Jump to ratings and reviews
Rate this book
Rate this book
Pintu (The Roof) is the continuation of Jendela-Jendela (The Windows). However, this novel can be read alone. Bowo, is the main character. A guy with a Javanese background, Bowo was born with the third eyes or sixth senses. This novels tells his story from the day he was born until the day he has out of this world experiences. Also, not forgetting is his relationships with several women that close to his heart, including his grandmother and his girlfriends.

157 pages, Paperback

First published January 1, 2002

12 people are currently reading
258 people want to read

About the author

Fira Basuki

35 books152 followers
Fira Basuki (born June 7, 1972) is a well-known Indonesian novelist. Arguably her most famous work is her trilogy debut consisting of Jendela-Jendela (The Windows), Pintu (The Door) and Atap (The Roof). The trilogy concerning the journeys of Javanese brother and sister Bowo and June; from graduating high school, studying abroad in the US, their meta-physical experiences (especially Bowo's "second sight" and aura-reading capabilities), relationships with people of different nationalities (especially June's Tibetan husband), and their return home to Indonesia.

Her novel, Brownies, was adapted to a movie which was nominated for Best Picture at the 2005 Indonesian Film Festival, eventually losing out to Gie (though Brownies did earn a Best Director Citra award for Hanung Bramantyo). She recently launched to widespread media acclaim a popular biography on media person Wimar Witoelar, her first work in non-fiction.

Her latest novel, scheduled to be published July 2007, is entitled Astral Astria. As per August 2007, she works as Chief Editor at the Indonesian edition of Cosmopolitan Magazine.

(http://en.wikipedia.org/wiki/Fira_Basuki)

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
132 (9%)
4 stars
328 (23%)
3 stars
621 (44%)
2 stars
256 (18%)
1 star
50 (3%)
Displaying 1 - 30 of 65 reviews
Profile Image for Ahmad Rofai.
62 reviews5 followers
December 22, 2017
a. Kisah tentang laki-laki bernama Bowo yang sejak lahir memancarkan kuning dikulitnya, dan dia bisa berkomunikasi dengan jin.

b. Setiap manunsia memiliki aura dengan warna berbeda

c. Dia menikah dengan seorang yang bukan jodohnya; putri adalah jodoh sebenarnya. Yang datang setelah kian lama tidak bertemu tepat dihari pernihakan

d. Laki-laki ini kuliah dichikago bertemu dengan Erna yang berusaha melakukan tipu muslihat santet.

e. Laki-laki ini bertemu dengan Paris yang mati dibunuh suami tepat di hari natal, sangat tragis.

f. Bowo sebenarnya memiliki hubungan cinta dengan …; yang putus akibat ulah Erna yang setiap hari datang kerumahnya mengancam

g. Tepat dihari pernikahan Bowo (bersama mantan temen SMA); neneknya meninggal tepat setelah mendengar penngakuan … (cinta sejati) bahwa dia masih mencitai Bowo.

h. Pernikahan gagal.
Profile Image for Dhini.
96 reviews15 followers
December 3, 2008
ga seperti buku pertama, buku ke-2 ini, ga terlalu menarik buatku...mungkin karena diceritakan oleh kakak laki2 June Subagyo.. dan lagi, waktu "pintu" itu dibuka, aku ngerasa seperti masuk rumah orang lain, bukan masuk ke rumah yang "jendela"nya udah ku buka sebelumnya...

pas udah "masuk" lebih jauh..ternyata aku ga salah rumah..cuma ya tetap aja rasanya, ga asik, soalnya ternyata banyak hal-hal supranatural n mistis. Cowok banget rasanya..
Profile Image for Abduh Khoir.
7 reviews
July 24, 2025
Pada pendekatan 'maskulin' di karya kedua dalam trilogi Fira Basuki ini, sosok Mas Bowo diperkenalkan dengan cara melebar. Cerita terasa melambat di awal, tanpa konflik, nyaris hanya berisi latar belakang dan narasi 'keistimewaan' sosok Bowie. Sepertinya Fira Basuki bingung memasukkan beberapa unsur penguat untuk menopang karya sebelumnya, Jendela-Jendela. Konflik justru bertempo cepat di halaman terakhir (1/5 dari total halaman).

Hal yang menarik adalah sempilan-sempilan ajaran Kejawen dan lokalitasnya yang dikuatkan disini. Penggalian instrinsik sangat terasa, namun peletakannya serasa kurang pas. Saya bisa menikmati karya ini tanpa takut lupa apa yang sedang dibahas jika berhenti di tengah jalan.
Profile Image for Imas.
515 reviews1 follower
June 23, 2023
Menemukan Buku terakhir dari tiga buku serial karya Fira Basuki di pedagang buku bekas yang berjualan dipintu gerbang kantor setiap Jumat pagi. Setelah Jendela-jendela dan Atap kemudian Pintu. Dari ketiga buku serial ini , mungkin buku ini yang paling kelabu auranya. Tokoh utama seorang pria yang dilahirkan dengan kemampuan istimewa, dapat berhubungan dengan dunia astral, punya pengalaman batin dan fisik dengan dunia lain bisa melihat warna-warna aura orang lain, namun masih pernah salah menilai orang, bahkan berhasil "diguna-guna".
14 reviews
June 8, 2019
Ceritanya mulai menarik ketika Bowo memiliki teman Jin. Juga ketika Yangti menceritakan hal-hal "mistik" kepada dan mengenai Bowo. Saya kira ceritanya akan mengarah seputar itu, tapi ternyata berbeda. Lebih banyak mengisahkan kehidupan percintaan Bowo yang endingnya tidak tertebak.

Ini buku kedua yang saya baca yang ada unsur Astral, mistis, atau Kejawen dan semacamnya. Banyak hal-hal yang saya nggak paham, tapi secara keseluruhan alurnya bisa diikuti.
Profile Image for Anastasia Cynthia.
286 reviews
March 17, 2014
Masih berceloteh seputar petualangan dan memoar, Mas Bowo alias Wibowo alias Bowie, atau entahlah siapa ia dipanggil, memulai pendakiannya dengan membuka pintu. Mengitip mata batinnya yang konon diturunkan dari Sunan Kalijaga. Bowo bisa melihat jin, sedari kecil, Yangti pernah bilang kalau dirinya spesial. Namun, dari rangkaian kejadian yang aral melintang di hidupnya, Bowo mencoba membedah hal itu satu per satu. Bergerak dari berteman dengan jin, dipelet oleh roommate di Chicago, terlepas dan malah bertemu dengan gadis cantik di New Orleans (yang katanya asal muasal ritual voodoo), Bowo mencoba menemukan belahan hati yang sesuai.


"Pintu" yang merupakan sekuel dari "Jendela-Jendela" adalah bagaimana cara Fira Basuki menilik kehidupan keluarga Subgio melalui kacamata yang lain. Bukan hanya June yang punya kisah menarik, tapi ternyata Mas Bowo juga punya, apalagi ia seorang pria mistis yang gemar berkeliling. "Pintu" ibarat memiliki sekat-sekat yang membagi settingnya menjadi empat bagian; ITB, Chicago, New Orleans, dan Singapura. Kendati porsinya tidak menentu, tapi tetap saja, Fira Basuki dapat membuat kisah perjalanan Bowo menjadi semenarik dan sejenaka milik June.

Sama-sama bergerak maju mundur, tapi jujur, kisah Bowo (menurut gue) terasa lebih ringan dan mengandung seloroh. Mungkin berbeda karakter, Bowo yang kerap dilingkupi peristiwa-peristiwa mistis sedari di kandungan malah merasa hal itu serba-serbi lucu yang patut dikomentari. Terlebih saat dirinya diganggu hantu Anna saat menutut ilmu di Chicago, lalu mengomentari teman sekamarnya yang menenggak budweiser seperti minum air keran. Itu beneran lucu banget.

Selain Bowo, June yang katanya penyair itu juga kerap muncul sebagai punawakawan, mengomentari kesialan Bowo dengan sindiran khasnya. Tapi lagi-lagi selain dialog yang menarik, juga narasi yang cerkas, "Pintu" tidak terasa hanya selewat kala dibaca. Banyak ilmu dan wawasan yang dapat dipetik, mulai dari sejarah, budaya, juga sederet nama-nama penyair yang kerap dilewatkan oleh telinga orang awam.

Diramu bersama pupuh, juga sederet mitos-mitos Jawa, "Pintu" tidak hanya seperti "Jendela-Jendela" yang mencibir hibrida budaya berdasarkan sisi urbanis. "Pintu" lebih kembali kepada basis. Kembali kepada alam, mempertanyakan relasinya kepada batin dan alam yang acapkali dianggap tidak nyata.

Dan lagi, kalau "Jendela-Jendela" dibandingkan dengan "Winter Dreams" karya Maggie Tiojakin yang kuat dari sisi karakter, gaya narasi sebuah memoar dan kultur. "Pintu" lebih condong mengiktui alur seorang Dewi "Dee" Lestari dalam seri Supernova-nya, yang khususnya "Petir" dan "Akar". Seperti Elektra dan Bodhi, dalam "Pintu", Bowo pun memulai perjalanannya untuk mencari identitas diri dan kesaktiannya.

Hanya saja masih melibatkan kata "jodoh", "Pintu" juga sedikit mengorek masalah hubungan antara laki-laki dan wanita. Tapi, uniknya, kisah ini tidak ditutup sesuai dengan ekspektasi gue terhadap sebuah karya. Sedikit menggantung, tapi boleh juga, mungkin harus menyimak "Atap" untuk pembeberan lebih lanjut.

Dari lima, sudah pasti ada empat bintang yang menempel di kolom rating, bedanya, pengin juga menambahkan setengah, atau kalau boleh tiga per empat karena jarang lho gue tertawa dalam membaca novel sastra, apalagi ini menyangkut sebuah tema yang serius. Hanya ada dua dalam sejarah gue yang membaca, dan "Pintu" adalah yang ketiga.
Profile Image for Adek.
195 reviews4 followers
July 1, 2013
Kisah hidup Bowo, Djati Suryo Wibowo, yang dinamikanya diwarnai dengan dunia persilatan, magis karena punya indera keenam, dan keluarga yang hangat. Bowo seperti lelaki idaman yang digilai banyak cewek abege yang sifatnya asik dan unik, dengan kadar nakal yang seperti ditakar.

Bowo yang playboy dan menyenangkan. Completely loves him lah pokoknya.

Sebenarnya novel ini diawali saat pernikahan Bowo dan Aida tapi hanya sepotong. Lalu mulai merambat dari Bowo kecil hingga dewasa. Kisruh di ITB yang menyebabkan Udel, penjual sate, tewas di mana Bowo terlibat dalam perkelahian sebelum nyawa Udel melayang, membuat orangtua Bowo mengambil tindakan untuk memindahkan Bowo kuliah di Amerika. Amerika dengan segala intrik dan romansanya membungkam hubungan asmaranya dengan Putri yang juga sahabat adiknya, June. Adalah Erna yang memaksa untuk dinikahi walau akhirnya tidak terjadi.

Kisah terus berlanjut, kehidupan Bowo di Amerika kian seret karena ayahnya yang difitnah sehingga keluar dari pekerjaannya. Bowo mencoba menyambung hidup dengan berbagai cara sampai suatu saat teman kuliahnya, Antonio, menawarinya menjadi Hacker. Menjajali dan membongkar sistem komputer sesuai pesanan Antonio. Namun tak lama, aksinya ketahuan dan Bowo ditangkap polisi meski putusan pengadilan hanya menjatuhkannya menjalani community service atau kerja sosial di panti jompo.

Sebentar, novel ini membius saya untuk tertawa dan tertawa. Ini karya Fira Basuki pertama yang saya baca, dan saya suka. Seperti memasak, Fira pas mengangkat hidangannya: matang, segar, dan lucu. Nuansa Jawa begitu terasa di setiap lembaran. Kejawen yang diawal sering dibahas, tentang aura, tentang makna dan pemahaman spiritual keseharian.

Kejenuhan dalam menggarap tesis yang penuh rintangan membawa Bowo ke Mardi Gras, tempat yang tepat untuk memuntahkan segala kepenatan. Di situ, Bowo bertemu Paris. Oya, novel ini bak pemandu wisata yang sukses membuat kita ingin berkunjung ke setiap sudut Amerika yang disuguhkan Fira. Tak heran, karena Fira pernah bermukim di sana. Mereka ngobrol hingga New Orleans, Paris bercerita lancar tentang wisata kuburan di daerah French Quarter. Wisata kuburan ini mengingatkan saya akan novel Pulang di mana Lintang diajak oleh ayahnya sesaat sebelum meninggal.

Cerita asmaranya lengkap seperti bumbu dapur: langkok-langkok (lengkap-lengkap, dalam bahasa Padang). Banyak perempuan, banyak cerita, seperti kehadiran tokoh Putri, Paris, Paris kecil, hingga Erna yang gila. Ada mama, June, hingga Yangti. Hubungannya dengan Yangti, si nenek, diibaratkan sumbu karena pusaran cerita ini diawali oleh wejangan Yangti dan diakhiri oleh kematian Yangti.

Dosa dan kesalahan selalu akan mengitari kita. Kesadaran akan kesalahan dan bertobat kepada Allah yang akan mengubah kita kelak.
Profile Image for Fertina NM.
103 reviews21 followers
March 25, 2013
Berbeda dengan seri pertamanya, jendela-jendela, pintu lebih menarik. Jendela yang lebih seperti membaca harian seorang gadis yang resah dan galau, sedangkan pintu menceritakan seorang laki-laki yang memiliki "kelebihan" pada dirinya. Banyak unsur indra keenam, mata ketiga, ilmu kejawen, dan alam lain diceritakan di novel ini.

Di buku sebelumnya dikisahkan seorang gadis bernama June yang malang melintang di negeri orang serta kegamangan hatinya. Menariknya pintu bukan lagi menceritakan June lagi, melainkan Bowo, Kakaknya. Bowo dan June yang terlahir di keluarga jawa yang masih kental dengan adat dan kepercayaan-kepercayaan. Seperti Bowo yang masih ada keturunan dari Sunan Kalijaga, dipercaya sebagai titisannya. Kabarnya, kelahiran Bowo sudah diramalkan dan tanggal kelahirannya pun sama dengan Sultan Hamengku Buwono IX. Sehingga keluarganya semakin yakin Bowo sangat istimewa dan memiliki "kelebihan".

Dari kecil hingga dewasa, Bowo sudah terbiasa dengan hal-hal gaib dan nggak wajar. Pertemuan-pertemuannya dengan mahkluk dari alam lain pun, menjadi daya tarik sendiri untuk Bowo. Tapi bagai manapun istewanya seseorang apalagi keluarganya selalu percaya dan membanggakannya, sepertinya memberatkan untuk Bowo. Sehingga banyak kelakuan yang diluar kewajaran pada setiap anak umurnya dia lakukan. Semua itu terus berlangsung hingga ketika di pesta pernikahannya dan tiba-tiba Yangti, nenek sekaligus salah satu guru, atas apa yang terajadi dalam hidupnya, tiba-tiba saja jatuh dan pergi meninggalkannya.

Yang paling menarik dari novel ini adalah berbagai macam informasi tentang dunia lain, alam bawah sadar dan kepercayaannya. Dari mulai ilmu kejawen sampai vodoo diceritakan di sini. Bowo sebenarnya tidak lah asing, karena di novel pertama Bowo sempat muncul menurut pandangan June. Dan June juga tidak menghilang begitu saja, karena June diceritakan dari segi Bowo memadangnya. Di bagian-bagian tertentu saya bisa mengikuti alur dan emosi tokoh Bowo. Tetapi ada juga di beberapa bagian, Fira seperti tidak ingin menimbulkan masalah terhadap tulisannya, sehingga menuliskan kalimat "aman" di dalamnya.

* Terkadang aku berpikir, pantaskah aku mengeluh dalam hidup ini mengingat sebenarnya ada orang lain yang lebih menderita.
* "Nasib setiap orang sudah digariskan... Hati-hati, orang yang mendapat kelebihan seperti kamu, biasanya hidupnya penuh cobaan."
* Jika ada keyakinan atau kepercayaan diri yang kuat, apa pun akan terlaksana."
* Apakah ini disebut dimensi astral? Dimensi tempat segala keinginan, memori, fantasi dan mimpi berkumpul. Maksudnya, alam ini ada karena pikiran kita membuatnya ada.
Profile Image for Rachel Yuska.
Author 9 books245 followers
November 21, 2013
Buku bagus, cerita mengalir dan enak di baca. Menurut saya, buku ini lebih bagus daripada Jendela-Jendela. Mungkin penulis jadi lebih lancar di buku kedua ini.

Tapi, yg saya rasa agak mengganjal adalah: bowo yg sejak SMP bersekolah di sekolah katolik tidak tau soal pengakuan dosa yg merupakan tradisi agama katolik.
Sangat ganjil dan aneh menurut saya.

Overall, buku ini bagus, dan saya juga suka belajar culture, walaupun berbau supernatural.

Profile Image for Lidya.
83 reviews1 follower
December 9, 2012
Novel kedua FB yang saya baca setelah "Biru" bertahun-tahun yang lalu. Buku ini adalah buku kedua dari trilogi Jendela, Pintu, dan Atap, tapi karena kebiasaan, saya melompati buku pertama (dan memang karena pinjam di perpustakaan juga, tidak ketemu buku pertamanya :p).
Overall, buku ini tidak begitu membekas seperti ketika saya membaca "Biru". Cenderung membosankan dan ada beberapa halaman yang saya lewatkan karena cenderung seperti ensiklopedi dan bukannya novel.
Profile Image for Yusrina Nur Dini.
8 reviews
January 10, 2015
Pintu punya modal yang baik, keistimewaan Bowo. Sayang selama cerita mengalir, sering keistimewaan Bowo hilang. Dia seperti pria biasa yang takluk pada wanita dengan mudah. Tidak ada pengaruh mata ketiganya dalam cara menangani masalah yang menimpanya.
Tapi tetap, keistimewaan Bowo ini memberi keistimewaan pada Pintu. Misalnya kemunculan Jeliteng.
Karena kekurangan dan kelebihannya seimbang, saya kasih rating yang sama dengan Jendela haha
Profile Image for Darnia.
769 reviews113 followers
February 10, 2015
Suka part pintu batin dan pintu hati. Penjelasan tentang ilmu kebatinan kejawennya keren. Belum lagi pengetahuan Fira Basuki tentang 'ngelmu' di Tibet, sejarah Mardi Gras dan tradisi Voodoo-nya....susah meletakkan buku ini.

Tapi gw gak terlalu suka dengan konflik utama yg diangkat. Pada dasarnya, gw bukan penggemar roman dan affair jadi penilaian ini sangat personal. Di luar keberatan (pribadi) gw, gaya penceritaan Fira Basuki menarik dan bikin gw pingin nyari karyanya yg lain
Profile Image for Nanto.
702 reviews102 followers
February 4, 2008
ada dua "saudara" buku ini, jendela-jendela dan atap. Tergolong dalam genus kusenikus, nama latinya sendiri menjadi, "kusenikus dimakan rayapipus". ketiganya pasti akan senang dibaca sore hari sambil ngupi dan makan gorengan. Dan mulailah dengan aba-aba, "Kak Nunu!!" Selanjutnya nada riang akan mengiringi syair,"ajari aku memotong kayu, wahai kak fira sang tukang kayu...!!!"
"
Profile Image for mina.
381 reviews12 followers
December 30, 2007
Ini adalah buku kedua dari trilogi Jendela-jendela, Pintu dan Atap. Tentang Bowo, sodara June yang di Jendela-Jendela. Dan kehidupannya di Chicago. Ada mistik-mistiknya, lagi. Kekurangan Fira Basuki adalah: terlalu asik menceritakan latar belakang daripada ceritanya sendiri. Kesal juga, cuma menunjukkan bahwa dia fasih banget tentang Amerika. Untung aku pinjem, lagi-lagi, dari teman kos.
Profile Image for Eleanora.
12 reviews2 followers
September 4, 2007
a bit creepy to read this novel alone in the middle of the night. Tells the story of a young man with the ability to see the world beyond us (psychic in a way). the 2nd book from Fira BAsuki's trilogy
4 reviews
Read
September 25, 2007
Buku ini merupakan buku pertama dari trilogi. Setelah pintu, jendela-jendela baru kemudian atap. Walau buku pertama yang saya baca adalah jendela-jendela, tapi karena menurut saya gaya menulis fira basuki yang asyik, membuat saya cukup nyambung dengan ceritanya.
Profile Image for sendang.
5 reviews
October 3, 2007
novel fira yg pertama kali saya baca, di awal masuk kuliah.
gaya bahasanya ringan dan kocak, namun cukup mengernyitkan kening karena saya baru menyadari kehidupan TKI di negeri tetangga yang dilihat dari sisi lain, yang beda dgn kisah2 pemberitaan di tipi.
Profile Image for Sita.
20 reviews
October 3, 2007
second book from Jendela-Pintu-Atap trilogy.
tells the story of Bowo who's living with His Sixth Sense even make friends with "Genderuwo". however, if you read Jendela-Jendela first, the thrill is already gone.

Final Verdict: 2.5 out of 5
Profile Image for Fajar Nugraha.
12 reviews
September 5, 2009
Every single person in this mother earth should have really dig whats really going on inside their body through their thought.From Mas Bowo's inspirational trip until his coloured imaginative sixth sense had really opened my mind to discover who is the "thing" inside my own body.
10 reviews
February 6, 2010
ceritanya lumayan enak dibaca dan diikuti meskipun ternyata lama-kelamaan agak bikin bosen.
tapi isi dari ceritanya, terlalu banyak mitos-mitos yang aneh.
gimana bisa seseorang menjadi suci hanya dengan mandi air suci.
buku ini bisa membuat orang salah paham dan mengira itu adalah benar.
Profile Image for Cipu.
Author 2 books5 followers
September 30, 2010
My crush to Fira Basuki got deeper upon completing this book, she is an amazing story teller. Story of Bowo and all those cultural clashes were well written. Couldn't even put the book down until I finished it
Profile Image for Maria Tarisa.
29 reviews
September 28, 2012
Sebuah perjalanan menakjubkan dari seorang laki-laki 'magical' bernama Bowo. Nakal, dan berani. Fira Basuki membawa saya dalam sebuah perjalanan sarat makna. Bagi sebagian orang mungkin 'gila', tapi bagi saya, cerdas! Sebuah kisah yang ingin segera saya ketahui muaranya.
Profile Image for Nike Andaru.
1,644 reviews111 followers
December 30, 2012
Tentang Bowo, kakak June di buku sebelumnya, Jendela.
Entah kenapa aku agak malas membaca soal klenik, dukun, vodoo yang ada dicerita ini.
Tapi cerita Bowo ini lumayan asyik, dan endingnya itu bikin penasaran :)
Profile Image for Fhia.
497 reviews18 followers
March 6, 2015
Tuh kan. Klo lagi sibuk buku setipis ini aja lama banget selesainya.
Hmm..apa ya.
Terlalu bnyk cerita mistisnyan agak ngeri klo dibaca malem" sendiri dikosan.
Konflik yg dialami Bowo juga ga dibikin se'kuat' June dalam buku Jendela-Jendela.
Profile Image for Veronica.
50 reviews
April 8, 2016
Buku lanjutan trilogi jendela ini mengambil sudut pandang bowo kakak june dalam jendela
Alur cerita nya sebenarnya oke cuman pentampaiannya mnrt saya enakan jendela yah drpd pintu
Dan kagum dengan putri yang msh tetap cinta bowo sampai pernikahan bowo
Wos sekali
Profile Image for Triwido.
12 reviews
April 17, 2016
Buku kedua dari trilogi Fira Basuki ini, lebih maskulin. Bowo lebih mendominasi dalam buku kedua ini.

Bercerita tentang petualangan Bowo, petualangan kehidupan duniawi, spriritual, dan juga percintaan.

Buku ini terlalu jujur mengungkap sifat asli laki-laki.
Profile Image for Ardiani Oseani.
14 reviews3 followers
May 30, 2007
Harusnya ini buku Trilogi, dari mulai Jendela, Pintu, baru Atap.
Semuanya Keren. Filosofi yg menarik.

Bravo Fira Basuki.
Profile Image for Liliyah.
102 reviews19 followers
July 26, 2007
...akhirnya gw benar2 terjebak dan terus mengejar d'trilogi of FB ini...
Profile Image for Gita.
30 reviews4 followers
August 9, 2007
buku kedua, penasaran pengen lebih menikmati kisah si bowo, FirBas berhasil membuat saya menunggu nunggu beku ke dua ini.
Displaying 1 - 30 of 65 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.