Jump to ratings and reviews
Rate this book

Hitam 2045

Rate this book
Menjelang tahun 2045, Republik Indonesia telah menjadi negara terkuat kedua di Asia Pasifik sesudah Cina, secara ekonomi dan militer. Seluruh Papua, Timor Timur, dan hampir seluruh Kalimantan menjadi wilayah NKRI. Korupsi sudah hampir musnah. Sains dan teknologi Indonesia memukau dunia. Stabilitas dan rasa aman memenuhi seluruh penjuru negeri. Warga negara dibagi menjadi tiga golongan. Perunggu adalah rakyat jelata. Perak adalah para Pilar Pancasila, mereka yang mengelola dan menjaga negara. Emas adalah pimpinan tertinggi negara.

Agni adalah remaja bergenetik unggul, bagian dari Pilar Muda, program pembibitan Golongan Perak sejak masih berusia 7 tahun. Bersama sahabat-sahabatnya dari program yang sama, Bimo si pelawak dan Christine si ilmuwan, Agni menantikan kelulusannya menjadi Pilar Pancasila di Hari Peringatan 100 Tahun Indonesia Merdeka.

Sebuah serangan teroris di wilayah NKRI eks Malaysia menjadi awal mimpi buruk Agni. Bersamaan dengan munculnya sosok Enisa, seorang gadis Perak yang cantik dan tangguh dengan agenda misterius. Agni harus menghadapi tragedi masa lalunya, yang bisa mengancam masa depannya yang cerah. Dan mungkin, bahkan fondasi Republik ini sendiri.

Disampaikan dalam bentuk buku harian, pembaca bisa menyaksikan sebuah visi Indonesia di tahun 2044-2045 dari mata pelakunya sendiri. Sebuah visi yang bisa menjadi realita mengerikan.

564 pages, Paperback

First published September 2, 2022

37 people are currently reading
298 people want to read

About the author

Henry Manampiring

12 books1,234 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
122 (52%)
4 stars
74 (31%)
3 stars
25 (10%)
2 stars
8 (3%)
1 star
3 (1%)
Displaying 1 - 30 of 78 reviews
Profile Image for Sukmawati ~.
79 reviews34 followers
March 14, 2023
Saat pertama kali saya melihat sampulnya, yang terbayang di benak saya adalah cerita dengan nuansa “gelap”. Kemudian fokus saya beralih ke judul yang menunjukkan angka 2045. Angka ini spontan mengingatkan saya pada jargon “Indonesia Emas 2045”. Apakah ada hubungannya? Pertanyaan itu akhirnya mendorong saya untuk membaca novel Hitam 2045 lebih jauh. Saya penasaran juga gimana sih gaya bercerita seorang Henry Manampiring, yang sebelumnya saya kenal lewat buku non fiksi Filosofi Teras.

Hitam 2045 mengisahkan konsep negara Indonesia di masa mendatang berdasarkan Demokrasi Kebijaksanaan. Warga negara dibagi menjadi tiga golongan: Perunggu, Perak dan Emas. Golongan Perunggu digambarkan sebagai rakyat jelata masyarakat biasa. Golongan Perak sebagai Pilar Pancasila yang mengelola dan menjaga negara. Dan Emas merupakan golongan teratas. Mereka adalah para pimpinan tertinggi negara.

Kisah ini berawal dari sebuah tulisan dalam buku catatan bernama Hitam. Menjelang ulang tahun RI ke-100, Agni, si tokoh utama intens menulis pada lembaran buku tersebut tentang hari-harinya menjadi Pilar Muda. Sebagai calon Pilar Pancasila, Agni mendapatkan banyak keuntungan setidaknya dibandingkan dengan golongan Perunggu. Fasilitas yang nyaman dan mumpuni bukanlah perkara sulit bagi Agni dan kawan-kawan. Negara sudah menjamin segala kebutuhan dirinya sejak awal direkrut –usia belia- hingga menjadi abdi negara.

Sayangnya, segala kebaikan yang diperoleh Agni tak berbanding lurus dengan kebahagiaan yang dirasakan oleh keluarganya, terutama Papa Mama Agni. Sang Papa meninggal karena kecelakaan lalu lintas saat menggunakan kendaraan otomatis (swakemudi). Kecelakaan tersebut akhirnya meninggalkan luka batin bagi Mama dan berujung menjadi teka-teki yang mesti dipecahkan oleh Agni. Inilah pemantik konflik seorang Agni Manan hingga dirinya masuk dalam daftar musuh negara.
...
Kisah Agni dalam Hitam 2045 disusun secara kronologis, membuat para pembaca harus mengikuti alurnya secara runut. Dari halaman satu hingga akhir adalah satu kejadian yang berkelindan. Narasi setiap babnya membuat pembaca seperti saya bertanya-tanya: apa yang akan terjadi kemudian? Di samping itu, penggunaan bahasa dan istilah sehari-hari di dalamnya juga menjadikan buku ini sebagai bacaan ringan, layak baca bagi siapa saja.

Setelah membaca Hitam 2045, pikiran saya tergugah perihal konsep negara dan sistem kecerdasan buatan alias Artificial Intellegent –yang selanjutnya disingkat AI. Saya membayangkan bahwa Indonesia di masa mendatang adalah salah satu negara adidaya. Seluruh elemen berpegang pada Demokrasi Kebijaksanaan dan “dipimpin” oleh kecerdasan buatan alih-alih presiden atau pemimpin negara. Arrrggh, tidak! Bukankah itu mengerikan?

Terlepas dari pro-kontra kecanggihan AI yang diberi julukan Dasamuka tersebut, kita perlu meyakini bahwa pengaruh dari teknologi amatlah besar peranannya bagi sebuah bangsa. Teknologi dalam wujud sosial media, misalnya, telah menunjang kebutuhan eksistensi manusia di jagat maya. Lebih dari itu, kehadiran sosial media juga menjadi sumber keresahan atas beragam informasi yang belum pasti. Bahkan lebih jauh lagi, teknologi informasi itu bisa menjadi biang perpecahan sebuah kelompok atau kesatuan. Saat cerita rekaan dianggap kenyataan dan kejujuran menjadi narasi fiksi, maka terjadilah glorifikasi. Ya, kira-kira begitulah salah satu pesan tersirat dari membaca kisah Agni dan tokoh lainnya dalam Hitam 2045.

Akhir kata, selamat membaca Hitam 2045 secara mendalam!
Profile Image for Innike Sumarni.
17 reviews
March 4, 2025
Untuk first impression, ternyata buku ini ga semenakutkan bayanganku (syukurnya!), mungkin tertolong penyajian ceritanya yang berbentuk diary sehingga uslubnya mesti nyantai dan cenderung spontan.

Untuk isinya, fresh banget buatku yang perdana membaca novel bertema utopia. Membayangkan Indonesia semaju itu di masa depan, rasanya mengharukan sekali. Dimana masyarakat sejahtera, aman dan ga ada lagi yang namanya korupsi. Tapi ya, semua itu tidak gratis dan ada bayaran yang besar.

Sempet bosen bentar karena banyak detail tidak penting dan lamaaaa banget nemuin plot twistnya. Bikin greget tapi sepadan! Ada reverse plot twist yang akhirnya jadi penyelamat buku ini.

Semoga Hitam 2045 ada kelanjutannya, pasti menarik! :))
Profile Image for Eunike Lily.
3 reviews
December 7, 2023
Baru selesai baca HITAM 2045. Tentang perjalanan menuju 100 th Indonesia yang kelamnya melebihi tinta cumi hitam 🫣
Ternyata jauh beda baca ini di November-Desember 2023 dibandingkan kalau baca saat baru rilis di 2022. Fresh plot. Ga nyangka novel tanpa bab bisa keren gini 4.5/5
Agak kaget yaa, beberapa pernyataan situasi, bahkan background profile sebuah karakter, bisa tergambarkan di situasi 2023 baru-baru ini lho. Bingung gimana caranya riset sampai dapat probabilitas tinggi beberapa hal terjadi di 2023 dan membangun cerita 2044 di buku ini👏🏻
Profile Image for sagita.
40 reviews
December 24, 2024
2/5

Previously rated it 3/5, but changed my mind after writing a full review.

Kecerdasan buatan yang kemudian berevolusi hingga mampu memiliki kesadaran sendiri adalah premis yang menarik. Ditambah lagi tak banyak buku lokal dengan genre dystopian seperti ini. Indonesia pada tahun 2045, siapa yang menyangka? Tapi apalah gunanya premis menarik jika tidak dieksekusi dengan baik.

1. Penggambaran tokoh utama yang lemah

Agni diceritakan memiliki kecerdasan verbal dan logika yang tinggi. Tapi sama sekali tidak terlihat demikian. Ia justru sering sekali dibantu dengan teman-temannya. Kenapa doktrin bertahun-tahunnya langsung luruh hanya karena mendengarkan cerita orang lain sekali? Dimana sifat kritisnya? Mengapa Agni selalu merasa clueless hingga perlu orang lain untuk merangkai “puzzlenya”?Tak hanya itu, Agni yang memiliki adik seorang perunggu namun begitu memandang rendah kaum perunggu, menjadikan dirinya amat naif dan sombong, hingga terasa menyebalkan.



2. Penulisan bertele-tele, repetitif, dan inkonsisten.

Buku ini punya konsep seperti buku harian, hingga lebih banyak narasi di dalamnya.
Tak masalah, jika dikemas dengan baik. Sayangnya, aku justru merasa sebaliknya. Agni sebagai tokoh utama, menulis buku hariannya “terlalu baik”. Ia mampu mengingat hari-harinya hingga detail terkecil. Si Hitam, nama buku harian itu, diperlakukan seakan-akan makhluk hidup. Agni menceritakan segalanya, hingga lupa bahwa benda itu tidak memerlukan informasi seperti jabatan suatu tokoh, kejadian masa lalu, sesuatu yang rasanya sudah diketahui mereka berdua ataupun orang lain pada masa itu. Semua itu membuat konsep membaca novel seperti membaca buku harian seseorang terasa janggal. Jujur, siapa yang peduli jika tokoh pembantu punya perut buncit atau kotak-kotak? Ditambah lagi, detail tidak penting seperti itu ditulis berkali-kali. Pengulangan yang tidak diperlukan seperti itu amat membosankan, sungguh. Aku berusaha menamatkan buku ini dengan harapan akan menemukan plot twist yang menarik, tapi justru kecewa hingga akhir. Pada penulisannya juga cukup banyak ditemukan inkonsistensian seperti penggunaan kata ganti orang, hingga terasa mengganggu.



3. Menyinggung isu sensitif

Aku suka bagaimana penulis berusaha memproyeksikan kondisi Indonesia di tahun 2045. Indonesia yang kembali seperti orde baru: dipimpin oleh seorang diktator, kritik dikekang, seni dibatasi. Ya, semua itu bisa terjadi. Tapi agak lucu menemukan bagian seperti plesetan McDonald menjadi McLele. Pemerintah yang dikatakan antibarat malah justru mengadaptasi merek dagang mereka. Juga bagian ketika penulis menggambarkan pembunuhan pentolan hamas sebagai salah satu prestasi, secara tidak langsung mengatakan bahwa hamas seorang teroris. Tidak layak sekiranya membalikkan fakta yang menyangkut isu sosial dan kemanusiaan meskipun di dalam buku berlabel fiksi.



4. Tidak menemukan hal baru

Terakhir, tidak ada ide yang orisinil. Bukan salah penulis jika terinspirasi dengan karya lain. Pun bukan salah penulis karena sudah banyak buku lain dengan tema serupa. Namun selain latar Indonesia, aku tidak menemukan hal baru dalam buku ini. Jujur saja, konsep kecerdasan buatan bernama Dasamuka ini mirip Thunderhead karya Neal Shusterman. Klasifikasi rakyat menjadi beberapa golongan warna juga dapat ditemukan di Red Rising karya Pierce Brown. Dan beberapa detail lainnya sehingga membuat buku ini seperti bagian-bagian dari buku lain yang disatukan.

Profile Image for Timo.
55 reviews1 follower
September 30, 2022
NGERI!

Itu satu kata dari gue yang mendeskripsikan buku ini, in a good way. Ini memang karya fiksi, apalagi karya fiksi pertama dari Om Piring. Tapi tawaran fiksi yang ada sangat bisa terjadi pada kita. Karena apa? Karena kita semua - sebagai bangsa Indonesia - sudah pernah mengalaminya.

Tepat pula gue selesai baca di 30 September 2022 ini. Hiiiiiii!

Hitam 2045 ini konsepnya adalah buku harian yang ditulis oleh Agni Manan, seorang anak muda 19 tahun yang ada dalam program Pilar Muda. Program yang lulusannya akan menjadi Pilar Pancasila, sebagai penerus pemerintahan Republik Indonesia yang sudah menjadi negara maju di tahun 2044. Rasa keingintahuan dan kecerdasan Agni membuatnya terjerat dalam konspirasi yang kompleks dan mengancam nyawa - dan mengancam kepercayaan dan kesetiaannya pada republik. Genrenya mungkin lebih ke political thriller, karena gue nggak habis-habisnya kepikiran kisah ini setelah gue menutup buku hanya untuk beristirahat.

Dari awal sampai setengah buku gue emang udah menduga plot twist yang akan ada di akhir buku. Plot twist itu pun terjawab dengan beberapa detil yang meleset. Tapi keasyikan gue baca buku ini nggak berkurang dengan plot twist yang mudah ketebak, tapi betapa sangat dekat dan sangat mungkin terjadi apa yang ditulis di buku ini suatu hari nanti kejadian. Ya karena tirani dan rezim sudah pernah kejadian mulai dari Indonesia, Korea Utara, Jerman Timur, China.

Jangan tertipu dengan kata "republik" di dalam nama resmi Democratic People's Republic of Korea, German Democratic Republic, People's Republic of China, kalau pemimpinnya tidak dipilih oleh rakyat dan menjabat seumur hidup.

NGERI.
4 reviews
December 8, 2023
First book type of diary that I read. As an Indonesian myself who lives in the capitol, it's such a great experience of imaging the future with all my assumption while reading hahaha cannot stop reading it as the plot is really amusing! However, the end is really plot-twist for me! Thank you Manampiring for making this great book!
Profile Image for Sagara.
74 reviews
January 5, 2024
Karya kedua yang saya baca dari penulis Henry Manampiring setelah filosofi terasnya yang Mega best seller itu, Hitam 2045 adalah sebuah novel fiksi atau lebih tepatnya Science fiction (Sci-fi) dan buku tidak kalah bagusnya dengan buku Filosofi teras serta jadi buku dengan halaman terbanyak yang pernah saya baca yaitu 556 halaman pantas saja ini mahal. Menurutku.


Buku ini menceritakan tentang Indonesia di tahun 2045 sudah menjadi negara super power mengalahkan U.S.A yang angkuh itu di mana rakyat aman, nyaman dan makmur tanpa adanya perpecahan. Dalam cerita semua lapisan masyarakat sangat solid dalam persatuan, teknologi semakin maju di tangan seorang presiden yang terpilih di tahun 2024 yang menjadikan Indonesia sebagai negara di segani dunia.


Tapi konsekuensi dari itu semua maka kebebasan dikekang mulai dari kebebasan berekpresi seperti berkesenian, beragama, berpendapat semua diatur oleh pemerintah. Tak ada lagi pemilu. Internet pun diawasi pemerintah lewat AI yang bernama Dasamuka. Bahkan pelaku koruptor tak bisa lagi bebas berkorupsi, jika ketahuan bukan hanya yang terkena imbas hukuman mati tetap anak dan istrinya akan dieksekusi di depan matanya sebelum pelaku korupsi dieksekusi dan disiarkan kesuluruh republik. Indonesia dipimpin oleh diktator.


Dalam buku ada tokoh Agni yang mencari kebenaran atas kematian ayahnya yang kecelakaan mobil swkendara setelah dia bertemu dengan terduga teroris di sebuah ruangan interogasi Karna dia adalah pilar muda yang disiapkan republik untuk menjadi pilar Pancasila karna masyarakat sudah dibagi menjadi 3 kasta yaitu perunggu (rakyat biasa,jelata), perak sebagai pilar Pancasila yang mengelola negara dan emas posisi tertinggi negara seperti presiden, jendreal dan Mentri.


Dalam buku disajikan seperti kita membaca sebuah diari atau jurnal karna sang tokoh utama tidak ingin semua aktivitasnya di ketahui oleh negara termasuk Dasamuka maka dia pun menulis jurnal kejadian hidupnya dalam sebuah buku dengan kejadian runut dan rapih lengkap tanggalnya. Saya mengira bahwa agnilah sang tokoh utama tapi ada tokoh lain yang lebih utama yang tidak terlalu diceritakan tapi memiliki peran penting dalam kelolosan kematian Agni selama 2x dan ending dair buku ini di mana biasanya sang tokoh utama yang menang dan villain kalah maka saya bisa katakan keduanya memang meski tak diceritakan apa yang terjadi selanjutnya siapa yang benar-benar menang dan siapa yang kalah seperti menggantung.

Saya sangat merekomendasikan novel distopia ini saya seperti menyaksikan atau membaca kejadian mengerikan dari kehidupan seseorang dari membaca jurnalnya, sebenarnya masih banyak hal lain yang sangat bagus untuk disampaikan tapi saya tidak ingin lebih jauh lagi untuk spoiler jika saya punya 5 jempol maka saya akan memberi 5 👍.




"Absence of evidence is not evidence of absence."
(Tiadanya bukti bukan berarti sesuatu itu tiada).
Cristine.

"Seni bisa meluhurkan jiwa, dan dari jiwa-jiwa luhur insan Indonesia, akan bangkit bangsa yang luhur pula. Tapi seni yang sesat bisa melemahkan jiwa dan semangat juang, membunuh patriot bukan dengan peluru, tetapi dengan kegalauan tak berguna."
Presiden Aryo.

"Di atas langit masih ada langit. Itu ungkapan lama yang saya pernah dengar, Hitam. Dalam hal ini, di balik tembok, masih ada tembok lagi."
Agni.

"Agni. Ketakutan adalah kekuatan. Bagi yang bisa menciptakan dan memainkannya. Di mana ada ketakutan, di situ tidak ada kebebasan. Bahkan kebebasan untuk bertanya. Camkan itu."
Waskito.

"Agni, saya tidak percaya takdir. Kita menulis takdir kita sendiri. Tapi saya percaya semesta membantu menyediakan pena dan kertasnya, tempat kita bisa menulis takdir kita."
Waskito.

"Saya pernah membaca kata-kata bijak, kejahatan bisa subur karena orang baik yang berpangku tangan. Saya tidak bisa pensiun dengan rasa bersalah tidak mencoba."
Waskito

"Benar apa yang dikatakan pak atje kepada pak Waskito. Orang-orang bodoh akan diperdaya yang lebih baik dan manipulatif."
Agni

"Kalian sendiri yang menciptakan hantu, dan kalian sendiri yang berlagak melawan hantu itu! Negeri ini seperti panggung berlapis. Saya tidak tau apakah ini sudah panggung terakhir, atau di baliknya menunggu panggung berikutnya."
Agni

"Ignorance is a bliss"
(Ketidaktahuan adalah kebahagiaan) ada benarnya.
Agni.

"With great fear comes great power."
Cristine.

"Untuk ketakutan bisa menjadi pemersatu bangsa yang efektif, dia harus dipelihara. Masyarakat harus terus merasakannya dan itulah mengapa saya memutuskan untuk mengulang strategi presiden Aryo di awal."
Dasamuka.
Profile Image for Qina Nugroho.
13 reviews
December 12, 2022
Saat mendengar Om Piring meluncurkan fiksi pertama aku tahu kalau ini pasti sesuatu yang ilmiah. Entah mengapa aku berharap akan banyak misteri rumit yang membuat banyak berpikir, banyak menerka, dan banyak terkejut. Hehe. Dan ya, memang cukup menegangkan! Penuh misteri! Aku terkejut politik bernegara akan jadi topik ilmiah di novel ini. Agak terganggu dengan konsep jurnaling pada novel ini karena membuat ceritanya menjadi terlalu lugas (perihal selera saja). Namun, memang sepertinya Om Piring tidak punya pilihan lain. It's a great book no matter what. Sangat menghibur karena aftertastenya begitu kuat!
Profile Image for Winda Fabiola.
163 reviews35 followers
December 30, 2022
WAAAH GILA?! Sumpah, speechless. AHDHSKDKDKDNAMSKAOFJEJSKQKANBEFHDUSHWBW.

Novel ini ambisius bgt. Sumpah. Tapi in a good way, jadi menarik. Aku bacanya sekali duduk, tapi agak lama sih: ±7 jam dengan jumlah 556 halaman. Non-stop dari bangun tidur smp jam makan siang karna emang se-page turning itu. I'm torn between baca dengan sabar atau langsung lompat ke halaman terakhir saking keponya🙏🏻 Untungnya aku masih sabar jadi aku memutuskan baca sambil nebak ini mau dibawa kemana dan akan seperti apa ending ceritanya.

Agak beda dari novel kebanyakan, novel ini formatnya diary. Di Hitam 2045, Indonesia hampir sepenuhnya berada di era digital. Semua aktivitas digital diawasi oleh AI bernama Dasamuka. Beneran semua. 24/7. Nah, Diary yang kemudian dinamakan Hitam ini adalah artefak yang ditemukan Agni—si tokoh utama—di Pasar Loak. Bayangin aja secanggih apa Indonesia menurut Hitam 2045 kl diary = artefak. Kukasih gambaran deh ya: menurut novel ini, Indonesia di masa depan adalah negara yang teramat sangat maju secara saintek smp bisa nge-detect gen superior, nyiptain mobil yang bisa self-driving, bahkan lagi siap-siap ngirim pesawat berawak ke Saturnus; memiliki kekuatan militer yang diakui dunia; dan sejahtera secara ekonomi—to the point mampu ngasih surat utang ke Amerika Serikat. Makanya kubilang novel ini ambisius. Terus, di masa ini, Indonesia dibagi atas tiga golongan: Perunggu, Perak, dan Emas. Golongan Perunggu itu ya kita-kita ini, para rakjel. Golongan Perak itu para Pilar Pancasila: yang mengelola dan menjaga negara. Golongan Emas cm terdiri atas Segitiga Emas: Presiden, Panglima TRI (re: TNI), sm Menteri Pertama. Agni masuk di Golongan Perak.

Agni ini terlahir dengan gen superior. Sejak umurnya 7 tahun, dia disekolahin di tempat khusus yang dikelola negara, bareng sama anak-anak dengan gen superior lainnya. Mereka ini adalah Pilar Muda, bakal calon Pilar Pancasila, yang dipersiapkan untuk menjadi pengelola dan penjaga negara. Dengan total pelatihan ± 13 tahun yang dimulai saat mereka berusia 7 tahun, anak-anak terpilih ini dididik (re: didoktrin dan dicuci otak) supaya mereka SETIA! TAAT! BELA! kepada negara. TAKUT BGT YALORDDD. Di era ini, gak cuma Pilar Muda, tapi semua orang tunduk sama Indonesia di bawah Demokrasi Kebijaksanaan. Indonesia sangat “Indonesia”: no more K-Pop, no more lagu-lagu galau, dan no more hal-hal yang dianggap merusak moral bangsa. Ini Om Piring nulisnya agak terinspirasi dari Korea Utara kayanya.

Di tahun 2044, Agni yang berada di tahun terakhir pendidikan sebagai Pilar Muda sebenernya lagi menjalani hidup dengan normal-normal aja. Tapi, semuanya berubah sejak adanya aktivitas terorisme di Zona Luar Indonesia. Zona Luar Indonesia itu maksudnya Sabah, Sarawak, Timor Leste, dan Papua New Guinea yang telah bergabung menjadi bagian dari Indonesia. Aktivitas terorisme di Zona Luar Indonesia bukan sepenuhnya menjadi titik balik hidup Agni. Tapi sejak dia terlibat dalam penyelidikannya, pelan-pelan hidup Agni berubah. I won't go into details, tapi yang jelas mind blowing abis. Kaya... WOY?!?!?! YANG BENER AJA?!?!?! Aduh gatel pengen nulis lebih banyak tapi ntr gak sengaja spoiler:(

Untuk debut fiksi, Hitam 2045 ditulis dengan baik. Aku tetep akan berpendapat novel ini ambisius karna transformasi Indonesia yang teramat wow, tapi di sisi lain aku juga amazed karna “Indonesia baru” versi Om Piring ditulis dengan baik, yang memudahkan pembaca untuk “masuk” ke dalam cerita yang beliau tulis. Tapi jujur ya, aku gak mau sih tinggal di Indonesia yang ini. U GILA KALI Y, PERGERAKAN KITA DIAWASIN 24/7 HEYYY. Kl aku abis ngomongin A trs tiba-tiba di IG muncul post ttg A aja aku udah takut, apalagi kl bener-bener semua pergerakanku diawasin negara🥲🥲🥲 Udah gitu bener-bener dikunci dari dunia luar?! U yang bener aja bro. Aku tiap hari dengerin lagu Westlife, masa iya mau tinggal di negara yang cm bisa dengerin lagu-lagu patriotisme atau lagu-lagu lain yang sekiranya mencerdaskan moral bangsa? Gk dl🙏🏻 Mau jadi superpower kek, apa kek, kl sampe level negara aja mainnya micromanaging, aku akan mencari segala cara untuk pergi sih🙏🏻 But overall, this novel is a good read. Tapi amit-amit, jangan sampe kejadian🙏🏻🙏🏻🙏🏻 Yang bagus-bagusnya sih gapapa, tapi yang lainnya no thanks🙏🏻🙏🏻🙏🏻

4 of 5 Stars for Hitam 2045, walau sebenernya aku kepo sama nasib tokoh-tokoh tertentu. Bisa kali, Om, ditulis lanjutannya:)
Profile Image for Ferdinand Sebastian.
5 reviews
June 26, 2023
Buku Hitam 2045. Kisah distopia Indonesia memasuki era seratus tahun kemerdekaan. Meski 'Orwellian' bukan hal yang baru, novel tetap mencuri perhatian saya karena konteksnya melokal. Sebenarnya gaya bernarasi terasa sedikit kaku, namun secara keseluruhan cukup bagus karena dua hal: konsep penulisan yang unik dalam bentuk diary serta epilog yang interaktif.
Profile Image for Mario.
74 reviews6 followers
October 17, 2022
Di tahun 2045, Indonesia menjadi sebuah negara yang sempurna, hingga negara-negara maju lainnnya segan dengan kita. Di tahun 2045 pula lah tepat 100 tahun Indonesia merdeka. Penggambaran2 seperti Sabah, Serawak, dan Papua Nugini yang akhirnya menjadi satu dengan kepulauan Indonesia, Bantargebang yang sekarang menjadi taman cagar alam dan pusat hiburan, dan sebagian Jakarta yang sudah jadi terumbu karang bersama rumah2 mewah di Menteng nampak terlalu mengada2. Tapi bagi saya itu adalah hiburan aja.

Karena intinya bukan itu, plot twist di 1/10 terakhir buku membuat kepala saya meledak. Habis itu merinding. Padahal itu seperti udh mau habis dan saya udh bosan karena ceritanya flat banget. Berasa di-prank sama penulisnya.
Profile Image for Adhi Newgraha.
32 reviews2 followers
February 27, 2025


Kesimpulan Awal


Sebagai novel fiksi pertama dari Henry Manampiring (biasa dikenal sebagai Om Piring), Hitam 2045 langsung menawarkan sesuatu yang unik. Ditulis dalam format daily journal dari sudut pandang pemeran utama, novel ini menghadirkan alur yang runtut dan bikin penasaran. Awalnya aku sempat berhenti baca selama sebulan karena kesibukan pekerjaan, tapi begitu lanjut, aku langsung binge reading sampai ratusan halaman dalam 2-3 malam.


---------------------


Keunggulan


Format Narasi yang Unik: Gaya penulisan dalam bentuk jurnal harian bikin cerita terasa personal, seolah-olah aku sedang membaca catatan rahasia seseorang.


Plot yang Misterius & Penuh Konflik: Novel ini punya elemen sci-fi, fantasy, thriller yang seru, dan banyak konflik yang bikin penasaran dengan akhir ceritanya.


Ending yang Mengguncang: Beberapa halaman terakhir sukses bikin aku gemeteran dan kaget. Gak nyangka Om Piring bisa menutup cerita dengan cara seperti ini!


---------------------


Kekurangan


Beberapa Bagian Terasa Cringey: Ada adegan atau gaya bahasa yang terasa agak aneh di tengah cerita, meskipun ini subjektif.


Penjelasan Politik yang Terlalu Panjang: Istilah-istilah fiksi tentang pemerintahan terasa sedikit bertele-tele, yang kadang bikin cerita agak melambat.


---------------------


Bagian Favorit


Bagian penuh aksi di sekitar halaman 300-400an. Aku gak bakal kasih spoiler, tapi di sinilah cerita jadi makin seru!


---------------------


Perbandingan dengan Buku Lain


Awalnya aku mengira buku ini bakal mirip banget sama Masa Depan yang Tidak Boleh Dibicarakan karya Adit MKM, tapi ternyata gak sepenuhnya. Ada relevansi di beberapa elemen cerita, terutama di bagian ending, tapi secara keseluruhan keduanya punya vibe yang berbeda.


---------------------


Pengalaman Pribadi


Aku memutuskan baca ini karena sudah menikmati tiga buku non-fiksi dari Om Piring: Filosofi Teras (yang bikin aku ngefans sama beliau), The Compass, dan Belajar Marketing Belajar Hidup: Prinsip-prinsip Marketing Untuk Belajar Hidup. Karena semua tulisannya selalu berkualitas, aku penasaran dengan novel fiksinya. Hasilnya? Gak nyesel!


---------------------


Desain & Tata Letak


Aku lebih suka desain cover cetakan awal dibanding versi barunya. Cover hitam doff dengan lubang-lubang membentuk tulisan "HITAM 2045" plus simbol mata satu di tengahnya terlihat lebih minimalis dan unik. Dari segi layout, cukup rapi. Aku juga sempat curiga kenapa font di halaman-halaman akhir berubah dari serif ke sans-serif, ternyata itu untuk menandakan perubahan sudut pandang dari pemeran utama ke karakter lain. Detail kecil tapi menarik!


---------------------


Kesimpulan


Hitam 2045 adalah novel sci-fi, fantasy, thriller yang mendebarkan, penuh konflik, dan ditutup dengan akhir yang gak terduga. Meski ada beberapa bagian yang terasa bertele-tele atau cringey, secara keseluruhan ini tetap bacaan yang sangat enjoyable. Ditambah lagi, ini adalah buku 500+ halaman pertama yang aku baca sampai habis—cukup bangga! Hahaha.


Profile Image for Pauline Destinugrainy.
Author 1 book272 followers
June 2, 2023
Agni Manan, 19 tahun, adalah salah satu dari ribuan masyarakat yang termasuk dalam Pilar Muda dengan status golongan Perak. Golongan Perak memiliki genetik yang unggul, dan Pilar Muda merupakan binaan khusus dari pemerintah untuk menyiapkan Pilar Pancasila yang nantinya akan menjadi eksekutif di Indonesia. Dia kemudian menuliskan pengalaman kesehariannya dalam sebuah buku tulis yang dia beri nama Hitam. Buku ini didapatkannya dari penjual loak, dan sebenarnya termasuk dalam barang yang unik, langka sekaligus berbahaya. Pada tahun 2044, tidak ada lagi aktivitas komunikasi analog dengan menggunakan pulpen dan kertas. Semua sudah dalam bentuk digital dan diawasi oleh sebuah entitas yang bernama Dasamuka. Dasamuka adalah kecerdasan buatan pengawas saiber untuk menjamin keamanan dan stabilitas negara.

Republik Indonesia di tahun 2044 dipimpin oleh Presiden Ary0. Dia dibantu oleh Jenderal Pierre Lassut, pimpinan tertinggi Tentara Republik Indonesia, dan Menteri Pertama Wisesa. Ketiganya adalah Golongan Emas, golongan tertinggi dalam strata kependudukan Indonesia. Dengan menerapkan Demokrasi Kebijaksanaan, Presiden Aryo membawa Indonesia menjadi negara terkuat kedua di Asia secara ekonomi dan militer. Pada tahun 2044 tersebut, serangan teroris dari kekuatan lama kembali muncul memberikan ancaman akan keutuhan negara. Di saat yang sama, Agni menemukan berbagai kejanggalan yang membawanya menguak misteri kematian ayahnya dan juga misi menyelamatkan Indonesia.

WOW, CRAZY and CREEPY.
Kayaknya tiga kata ini yang menggambarkan perasaan dan pemikiran saya setelah membaca novel ini. Di awal membacanya, saya sempat berpikir...wah novel utopia nih... betapa bagusnya gambaran Indonesia di tahun 2044 dimana korupsi berhasil dihilangkan, rakyat hidup dengan makmur, beberapa negara tetangga (kembali) bersatu dengan Indonesia, dan kemajuan teknologi yang sangat pesat. Meskipun kelompok penduduk dibagi dalam tiga golongan (Emas, Perak dan Perunggu), dan kepemimpinan presiden yang mutlak (tidak ada pemilihan umum dan wakil presiden). Momen penting 100 tahun kemerdekaan Indonesia di tahun 2045, menjadi salah satu latar belakang yang sangat mendukung dalam alur novel ini. Persiapan yang dilakukan oleh pemerintah masa itu begitu terarah, demi menunjukkan eksistensi Indonesia di mata dunia. Tapi semakin ke belakang, malah berubah menjadi novel dystopia. Ketakutan dijadikan sebagai sumber kekuatan oleh pihak tertentu, dan mengorbankan banyak nyawa.

Ketika membaca sebuah novel thriller atau misteri, saya terbiasa menaruh curiga pada karakter yang digambarkan memiliki sifat yang baik. Saya sempat menaruh curiga pada karakter Enisa, seorang gadis Pilar Pancasila yang tangguh dan misterius, juga kepada Presiden Aryo, pemimpin dengan karisma luar biasa menjadi duo antagonis dalam novel ini. Namun tebakan saya tidak sepenuhnya benar, ada plot twist berlapis yang muncul satu demi satu, dan kemudian memberikan klimaks di halaman akhir novel ini.

Saya tahu novel ini hanyalah sebuah kisah fiksi fantasi. Tadinya saya malah berniat untuk menjual kembali novel ini setelah membacanya (saya biasa menjual kembali beberapa novel yang sudah saya baca daripada hanya tinggal berdebu di tumpukan buku). Tapi, akhir cerita ini membuat saya berpikir untuk menyimpan buku ini. Ada beberapa hal yang terdapat di buku ini yang bisa kita jumpai langsung di masa sekarang. Salah satunya adalah betapa mudahnya perpecahan dan kericuhan muncul karena perbedaan yang dibesar-besarkan. Ketakutan memang bisa menjadi pemantik pemersatu. Ketika kita diperhadapkan pada kondisi Pandemi Covid-19 yang menakutkan, masyarakat dan pemerintah bersama-sama bersatu mencari jalan keluarnya. Ketakutan pada virus sempat mengalihkan perhatian kita untuk bersatu melawan dampak dari virus tersebut. Yang kedua adalah mulai menjamurnya kecerdasan buatan. Meski tidak seekstrim gambaran Dasamuka di novel ini, tapi bisa jadi kecerdasan buatan akan menggantikan peran para eksekutif (sudah ada beritanya juga kan?). Dua puluh dua tahun lagi saya berharap bisa membandingkan secara langsung kondisi Indonesia saat itu dengan yang ada di buku ini. Dan untuk saat ini, saya rasa novel ini adalah salah satu novel yang wajib dibaca sebelum pemilihan presiden tahun depan. Kamu akan tahu mengapa, setelah membaca novel ini.

Profile Image for Nathasjja Takanashi.
94 reviews
January 25, 2025
I picked up Hitam 2045 intrigued by its premise, a dystopian Indonesia in 2045, heavily inspired by Orwell’s 1984. The first 200 pages were tough to get through; the writing style felt clumsy, and the lack of depth in research, particularly around key plot elements like quantum physics and machine learning, left me skeptical. However, the narrative completely redeemed itself as the story unfolded. After page 300, the pace accelerates dramatically, delivering an intense, gripping experience. Viewed as a work of collective reflection, the book poses a provocative moral dilemma: can a regime that employs strategic genocide for unity and prosperity truly be condemned? The use of fear-mongering to manipulate an uneducated populace prone to separatism, by fabricating a shared enemy, is both disturbingly clever and unsettling. It evokes Plato’s Allegory of the Cave, asking us to confront the illusions societies create to maintain order

On the flip side, the idea of Indonesia (please highlight…) becoming one of the world’s most powerful nations by 2045, capable of not only lending billions of dollars to the US but also creating the first wormhole generator to send seven local astronauts near Saturn’s rings and live-streaming it back to earth in 24K resolution, feels like a fever dream. It’s the kind of scenario you’d only imagine if you’re: a) Not Indonesian - are we talking about the same country??, b) A creative optimist bordering on schizophrenic, c) Smoking some unbeknownst-to-man strain of za… - In which case, Henry Manampiring, I’m going to need your plug’s number.

Without giving too much away, I’ll say this: the story’s brilliance lies in its thought-provoking themes and political undertones, even if the execution falters in style. If you enjoy science fiction with a political edge, especially one grounded in an Indonesian setting, this book is well worth your time
Profile Image for dellarsd.
87 reviews3 followers
February 22, 2023
4,5/5
Wait wait, seperti inikah jadinya? Gila sih!

Distopia dengan tema sci-fic politik ini bikin surprising banget. Cerita dalam buku ini dikemas dengan amat menarik melalui catatan buku harian dengan pov pertama, yakni Agni Manan. Seorang pilar muda yang dibentuk khusus untuk menjadi penerus pemerintahan.

Dalam Hitam 2045 diperlihatkan catatan Agni mengenai pelbagai persiapan peringatan untuk tahun emas Indonesia yang sangat dinantikannya—salah satunya kelulusan pilar muda angkatan pertama. Namun ke-antusiasannya mulai mengendur ketika ia selesai bertemu dengan Pak Atje dalam interogasi kelompok yang bersitegang dg pemerintah—katanya. Tragisnya 'satu kalimat' yang dilontarkan pak Atje membawa ke banyak hal yang tidak terduga sebelumnya. Keingintahuannya menyebabkan malapetaka yang berjajar antri menghadang Agni. Semua tidak sama seperti sebelumnya. Sangat berbeda.

Plot di 1/3 dan hampir menuju tengah memang aku akui cukup lambat. Hal-hal ganjil dan aneh yang mulai di munculkan di tengah bab sepertinya aku juga bisa menduga dengan baik. But, it turn out. Ternyata oh ternyataaa musti terdiam sepersekian detik tiap mengetahui segala hal yang terus menerus dibuka oleh 'Dasamuka' (itu apa? Makanya kalian harus baca). Bener-bener banget ya, kok bisaaaa??

Entah ini cukup atau tidak, tapi aku masih belum lega—sedikit, dengan nasib Agni, bagaimana teman-temannya yang lain? Meski di akhir Christine cukup membaca dan 'tahu' tentang Enisa dan Bimo, tetep aja aku kurang lega.

At the end, ada satu quote yang relate banget dan emang kalo dipikir ini 'Indonesia banget'
"Kalian tidak pernah ingin kebebasan. Kalian ingin keamanan, perut kenyang, hidup nyaman, dan kalian rela membayarnya dengan kebebasan" (Aku tambahin, kita terlalu tidak peduli dan masa bodo terhadap kepemimpinan, birokasi pemerintah, apalagi sistem penerapan yang seperti apapun itu. Selagi masih bisa makan enak dan tidur nyenyak, kenapa harus dipermasalahkan? Entah apapun itu yang ada dibaliknya)
12 reviews2 followers
March 18, 2023
Ini novel awalnya slow-burn bgt jd agak bosen. Tp lama-lama jd page-turner, bikin deg2an, apalagi gue emg suka genre-nya. Keren sih. Ga kebayang kl ini beneran kejadian... Amit-amit.

Cukup fresh plot yg ditawarin ke pembaca di Indonesia. Idenya mateng & ambisius. Cara penulisan yg dibuat jd diary/jurnal jg unik. Krn kejadian ini di Indonesia (dan bbrp udh kejadian) jd bikin cukup rilet. Ada beberapa singkatan/istilah yg bikin ngakak jg sih😂

Jujur ada bbrp bagian yg gue skip krn ada detail-detail yg ga penting + ga sabaran gue pgn tau kelanjutannya gimana😅✌️

Tp overall mantep bgt buat ukuran novel debut! Suka bgt! Apalagi ending-nya jd paham kenapa judulnya "Hitam, 2045".

Jadi kepo juga sih sama kelanjutan tokoh-tokoh yg lain nasibnya gimana 🙃
Profile Image for Desstory.
33 reviews1 follower
December 18, 2022
Ini adalah distopia pertama yang kubaca karangan penulis lokal. Pertama baca, langsung terasa vibe Divergent, The Hunger Games, dan The Maze Runner, yang mana, ketiganya adalah distopia juga.
Bukunya dikemas dengan konsep buku harian, jadinya isinya adalah peristiwa2 yang sudah dialami tokoh utama. Jadinya aku kurang bisa merasakan beberapa konflik.
But over all, I really like the story
Banyak misteri, tapi semua terungkap pada akhirnya, cuma endingnya aja yang membagongkan (aku masuk tim nagih sekuel ke Kak Piring 🤣)
Profile Image for Al Ridwan.
58 reviews
April 16, 2023
halfway through the book, i found myself swearing on every page. "bangsaaaaaaaaat!" just because how amazing this was written. i didn't even realize i finished around 400 pages in one day until i finally finished it! again, i say, "bangsaaaaaaaaat!"

i spotted one mistake in the story, but it relates with the ending (therefore i can't talk about it here) and i think it could be pulled off the way jantje friese and baran bo odar wrote the ending of Dark season 2 or the opening of Dark season 3. that's the clue (or a massive spoiler for those who have finished watching Dark).
Profile Image for Grace.
36 reviews
October 11, 2024
Kelar juga baca buku ini!!!~
KALIAN HARUS BACAAAA!!! HARUS
Aku tau ini fiksik dan fiksik perdananya om Pir, tapi emang out of the box sih.. anyway, kek pernah nonton drakor yg ginian tapi ku lupa apa..
.
Plot twist awal2 masih bisa menerka2 tapi pas di bagian akhir2 makin gak terima sama semua plot twist-nya jadi dramatic bgt yaaa hhihhhi!!~
.
Apa perlu negara ini begini dulu? Apa memang iya kemajuan suatu negara harus mengorbankan banyak nyawa?
Aahhh~
Seram, walau ada hal baiknya 😫😫
.
Silahkan baca guysss!!
And yukss discuss..
Profile Image for Berny Julianto.
3 reviews2 followers
December 8, 2022
Sebagai penggemar genre scifi saya bisa mengatakan buku ini istimewa. Menampilkan Indonesia di masa depan sebagai negara yang sangat kuat secara militer, kesejahteraan dan sains. Ada misteri-misteri yang diungkap satu persatu perihal apa yang ada di balik kekuatan negara yang dulunya termasuk negara yang sering diremehkan dunia. Endingnya ternyata terbawa selama beberapa lama dalam pikiran saya. Sebuah kengerian... yang mungkin berangkat dari perenungan tentang pencapaian kekuatan dan kesejahteraan suatu negara... mendalam... dan tetap saja ada kengerian...
Profile Image for Cellini Kamil.
89 reviews1 follower
December 7, 2022
Serem, sedih, emosi sama ngakak sih baca buku ini.
Gimana yaa ini kyk novel terbaik indonesia genre sci-fi sih. Dan setting cerita di tahun 2044-2045 ini ada yg bikin relate krn ada hal2 yg udh yaah jd issue ya jaman skr dan bisa aja kejadian di masa depan. Ngeri2 sedap. Penyulisnya super imajinatif. McLeLe lah, mall di bekasi terkeren se asia tenggara ahahah. Well written dan endingnya sih 👏🏻👏🏻 plot twist dalam plot twist. Cannot say more!! Pantes di trabslate ke bahasa lain sih ini, bagus banget!!
Profile Image for Aldythtryingtoread.
29 reviews
October 16, 2024
Buku ini bagus sekali....

Kalau halamannya cuma 200-an.

Buku ini sangat bergantung pada premis distopian yg memang harus diakui sangat menarik. Cerita terlalu panjang dan bertele-tele, subjek yg berubah-ubah (tokoh kadang pakai saya, terus pakai gue). Ada beberapa bagian yang kurang masuk akal. Kenapa Pak Waskito ngasih tau Agni sambil ngaso di camp?????

Bukunya lumayan kritis, tapi sayang gagal lebih subversif. Padahal, menurutku alur cerita bisa dituntun agar lebih subversif. Ending yang ????????? juga. awkpodakwpawkpdkawop.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Andra P Utama.
17 reviews
October 10, 2022
Format buku harian di dalam buku ini cukup menarik, walaupun di beberapa bagian terasa seperti gaya penceritaan novel pada umumnya. Beberapa karakter masih belum mendapat penyelesaian yang cukup baik di akhir cerita (berharap ada sekuelnya). Untuk ukuran novel non-fiksi perdana, sudah melebihi ekpektasi, dan yang paling utama, tidak membodohi pembaca.
Profile Image for Ambar.
71 reviews
October 12, 2022
Disusun dalam bentuk buku harian, dengan chapter-chapter yang cukup pendek, tebal tapi tidak membosankan. 1984 yang dilokalisasi sangat baik. Endingnya sangat membagongkan.
Profile Image for Mega K..
12 reviews
January 5, 2023
The story flows effortlesly, enjoyed every pages of it and I'm really satisfied with the ending!
Profile Image for Frida.
135 reviews6 followers
October 12, 2023
Empat bulan lalu buku ini saya beli sebagai hadiah kecil ultah saya yang ke-25. Seperti dugaan saya buku ini sebagai buku yang dapat merefleksikan hidup saat ini dan di masa depan. Semakin ke belakang semakin seru buku ini saya baca. Thanks Om Piring, keren banget!
Profile Image for Snydez.
19 reviews8 followers
March 4, 2023
secara plot menarik, tapi endingnya yang lebih menarik.
Displaying 1 - 30 of 78 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.