orang menganggap panti jompo atau tempat perawatan lansia demensia sangat aman namun ternyata faktanya tidak seperti itu. Dalam buku ini dijelaskan banyak anggota keluarga yang berkunjung dengan maksud khusus bisa saja melenyapkan atau membuat kondisi mereka semakin buruk. Asalkan ada uang dan kesempatan niat jahat bisa kapan saja dilakukan. Dari situ kita bisa belajar bahwa kita tak boleh lengah bahkan saat berada di tempat paling aman sekalipun karena kejahatan bisa saja terjadi saat ada kesempatan.

Edukasi Berbagai Isu Sensitif dalam Satu Alur
Ada banyak isu sensitif sosial yang dibawa dalam satu alur di samping fokus utama konflik dalam bukunya. Dari buku ini kita perlu belajar untuk lebih selektif dalam memilih pasangan hidup mengingat dampaknya akan sangat merugikan anak-anak kita. Pasangan yang kasar, manipulatif dan suka main tangan tentu saja tidak akan pernah bisa berubah bahkan jadi semakin kasar saat menikah. Selain unsur KDRT ada juga isu tentang seks bebas sebelum menikah di usia belum legal. Selalu pahami bahwa setiap hal menyenangkan sesaat itu konsekuensinya pasti besar. Seks bebas merugikan perempuan dengan masa depan hancur dan kehamilan yang tidak diinginkan. Selain itu buku ini juga membahas praktik perjualan narkotika terlarang serta cara kotor yang mereka lakukan untuk keuntungan diri sendiri.

Jangan Langsung Percaya dengan Apa yang Terlihat
Dari awal cerita berlangsung, buku ini banyak menyorot bagaimana sosok Nenek Limun yang dianggap aneh karena tidak mau berbaur dan merasa paling unggul. Begitupun dengan si Bocah yang dijauhi teman-temannya karena dianggap berbeda. Lantas apakah kacamata orang lain akan selalu sama dengan perspektif dan kacamata kita sendiri? Buku ini mengajak kita mengenal karakter seseorang lebih jauh sesuai anggapan diri sendiri tanpa campur tangan hasutan orang lain. Kita tak pernah tahu alasan seseorang memiliki karakter atau bertindak seperti itu sebelum mendengarnya langsung dari yang bersangkutan.

Point Menarik dan Unggul dari Buku:
Aku suka bagaimana buku ini mengangkat seorang nenek sebagai tokoh utama bersama anak laki-laki yang lucu itu. Dilihat dari perbandingan usianya memang lintas generasi yang seharusnya banyak ketidakcocokan namun justru mereka menjadi partner menyelidiki kasus penting.
Buku ini menghadirkan banyaknya isu sosial dan sensitif apalagi banyak terjadi sejak dulu namun tidak banyak orang kapok setelah melakukannya.
Meskipun tersirat buku ini memberikan petuah sebab akibat dari tindak kejahatan yang dilakukan atau kesalahan mengambil keputusan yang berdampak pada masa depan diri sendiri.
Alurnya cepat dan memberikan nuansa menegangkan mengingat di dunia nyata tokoh yang benar juga banyak dimusuhi bahkan dibungkam atau dimusnahkan. Sehingga karena mindset itulah kita banyak berharap semoga tokoh-tokoh benar ini bisa mencapai keadilan yang sebenar-benarnya.

Penokohan, Alur Cerita dan Karakterisasi
Ada banyak tokoh dan karakter yang akan kita temui dalam buku ini namun agar lebih mudah cukup kenali Nenek Limun, si Bocah, ibu si Bocah dan Direktur. Nenek Limun adalah seseorang yang pemberani, tidak mudah dibohongi dan cukup cerdik dalam menyelesaikan sesuatu. Si Bocah ini tipenya pendiam dan tidak banyak bersosialisasi namun dia tertarik dengan penyelidikan Nenek Limun. Ibu si Bocah adalah seorang dokter yang bersih dan berdedikasi namun terperangkap dalam lingkatan yang menyesatkan. Adapun juga si Direktur yang banyak mukanya dan melakukan semua hal demi keuntungan tertentu. Semua karakternya sangat melekat dalam satu alur meskipun jujur saja lebih banyak orang jahatnya dibandingkan yang baik sehingga membuat kesan orang-orang benar ini terpojokkan.

Seberapa Jauh Buku Ini Mencapai Tujuannya?
Jika tujuannya adalah mengungkap pelaku pembuangan bayi jelas saja buku ini sudah mencapai tujuannya dengan baik. Hanya saja mengingat banyaknya isu dan konflik yang dihadirkan membuat fokus utamanya jadi tidak banyak tersentuh. Ada banyak bagian yang masih menjadi tanda tanya dan seolah dipaksa selesai dalam buku ini.

Konsep dan Eksekusi Cerita
Buku Lemonade Granny sangat berani dalam mengambil konsep isu sosial yang super sensitif apalagi juga hal yang banyak terjadi di sekitar kita. Bagusnya meskipun berada dalam satu alur dengan halaman super tipis buku ini tetap mampu memberikan eksekusi yang seimbang untuk masing-masing topik yang diberikan meskipun hanya sekilas-sekilas sebagai pelengkap kasus utama.

Apa yang Kurang dari Buku dan Harapan Pembaca:
Menurutku hal yang kurang dari buku ini adalah terlalu banyak memasukkan topik dan konflik dalam satu alur apalagi panjang halamannya hanya 200 halaman. Jadi banyak hal yang seperti terpaksa selesai serta fokusnya jadi kemana-mana mengingat sudut pandang yang dihadirkan dalam cerita juga berpindah-pindah membuat kurang nyaman untuk dinikmati. Meskipun begitu buku ini tetap menghadirkan sisi mengerikan sesuai tujuan utama buku, aku sangat berharap Nenek Limun tenang karena semua hal yang diusahakan sudah beres atas bantuan si Bocah dan ibunya. Semoga si Bocah bisa berdamai dengan trauma dan luka masa lalunya serta tidak terlalu larut dalam kesedihan.

Perasaanku Saat Membaca Buku
Jujur buku ini banyak memunculkan perasaan berbeda-beda setiap bab yang diberikan. Adakalanya aku akan tersenyum dengan kedekatan Nenek Limun dan si Bocah. Adakalanya aku sedih dan simpati ketika mengetahui latar belakang si Bocah dan ibunya. Begitupun aku akan marah, emosi dan tidak terima ketika kejahatan yang mereka lakukan seolah mulus dan bisa menutupi semuanya dalam waktu lama. Akupun terharu dan ingin memeluk semua tokoh yang sudah berjuang sampai akhir membersamai Nenek Limun mengungkap kebenaran itu. Buku ini benar-benar menunjukkan kalau menjadi benar belum tentu aman justru menjadi benar membawa kita dalam lubang-lubang membahayakan.

Pelajaran yang Didapat dan Sasaran Pembaca:
Buku ini banyak memberikan pelajaran menarik mulai dari jangan sampai salah memilih pasangan. Jangan menikah hanya karena cinta namun pahami bagaimana sifat pasanganmu yang sebenarnya karena yang jadi korban bukan cuma kamu melainkan anak-anakmu. Sisi trauma yang melekat pada anak kecil sulit dihilangkan sehingga mengganggu proses sosialisasi dan tumbuh kembangnya. Janganlah membuang orang tua apalagi mereka yang membutuhkan dukungan psikologis maupun kesehatan khusus seperti penderita demensia. Dari cerita ini kita bisa melihat realita sosial banyaknya anak-anak yang sengaja membuang lansia karena dianggap merepotkan bahkan mengharapkan mereka cepat meninggal untuk diambil harta bendanya. Bagaimanapun mereka adalah orang yang merawat kita sejak kecil, lakukan yang terbaik untuk masa tua yang membahagiakan bagi mereka. Selalu ingat dan waspada dimanapun kita berada, bahkan tempat paling amanpun belum menjamin keselamatan kita dari hal-hal yang tidak diinginkan. Hindari seks sebelum menikah apalagi ketika usia belum legal, lagi-lagi yang rugi adalah perempuan. Masa depan rusak, kehamilan tidak diinginkan dan harus merawat anak tunggal sendirian semuanya jelas melelahkan. Selalu pikir ulang sebelum bertindak jangan terbuai dengan kenyamanan sesaat.

Tipe buku ini adalah cozy mystery, tegangnya dapat dan alurnya menarik lengkap dengan plot twist yang cukup mengejutkan. Kamu yang suka dengan genre jedar-jeder dan banyak konflik bisa memasukkan buku ini dalam daftar bacaanmu. Bukan hanya ikut perjalanan Nenek Limun mengungkap misteri namun sekaligus belajar banyak wawasan tentang isu sosial dan sensitif melalui bukunya.
Profile Image for Caca.
209 reviews8 followers
March 7, 2025
damn, tertipu oleh covernya.... padahal ceritanya cukup pendek lah ya, bisa diselesaikan sekali duduk. tapi ntah kenapa di aku ini agak kurang ya, dan agak membosankan.😅
Profile Image for Azfa.
299 reviews2 followers
May 6, 2023
#temanduduk📚
📖 dibaca via @gramediadigital

~~~
Novel ini berkisah tentang Desa Doran yg dihuni oleh para Lansia pengidap Demensia. Desa Doran dibangun dgn sempurna berbentuk bulat, tersedia fasilitas yg memadai mulai dari Supermarket, Bioskop, Salon, dan lain-lain. Pelayanannya sangat berbeda dgn rumah sakit atau Lansia kebanyakkan. Sangat sesuai sekali deh dgn bayaran besar yg dikeluarkan para Lansia.

Suatu hari peristiwa heboh terjadi di Desa Doran, telah ditemukan bayi yg meninggal di tempat pembuangan sampah. Para perawat dan Direktur Rumah Perawatan seperti menutup-nutupi kejadian hingga tidak ada polisi yg datang menyelidiki. Para Kakek-Nenek yg tinggal di sana pun telah melupakan peristiwa itu, namun tidak dgn Nenek Limun. Nenek Limun yg mengidap demensia namun belum parah justru penasaran dan berupaya menyelidiki pelaku pembuangan mayat bayi itu, bersama bocah laki-laki yg belakangan selalu mengikutinya, penulusuran pun dimulai. Siapa sangka dibalik sosok pelaku itu, mereka juga menemukan fakta tersembunyi tentang orang² dan Desa Doran. 😱
~~~

Lagi² dapat novel yg isinya tak secerah dan sehangat penampilan cover.😁

Novel ini dikisahkan dgn berbagai pov, awalnya agak membingungkan, tapi lama² justru malah terbantukan. Bagian awal terasa membosankan, karena alurnya terasa lambat, terus format tulisannya terlalu rapat jadi bikin ngantuk, tapi menjelang halaman 50-an masalah dari tokoh² yg dihadirkan menarik dan membuatku memutuskan untuk terus membaca hingga hlm akhir.

Kesimpulannya novel ini menarik dan cukup memuaskan meski ada beberapa yg terasa belum terjawab. Suasana desanya tergambarkan dgn jelas, masalah yg ada di dalam novel cukup sering terjadi di dunia nyata, ttng para Lansia yg hanya dibutuhkan hartanya oleh anak, ttng ortu yg sibuk dgn pekerjaannya, tentang anak yg tidak diterima kehadirannya akibat kejadian satu malam (free sex) dan jelas karna belum siap menjadi orang tua, serta kasus narkoba dan korupsi. Membacanya menyematkan banyak pesan dalam menjalani kehidupan. 🌻💚

#jejak_sibuku
Profile Image for wulan.
255 reviews7 followers
April 29, 2024
banyak orang bilang tertipu dengan sampul buku ini. akupun begitu :") aku kira buku ini bertemakan slice of life, tapi ternyata misteri. dan genre ini memang bukan genre favoritku, jadi yah 😕

cerita ini berlatar di desa doran, sebuah desa yang dibangun untuk ditinggali para lansia yang menderita demensia. para penghuni membayar cukup mahal untuk tinggal di sana. suatu hari, ditemukan plastik keresek berisi bayi yang sudah meninggal.

siapa kira kira yang membuang bayi di tempat sampah? kita akan mengikuti nenek limun dan bocah mencari tau dalang dari kejadian tersebut.

menurutku, cerita ini agak membosankan dan bikin lelah. selain itu, pergantian sudut pandang cukup membuatku bingung saat membacanya. kalau kita tidak benar benar fokus, kita nggak bakal tau ini diceritakan dari sudut pandang siapa.

untuk plot twist nya sendiri, sebetulnya cukup bisa ditebak karena memang penulis memberi petunjuk sedikit demi sedikit.

ada 1 hal yang nggak masuk di aku: pov bocah yang berumur 6 tahun. aku paham sih di sini dijelaskan bahwa bocah itu sudah dewasa sebelum waktunya, tapi saat aku membaca pov nya, menurutku terlalu dewasa untuk anak umur 6 tahun.
Profile Image for Stella_bee.
496 reviews18 followers
April 25, 2023
Misterinya menarik, tidak rumit dan mudah diikuti
Kisahnya sendiri kelam ya tidak semanis covernya🥲
Profile Image for Tika Nia.
241 reviews5 followers
January 16, 2026
Apa yang ingin kamu lakukan saat menjadi lansia nanti??

Seorang bocah yang dikeluarkan dari TK menjadi sangat kesepian. Dia ikut ibunya bekerja di Desa Doran-desa khusus lansia penderita demensia. Di situ ditemukan may*t bayi prematur! 🚑 Nenek Limun bersama bocah itu berusaha mencari pelaku pembunu*h bayi. Akankah mereka berhasil?

Siapa sangka, ternyata banyak kepalsuan di Desa Doran. Meski disebut desa, sebenarnya Doran adalah RS perawatan lansia demensia. Para pegawai, perawat dan dokternya berkamuflase menjadi penduduk desa. Mereka berpura-pura menjadi penjual bunga, alat musik, buku dan pakaian. Sebagian yang lainnya menjadi pelayan restoran, karyawan supermarket, hingga tukang potong rambut. Semua berusaha terlihat ramah demi uang para lansia itu! Bahkan direkturnya selalu berusaha terlihat sibuk dan terus tersenyum 😏

🍹🍋🍹 baca resensi buku dan konten literasi lainnya di IG ku @tika_nia

Cover buku ini sungguh tidak cocok dengan cerita di dalamnya 🙃 Untungnya seorang teman sudah berkata bahwa ini buku thriller! Tapi aku masih tak menyangka ternyata segelap itu!! Bukan hanya tentang pembunu*h, tetapi juga bisnis barang haram, pelec*han s*ksual, KDRT, perselingkuhan, dan budaya patriarki yang mengarah pada misogini! Dark bangeeet 🏴

Novel ini menggunakan banyak POV sehingga sangat menarik! 👍🏻 Pada bab pertama dan terakhir menggunakan POV orang ketiga serba tau. Bab 2 hingga 10 menggunakan POV orang pertama, bergantian POV dari 6 tokohnya. Namun menurutku akan lebih mudah dipahami bila di setiap awal bab tertulis dari POV siapa. Misalnya ditulis: POV Nenek Limun, sehingga pembaca tidak perlu menebak-nebak POV siapa yang sedang digunakan.

Di sekitar halaman 40 sempat diberikan petunjuk tentang pelaku ab*rsi. Namun di bagian belakang (yang menjadi inti cerita ini) ternyata pelakunya berbeda! Aku jadi bertanya-tanya siapa pelaku pada halaman 43 ini? Di bagian selanjutnya sama sekali tidak ada jawabannya, jadi semacam plot hole! (Atau aku yang kurang teliti membacanya? Kalo kamu sudah baca, please komen juga).

Secara keseluruhan, novel ini seru dan banyak kejutannya! Recommended buat penggemar ganre thriller 🖤
Profile Image for Iraa ☘️.
124 reviews
April 25, 2025
TW explicit language, domestic abuse, child abuse, underage s*x, drugs, underage drinking, ageism.

half the characters are bitter corporate slaves and the other half are rich assholes, that's it.

udh sering denger kalo covernya misleading, akupun udh siap dan ngira gak akan kenapa2 krn penasaran sm aspek thrillernya, ternyata emg diluar ekspektasi banget.

beware spoilers ‼️

gak ngarep sesuatu yg happy atau cheerful, tp ngarep sedikit petualangan atau petunjuk2 yg bisa ngajak pembaca menduga tentang pelakunya, intinya yg buat aku pergi imajinasi kemana mana dan menumbuhkan rasa excited gitu lah, ternyata oh ternyata buku ini lebih nunjukin sisi buruk orang orang kelas atas Korea, kekerasan dalam keluarga, dan penyingkapan tindak kriminal, bukannya aku gak bersimpati dan ngerti apa yg dialamin ama karakter2 di buku ini, cuma agak capek aja baca hal hal unpleasant gini, baca orang orang yg gak sopan dan gak nyenengin, penulisan inner monolognya jg rada tiba-tiba dan out of place, kyk penulis terlalu masukin isi pikiran dan pendapatnya ke karakternya, itupun langsung secara frontal, bukan melalui tindakan, ya ga ada salahnya si, cuma bukan sesuatu yg aku harapkan dr tipe buku kyk gini, perpaduannya rada kurang selaras, tema pokoknya jg kemana-mana, setting rumah perawatan lansia yg diubah jd mirip desa kurang digunain maksimal, aku kira bakal ada sesuatu yg menarik, ternyata biar cuma bisa lebih leluasa aja ngelakuin kejahatan, udh gitu pelakunya ternyata ga ada hubungannya ama lansia disana, ternyata yg berulah anak SMP 🙃

Intinya aku kurang rekomen kalo kalian lebih suka gaya cerita detektif/sleuth klasik yg memburu petunjuk untuk nyari tau jejak pelaku, atau sekedar baca fiksi buat escapism.
Profile Image for Mawa.
172 reviews4 followers
November 12, 2023
Sebuah novel dg halaman 200 an saja.
Kisah dibuka dg penggambaran desa Doran yg kelihatan adem ayem dg penghuni yg ramah, pegawai yg cekatan dan lingkungan yg jauh dari hingar bingar.
Nenek Limun, krn suka minum limun, julukan yg diberikan si bocah untuk nenek.
Entahlah, si bocah inj jenius dan suka mengikuti nenek kemanapun hingga akhirnya baiklah kau jadi asistenku, ucap nenek.
Berdua mereka menyelidiki kasus pembuangan bayi, ada banyak pihak2 terduga.
Setiap bab akan ada beberapa pov baik nenek, bocah, ibu dr bocah, pegawai magang, direktur dan pelaku pembuangan bayi itu sendiri.

Bahasanya enak dan mengalir aja dibaca. Tidak menyangka saja pelakunya ternyata dari kalangan atas.
Bahkan clue nya di awal saja tidak ada, tiba2 di bab akhir pelaku muncuk menceritakan awal sampai akhir kejahatannya.
Profile Image for Abovetheclouds.
205 reviews
September 27, 2024
Agak kecewa setelah membacanya, karena buku ini salah satu buku yg sanga sulit didapatkan di ipusnas dan menurutku buku ini tidak memuaskan, bagian2 awal cukup membosankan dan agak membuatku bingung karena setiap bagian merupakan POV yg berbeda, part serunya hanya pas bagian mulai akhir saja, selebihnya menurutku biasa saja
Profile Image for Tiii.
151 reviews1 follower
December 9, 2024
Seru, walau tiap bab nggak di jelasin ini tokoh siapa lebih ke dari tiap bab itu adalah kisah dari sudut pandang tiap tokoh yang punya sisi gelap nya, nipu banget. Si gadis SMP itu hanya salah pergaulan aja, andaikan orang tua nya bener si anak itu tentu nggak akan mengalami nasib buruk tersebut. Tapi ada hikmah nya yaitu, bisa terungkap nya kasus narkoba berkat si nenek lemonade , si Hyunwoo bocah lelaki dan si gadis SMP .
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Laven.
347 reviews15 followers
January 24, 2023
"Sebuah tragedi yang umum bagi orang lain akan tetap menyedihkan bagi diri sendiri. Itulah manusia."

COVERNYA MENIPU SEKALI.

Cover dengan warna yang cerah-cerah tapi berisi kisah yang tidak sejalan, meski berisi dengan kisah yang tidak cerah buku ini cocok untuk selingan membaca. Aku suka ide yang ada, sedikit dibuat bingung karena sudut pandang yang digunakan tidak hanya dari satu tokoh. Setiap tokoh punya permasalahan yang bikin hihhhh pengen nonjok Direktur dan jajarannya, sampai ikut melakukan percakapan tubuh dengan ayah si bocah. Gaya penulisan ringan, kisah singkat, dan terasa seperti alur sebuah drama.

Ah ya meski covernya bewarna menggemaskan ini bukan buku yang cocok untuk anak-anak ya!
Profile Image for syarif.
300 reviews58 followers
May 10, 2023
Ternyata ini novel misteri ada bayi meninggal di tempat pembuangan sampah :O terus nenek limun sama bocil kematian yang nyari tau!! mereka punya kesamaan: benci bocil

Latarnya di rumah sakit buat lansia yg menderita demensia bernama Desa Doran. Nah rumah sakitnya itu lengkap bgt ada supermarket, bioskop, salon, ampe kolam renang komplit lah pokoknya (jadinya paisen hidup dengan bebas sama petugas rumah sakit juga 'menyamar' jadi staff toko gitu).

Tapi anehnya ga ke blow up ke media gitu kasus ini bray even polisi aja ga ngelakuin investigasi terus selain mengangkat kasus pembunuhan, novel ini juga nyorotin keluarga yang berantakan, narkoba, hubungan gelap dan tindakan kriminal lainnya.

Overall enjoy sih bacanya ringan dan ga sesulit novel misteri lain, terjemahannya pun gak kaku terus tiap chapter beda POV.
Profile Image for NAbE.
45 reviews7 followers
October 25, 2024
Finished this book after 5 month 😀🥲

Kurang suka, ceritanya terlalu bertele-tele.
Kadang di tiap bab itu beda pov, yang masalah adalah dia gak jelasin pov siapa dan menurutku pergantian pov di beberapa bab dari karakter tambahan ada yg gak penting dan bikin ceritanya malah makin gak jelas😿

Tbh aku baca buku ini jadi reading slump, pdhl bukunya cuma berapa halaman 😅🤏🏻
Profile Image for Andahh.
84 reviews6 followers
March 31, 2023
Isi buku ini berbeda dari cover depannya yang cerah.

Dimula ada kejadian di desa, yang dimana seseorang membuang bayi di tempat pembuangan sampah di lingkungan tsb. Nenek limun yang mengetahui itu akhirnya dia penasaran dengan Siapa sosok yang membuang bayi malang itu. Dari sebuah Cerita disini mengangkat isu tentang toxic relationship dan bahayanya aborsi yang dimana masih awam oleh kebanyakan orang memberi pelajaran sex edu untuk anak di bawah umur, dan mengajarkan kita untuk lebih aware dalam lingkungan sekitar.
Profile Image for Booktrovert_id.
92 reviews
January 12, 2026
Isi ceritanya ngga secerah cover-nya🥲 Tiap baca tentang para orang tua yang dititipin di Desa Doran dan gimana anak-anak mereka memperlakukan mereka, rasanya sedih dan merasa miris banget.

Desa Doran ini sebenernya rumah sakit khusus buat lansia dan penderita demensia. Bangunannya dua lantai dan berbentuk bulat, lengkap dengan supermarket, bioskop, toko bunga, taman, sama kolam renang. Tapi yang aneh, pintu keluar-masuknya cuma satu. Biayanya juga nggak main-main, lebih dari 10 juta won per bulan. Makanya semua fasilitas di dalamnya gratis—supermarket, salon, bioskop, semuanya bisa dipakai bebas. Setiap penghuni punya perawat pribadi, dimandikan, dikasih makan, diajak jalan, dan dirawat kayak bayi.

Di satu sisi, rasanya nyesek banget lihat para lansia yang diperlakukan sejahat itu sama anak-anaknya🥲 Banyak yang nitipin orang tua mereka ke sana cuma biar nggak repot, bahkan ada yang berharap orang tua mereka cepat meninggal biar warisan cepet turun. Tapi di sisi lain, Desa Doran ini juga semacam tempat impian bagi sebagian lansia. Mereka lebih bebas, punya teman buat ngobrol, dan nggak sendirian lagi.

Jadi teringat pas ada yang tanya ke Nenek Limun, "Apakah Nenek punya anak?". Si nenek jawab, "Untuk apa aku membesarkan makhluk mengerikan seperti itu!" Mungkin beliau juga takut diperlakukan seperti orang-orang tua lain di desa ini, yang anaknya lari dari tanggung jawab dan cuma peduli pada warisan.

Awalnya kukira novel ini bakalan fokus ke misteri pembunuhan bayi aja, ternyata nggak. Ceritanya memang lebih ke slice of life, tapi tetap ada benang merah ke kasus itu. Perlahan penyelidikan Nenek Limun ngebawa kita ke hal yang lebih rumit dari yang dikira. Ada banyak rahasia besar di balik berdirinya Desa Doran, dan semuanya nggak seindah yang terlihat di permukaan.

Ceritanya ditulis dari berbagai sudut pandang, dari Nenek Limun, si Bocah Asisten, perawat, direktur, sampai anak perempuannya direktur.

Interaksi antara Nenek Limun dan si Bocah Asisten tuh heartwarming banget tapi juga sedih. Kayak waktu Nenek Limun nggak mau ngasih tahu namanya atau nanya nama si bocah karena katanya nanti bakal sedih kalau harus berpisah😭 Dan pas bagian Nenek Limun tiba-tiba lupa sama si bocah karena demensia itu, duh sumpah sedih banget meskipun cuma sebentar😭💔

Cuma ya, ada beberapa bagian yang perpindahan scenenya agak bikin bingung. Awal-awal pace-nya santai, tapi pas udah mau ending kerasa buru-buru banget.

Tapi overall, Lemonade Granny ini bener-bener ngasih banyak perasaan campur aduk. Hangat, nyesek, dan juga jadi refleksi tentang kasih sayang, kesepian, serta dunia yang kadang menutupi kebusukannya dengan senyum manis💔
Profile Image for Nopi Patmawati.
1 review
February 1, 2026
Ungkapan “don’t judge the book by its cover” rasanya benar-benar pas untuk novel ini. Dari tampilan luarnya saja, siapa pun mungkin akan mengira ini novel yang hangat, ringan, dan menghibur bahkan sekilas terlihat seperti bacaan anak. Padahal jika membaca blurb-nya, pembaca akan langsung diseret ke genre crime mystery thriller yang cukup dark. Isinya jelas 17+, penuh tema berat, dan sama sekali tidak ramah untuk pembaca di bawah umur. Kontras antara cover yang ceria dan isi cerita yang gelap justru jadi hal paling mencolok dari novel ini.

Novel ini berlatar di Desa Doran yang sebenarnya adalah sebutan untuk rumah perawatan lansia yang penghuninya menderita demensia. Desa Doran identik yang penuh ketenangan dan kedamaian itu mendadak terusik ketika ditemukan mayat seorang bayi yang dibuang dalam kantong plastik di tempat sampah. Yang membuat miris, kasus ini seolah dibiarkan berlalu tanpa kejelasan. Tidak ada penyelidikan serius, padahal pelaku belum ditemukan.

Di sinilah tokoh utama yang dipanggil Nenek Limun mengambil peran. Ia adalah pemilik tanah tempat Desa Doran dibangun, seorang nenek judes dan galak yang gemar minum limun dan ditemani oleh partnernya anak salah satu dokter disana yang dipanggil Si Bocah Asisten. Bersama-sama, mereka berusaha mengungkap siapa pelaku di balik pembuangan bayi tersebut. Namun, pencarian ini tidak berhenti pada satu kasus saja. Perlahan, lapisan demi lapisan rahasia Desa Doran terbuka, memperlihatkan sisi gelap yang selama ini tersembunyi rapi.

Novel ini mengangkat banyak isu sosial yang cukup berat: bagaimana orang-orang kaya memperlakukan orang tua mereka sendiri, stigma dan perlakuan lingkungan terhadap pasien demensia, kekerasan dalam rumah tangga dan trauma anak, kesenjangan sosial, penyalahgunaan kekuasaan atasan terhadap bawahan, hingga isu sensitif seperti underage sex, aborsi, narkoba, korupsi, dan penghindaran pajak.

Awalnya aku mengira novel ini bisa ditamatkan dengan cepat karena jumlah halamannya yang relatif tipis. Nyatanya, alurnya cukup lambat dan terasa membosankan di beberapa bagian. Setiap bab menggunakan POV tokoh yang berbeda tanpa penanda jelas di awal, sehingga cukup membingungkan dan membuatku harus ekstra fokus. Eksekusi ceritanya pun terasa agak nanggung untuk genre thriller, ketegangan baru benar-benar terasa menjelang akhir cerita.

Meski begitu, aku mengakui ada plot twist yang cukup mengejutkan, terutama saat identitas pelaku pembuangan bayi terungkap. Ending Nenek Limun juga tidak terduga. Sayangnya, setelah perjalanan yang cukup panjang dan lambat, rasa “wah”-nya masih terasa kurang menggigit.

Profile Image for Meta Morfillah.
693 reviews24 followers
March 25, 2024
Judul: Lemonade Granny
Penulis: Hyun Irang
Penerbit: Elex Media Komputindo
Dimensi: 194 hlm, cetakan pertama 2023, (edisi digital di ipusnas)
ISBN: 9786230037405

Dapat rekomendasi buku ini dari grup @temanbacaibu dan harus antre cukup lama di ipusnas. Namun setelah menamatkan, worth it sih ngantre selama itu karena memang bagus.

Novel ini berkisah tentang sebuah rumah perawatan bernama Desa Doran yang dibangun untuk para orangtua kaya penderita Demensia. Mereka membayar mahal untuk mendapat fasilitas dan tenaga perawat yang diatur seperti hidup di tengah masyarakat biasa. Hingga suatu pagi suasana tenang di Desa Doran terusik sebab ada penemuan mayat bayi di tempat sampah. Nenek limun dan bocah lelaki (anak dokter Seo Yi Soo) berusaha mencari tahu siapa ibu dari bayi itu dan siapa yang membuangnya.

Hubungan nenek dan bocah itu pun terjalin baik meski diawali dengan hal yang tidak biasa untuk ukuran anak usia 6 tahun. Semakin didalami, kasus sederhana itu ternyata membongkar busuknya Desa Doran dan para petinggi serta investornya.

Di awal melihat cover, saya kira ini buku anak-anak, namun saat melihat label di belakang buku, tertera 17+ dengan genre misteri dan thriller. So, jangan tertipu dengan ilustrasi lucu di cover. Alur cerita memang terkesan lambat untuk menemukan sebuah jawaban. Namun dengan sudut pandang berbeda dari tiap tokoh justru membantu pendalaman deskripsi latar dan tokoh. Jadi tidak bosan dan ketegangan muncul secara alami. Plot twist pun terbangun rapi.

Bagian paling menyentuh bagi saya ada di kesinisan nenek limun terhadap keluarga/anak, perjuangan bertahan dokter Seo demi anaknya, dan terakhir hubungan menyayangi nenek dengan bocah menjelang kematiannya. Meski karakter nenek menyebalkan, tapi dia jadi sejenis villain semacam Snape di Harry Potter. Tokoh antagonis yang patut disayangi sebab sesungguhnya dia penyayang dengan caranya yang aneh.

Novel yang bisa habis sekali duduk, mudah dibayangkan bila jadi film pasti akan seru, dan meninggalkan kesan dengan banyak isu yang diangkat (demensia, hubungan anak dengan orangtua, kekerasan dalam rumah tangga, kesewenangan kapitalis, dll).

Saya apresiasi 5 dari 5 bintang.

Meta Morfillah

#1hari1tulisan #resensibuku #reviewbuku #bacabuku #lemonadegranny #hyunirang #fiksi
Profile Image for Tirta Ati.
60 reviews
November 27, 2023
3/5 ⭐

𝘚𝘢𝘭𝘢𝘩 𝘴𝘢𝘵𝘶 𝘣𝘶𝘬𝘶 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘤𝘦𝘳𝘪𝘵𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘵𝘢𝘬 𝘴𝘦𝘤𝘦𝘳𝘢𝘩 𝘤𝘰𝘷𝘦𝘳𝘯𝘺𝘢.

𝙏𝙧𝙞𝙜𝙜𝙚𝙧 𝙒𝙖𝙧𝙣𝙞𝙣𝙜 : 𝙆𝙚𝙠𝙚𝙧𝙖𝙨𝙖𝙣, 𝙋𝙚𝙣𝙚𝙡𝙖𝙣𝙩𝙖𝙧𝙖𝙣, 𝙆𝙤𝙧𝙪𝙥𝙨𝙞, 𝙋𝙚𝙧𝙜𝙖𝙪𝙡𝙖𝙣 𝘽𝙚𝙗𝙖𝙨, 𝙉𝙖𝙧𝙠𝙤𝙗𝙖.

Buku ini bercerita tentang Desa Doran yang dikejutkan oleh ditemukannya mayat bayi di pembuangan sampah makanan organik. Desa Doran ini adalah rumah sakit untuk lansia penyandang demensia. Desa Doran ini berbeda dengan kebanyakan rumah sakit pada umumnya, dikarena fasilitas dan perawatan yang serba memadai. Tak heran biaya yang dikeluarkan pun sangat fantastis. Ada salon, bioskop, supermarket,dll. Dibuat demikian supaya para lansia merasa dunianya masih tetap sama.

Nenek Limun ini salah satu penghuni Desa Doran sekaligus pemilik tanah dimana Desa Doran didirikan. Nenek Limun dengan dibantu bocah berusia 6 tahun menyelidiki siapa tersangka yang membuang mayat bayi tersebut. Selain kasus itu, mereka juga menemukan fakta kebobrokan Desa Doran.

Dari covernya yang cerah aja udah menarik minat buat baca. Awalnya aku kira cerita ini bakal simple - simple aja kalo lihat dari blurb dan tebal halamannya. Ternyata buku ini malah mengangkat banyak isu yang lumayan berat. Beberapa isu yang menonjol seperti KDRT, korupsi, pergaulan bebas, Narkoba. Ada juga dimana para lansia ini dimasukan ke Desa Doran karena anak mereka yang tidak mau merawat, ketika datang hanya untuk membahas warisan. Diperlihatkan juga bagaimana keserakahan para pemimpin di Desa Doran ini. Lalu remaja dengan bebasnya mengkonsumsi narkoba, serta seks bebas dan aborsi. Sebegitu banyaknya isu yang dibahas tetapi dikemas dengan secara singkat dan pembahasan yang hanya dipermukaannya aja.

Dibuku ini terdapat 11 bab dengan setiap bab berbeda POV. Aku agak bingung saat pergantian POVnya karena diawal tidak ada penjelasannya. Jadi pembaca emang harus jeli. Ending di buku ini cukup membuat aku puas, karena yang jahat mendapat ganjarannya.

Dengan tipe penyelidikan yang simple, buku ini akan cocok untuk kamu yg baru mulai coba baca genre mystery thriller. Tetapi perlu diingat, buku ini tidak untuk anak - anak karena beberapa pembahasan isu yang terlalu blak - blakan.
Profile Image for Neneng Lestari.
304 reviews1 follower
April 20, 2023
Isi ceritanya sederhana, alurnya juga rapi, dan kasusnya pun terbilang tidak sulit, namun kita sebagai pembaca tetap harus berpikir extra untuk menemukan benang merah di antaranya.

Sudut pandang yang dipakai dalam novel ini adalah tokoh-tokoh yang terlibat. Awalnya Nenek Limun tertarik untuk menyelidiki jenazah bayi yang ditemukan di bak sampah, menebak-nebak siapa kira-kira ibunya. Apakah salah satu dari pasien, atau salah satu pegawai di Desa Doran. Dan selama penyelidikan ia dibantu bocah laki-laki, anak seorang dokter yang bekerja di Desa Doran

Menurutku buku ini pas untuk bacaan remaja SMP, dimana mereka bisa dikenalkan kepada dunia orang dewasa "jahat" dimana tindakan mereka yang bisa berakibat buruk pada orang lain, dan dirinya sendiri.

Kejahatan yang di tulis dalam buku ini juga tidak vulgar, dengan bimbingan orang dewasa, remaja mampu memahaminya. Apalagi remaja masa kini, pola pikir mereka lebih kritis. Tentang korupsi, narkoba, free sex, menurutku itu dasar wajib yang harus diketahui agar remaja bisa menjauhinya.

Kerumitan kasus ini pun sedang. Aku sendiri bisa menebak apa yang sedang terjadi sebenarnya. Kecuali hilangnya suntik dan morfin, agak tidak terduga pelakunya.

Terjemahannya pun tidak kaku, santai, dan pas untuk bacaan remaja.

Cuma ada beberapa kalimat (menurutku ya) tidak nyambung, dan ada terputus bahkan ada beberapa typo (seingatku)

Overall, aku suka ceritanya. Aku suka suasana Desa Doran, meski targetnya hanya orang kaya.

Tapi sangat disayangkan nasib Desa Doran. Padahal Desa Doran adalah fasilitas kesehatan impian bagi para lansia.

Akhir kata: menurutku buku seperti ini harus ada di perpustakaan sekolah

⭐ 3.5/5

Lemonade Granny/Hyun I Rang/ @elexmedia /Published 4 Jan 2023 / 204 hlm / @gramediadigital

#OneWeekOneBook #ReviewBukuHayuKitaBaca #HayuKitaBacaChallenge #buibubacabuku #LemonadeGranny
Profile Image for Tira Lubis.
298 reviews4 followers
September 30, 2024
3,6⭐

"Sebuah tragedi yang umum bagi orang lain akan tetap menyedihkan bagi diri sendiri. Itulah manusia."

Jangan tertipu dengan covernya !!! Novel yg terkesan cute dan berwarna cerah ini ternyata genre-nya mystery/thriller loh 😲.

Diawali dengan penemuan jasad bayi di Desa Doran, desa tempat para lansia yg menderita demensia dirawat, membuat nenek Limun penasaran dan berusaha mencaru siapa pelaku yg membuang bayi tersebut disana. Dibantu oleh seorang bocah laki-laki yg selalu mengikutinya kemana-mana, perlahan terkuak hal mengejutkan yg tersembunyi di desa Doran.

Karena aku ga baca blurb pas baca buku ini, awalnya aku pikir ceritanya bakal heartwarming, tapi ternyata enggak, walaupun memang ada sih bagian yg menyentuh hati.

Isu yg diangkat dinovel ini lumayan banyak dan cukup sensitif, tapi diungkapkannya tuh perlahan-lahan, jadi selapis demi selapis yg bikin penasaran pengen tau gimana kelanjutannya.

Walau diawal agak lumayan lambat paced-nya tapi dari tengah kebelakang udah lumayan cepat tempo ceritanya jadi makin gereget bacanya.

Untuk ukuran novel misteri thriller buku ini udah cukup oke, cuma mungkin eksekusinya ga seintens dan semenegangkan novel bergenre serupa. Walaupun tetep ada bagian thrilling-nya, apalagi pas kejar-kejaran dengan pelaku.

Plot twistnya cukup mengejutkan buatku, kayak aku ga nyangka kalo satu masalah itu bisa merembet ke masalah lain yg lebih berbahaya.

Endingnya cukup memuaskan, walaupun aku agak sedih terhadap si Nenek Limun tapi berkat dia rahasia yg selama ini tersimpan di Desa Doran akhirnya terungkap.

Overall aku cukup menikmati baca novel ini. Yg mau baca novel bergenre misteri thriller yg memiliki isu yg lumayan sensitif dan bikin penasaran, boleh banget baca novel ini 😉.
Profile Image for RirinG.
34 reviews
November 19, 2025
Saat melihat sampul Lemonade Granny, saya mengira buku ini akan berisi cerita yang ringan dan manis karena warna dan desainnya terkesan lembut. Namun setelah membaca, isi bukunya ternyata jauh berbeda. Ceritanya lebih gelap, penuh misteri, dan membahas masalah sosial yang cukup berat. Jadi ada perbedaan besar antara kesan sampul dan isi cerita.

Di awal sampai pertengahan, saya merasa alur ceritanya cukup membingungkan. Sudut pandang sering berubah dan tidak selalu jelas siapa yang sedang bercerita. Hal ini membuat saya beberapa kali harus berhenti untuk memastikan apakah saya masih mengikuti alurnya dengan benar. Setelah membaca beberapa review lain, ternyata banyak pembaca yang merasakan hal yang sama.

Buku ini juga tidak memiliki daftar isi, yang membuat pengalaman membaca di awal terasa kurang terstruktur.

Salah satu hal yang membantu adalah adanya catatan kaki, terutama untuk istilah medis, budaya Korea, atau detail lain yang mungkin tidak familiar. Ini cukup memudahkan memahami konteks cerita.

Ketika cerita mulai mendekati akhir, saya sudah bisa menebak ending-nya. Namun tetap ada bagian yang mengejutkan, terutama terkait tindakan kriminal di antara para penderita demensia, yang menjadi salah satu plot twist utama dalam cerita.

Bagian penutupnya memberi perasaan yang bercampur: ada sedih, ada lega, tapi juga ada rasa “kok bisa ya?”, karena plot akhirnya membawa suasana yang agak tidak terduga meskipun pola ceritanya sudah mulai terlihat sebelumnya.

Secara keseluruhan, Lemonade Granny adalah cerita dengan tema berat tentang demensia, keadilan, dan sisi gelap kehidupan para lansia. Ide ceritanya menarik dan memiliki pesan sosial yang kuat, tetapi alurnya perlu konsentrasi ekstra untuk diikuti.
Profile Image for hopenpuff.
162 reviews2 followers
December 4, 2025
Sampulnya sih warna-warni, tapi isinya bikin merinding 😭🚫

❝Nenek membenci anak-anak, tapi dia lebih benci dikasihani anak-anak.❞

Lemonade Granny - Hyun Irang
📝 Penerjemah: Dian Susanti
📍@pyclibrary
★★★☆☆

Gak nyangka ngikutin penyelidikan ala-ala oleh Nenek Limun dan Asisten Bocah bakal seseru ini. Di awal mungkin agak slow ya, karena banyak mendeskripsikan tempat seperti apa sih Desa Doran—yang walaupun disebut desa, tempat ini aslinya rumah perawatan pasien demensia—ini. Unik bagaimana penulis memutuskan untuk membuat konsep sebuah rumah sakit dengan berbagai fasilitas tak lazim seperti supermarket, restoran, dan toko alat musik—rumah sakit yang memperlakukan pasiennya seakan-akan mereka bukan pasien.

Kupikir penokohannya unik. Aku suka Nenek Limun sebagai karakter utamanya dibuat nyentrik. Dibekali pikiran yang masih tajam, Nenek Limun kayak satu-satunya penghuni yang berwarna dan hidup di desa itu. Aku juga suka dinamika antara nenek dengan Asisten Bocah yang setia mengikutinya ke mana-mana. Ini sih grumpy and sunshine versi lintas generasi 🤣

Plot wise? It's good! Bayangin di tengah kehidupan yang monoton di Desa Doran, tiba-tiba ditemukan mayat bayi di tempat pembuangan sampah. Sekali lagi, bayi, di antara sekumpulan kakek nenek yang bahkan tak mampu mengingat nama mereka sendiri? Di balik itu, selain plot twist demi plot twist, banyak hal janggal lain yang juga ditutupi oleh haha-hihinya Desa Doran.

Now the writing. Terjemahannya belibet. Secara penulisan pun, jika dibaca lebih teliti, ada beberapa detail cerita yang tidak konsisten. Olehnya, buku ini kuberi rating 3/5 🌟

Do I recommend this book? Maybe. Tapi, kalau mau ngerasain dibadut-badutin sama buku 'colorful' ini, boleh banget dicoba 😋 Until next time—★
Profile Image for Icha.
55 reviews1 follower
February 21, 2024
Novel 200 halaman dengan warna sampul cerah ceria ini ternyata memiliki isi yang berkebalikan dari apa yang aku pikirkan ketika pertama kali memilih buku ini untuk aku baca. Aku nggak bisa bilang menipu juga, aku justru kagum sama yang buat sampul novel ini soalnya berhasil menerjemahkan isi ceritanya menjadi gambaran visual yang beneran menunjukkan ‘ceritanya isinya ini, lho.’

Cerita disampaikan melalui beragam sudut pandang. Alih-alih merasa pusing karena kebanyakan POV, pembaca justru dibuat semakin mengerti tentang apa yang sedang terjadi karena POV mereka menjelaskan time stamp dan tentunya saling bertalian. POV mereka inilah yang menjahit ceritanya jadi satu kesatuan cerita yang seru banget!

Di awal-awal cerita aku sempat macet baca. Aku terlalu nggak sabar dan beranggapan kalo “oh ini ceritanya memang nggak seserius itu kayaknya.” Tapi aku bersyukur aku salah dan aku salut sama kecurigaan Nenek Limun yang nggak kunjung hilang walaupun investigasi yang dia lakuin bareng si bocah ini cukup lambat. Cara berpikir Nenek Limun itu loh keren banget! And she smells something fishy right from the beginning, bahkan menurutku dari awal dia 'deal-deal-an' tanah udah curiga wkwk

Waktu akhirnya aku selesain baca dan lihat kover belakangnya, terus aku mendapatkan OH MOMENT. Kali ini benar-benar sampul adalah kunci wkwk.

Untuk pembaca yang tidak sabaran seperti saya, yang dikasih intro cerita slowburn langsung mau nyerah, jangan give up ya karena kesabaranmu itu akan membuahkan hasil yang tidak akan mengecewakan setelah selesai baca novel ini. Aku pribadi puas banget baca novel dengan plot se-seru ini.
Profile Image for Fhia.
509 reviews18 followers
February 2, 2025
Setelah setahun antri di iPusnas, akhirnya dapat juga :')
Jangan tertipu dengan sampulnya yang penuh warna karena ternyata cerita di dalamnya penuh misteri. Adalah seorang nenek penyuka limun, seorang pasien di pusat perawatan lansia demensia yang diperuntukkan khusus untuk kalangan sosial menengah keatas yang disebut Desa Doran. Pusat perawatan ini bersifat eksklusif karena memiliki konsep seperti sebuah desa kecil di mana dokter dan petugasnya tidak berseragam khusus melainkan 'berperan' sebagai warga desa, penjaga toko musik, supermarket atau restoran sambil mengawasi dan mengikuti kemanapun pasien pergi sehingga hanya orang-orang yang mampu membayar mahal yang bisa masuk kesana. Nenek tersebut didekati seorang bocah laki-laki berusia 6 tahun, anak salah seorang dokter yang bekerja di sana, dan menawarkan diri untuk 'mendampingi' nenek tersebut karena merasa memiliki persamaaan; sama-sama tidak menyukai anak kecil.
Berawal dari kisah nenek dan bocah yang bertekad menemukan pelaku pembuang jasad bayi di dekat tong sampah Desa Doran, ternyata malah mengarahkan mereka ke penemuan kasus yang lebih besar.
Diceritakan dari berbagai sudut pandang para tokohnya di setiap bab. Sayangnya tidak dituliskan dengan font yang berbeda sehingga membuat pembaca harus berpikir dan menerka-nerka siapa yang sedang bertutur di bab tersebut. Sedikit membosankan di awal dan terlalu tergesa-gesa dalam menutup cerita. Meskipun begitu, premisnya menarik. Pembaca seakan diajak berpikir tentang realita sosial yang disampaikan penulis seperti kesenjangan sosial, kekerasan dalam rumah tangga, juga pola pengasuhan keluarga.
Displaying 1 - 30 of 98 reviews